Monaco Dimohon Tidak kembali buat Kesalahan di Etihad

AS Monaco percaya kalau mereka dapat memutar keadaan usai kalah melawan Manchester City. Tetapi, Les Rouges et Blancs perlu hindari sejumlah kesalahan yang mereka lakukan di Etihad Stadium.

Monaco mau tak mau harus kalah dengan skor 3-5 saat berhadapan dengan City di leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (22/2/2017) dinihari WIB. Mereka sesungguhnya tunjukkan performa yang oke dan unggul dengan skor 2-1 di babak pertama.

Tetapi, Monaco tak berhasil menahan bangkitnya City di tengah waktu kedua. Mereka kebobolan 4 angka dan pada akhirnya pulang dengan membawa hasil negatif.

Monaco masih miliki kesempatan untuk masuk ke babak selanjutnya. Tim yang di besut oleh Leonardo Jardim tersebut perlu tundukkan City dengan skor paling tidak 2-0 pada di leg kedua yang bakal berlangsung di Stade Louis II pada tanggal 15 Maret yang akan datang.

“Kami masih ada peluang untuk lolos. Laga leg pertama amat imbang dan kami kemasukan sebagian besar sebab kami lakukan beberapa kesalahan sendiri,” ucap pemain gelandang bertahan Monaco, Fabinho.

“Di markas sendiri, hal tersebut bakal berbeda. Kami bakal tampil di depan para pendukung kami dan saya berharap kami bakal ingat tentang beberapa kesalahan yang kami lakukan di tempat ini (Etihad), maka kami tak ulangi hal tersebut kembali,” imbuhnya.

Monaco dikenal amat kuat saat tampil di markasnya. Dalam 21 pertandingan di Stade Louis II musim ini, mereka menangkan laga 18 kali, 2 kali imbang, dan hanya satu kali kalah. Satu-satunya kekalahan tersebut dialami saat berhadapan dengan Lyon di bulan Desember kemarin.

Hasrat Higuain Bawa Juve Juarai Liga Champions

Gonzalo Higuain berhasrat untuk antarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions pada musim ini. Tetapi, ada Porto yang perlu dihadapi oleh Bianconeri.

Juve adalah salah satu klub besar di Eropa dengan 2 titel Liga/Piala Champions yang diraih pada tahun 1985 dan 1996. Mereka pun menjadi salah satu tim yang sering bermain di final yaitu sebanyak 6 kali.

Namun tak hanya 2 titel juara itu saja, Juve lebih sering menjadi tim yang tertunduk lemas setelah pertandingan final usai kalah di tahun 1996, 1998, 2003, dan terakhir 2015.

Tak heran kalau Juve begitu merasa penasaran dengan trofi ketiga mereka di ajang tersebut. Oleh sebab itu musim panas kemarin mereka amat aktif di bursa transfer dengan mengeluarkan banyak uang setelah merekrut Gonzalo Higuain dan Miralem Pjanic.

Juve ingin pada tahun ini mereka dapat tuntaskan rasa penasaran mereka tersebut. Di tambah pada ajang lokal, Juve cenderung aman dengan saat ini berada di urutan teratas klasemen Serie A dan berselisih 7 poin dengan AS Roma sebagai rival pa;ing dekat ditambah telah lolos ke babak semifinal Coppa Italia.

Walau demikian, Juve lebih awal perlu melewati Porto pada babak 16 besar dengan leg pertama yang akan berlangsung pada hari Kamis (23/2/2017) dinihari WIB besok di Do Dragao.

“Kami dapat menangkan Liga Champions, namun kami perlu terus dalam ketenangan,” ucap Higuain.

“Saya mengetahui kalau kami tim yang hebat dan saya tahu kalau kami dapat sampai pada babak final. Maka kami perlu mengawali langkah tersebut dalam pertandingan tandang di Porto,” lanjutnya.

Kerepotan di Dortmund, Loew Tetap Yakini Goetze di Timnas Jerman

Sang pelatih tim nasional Jerman yaitu Joachim Loew tak ada pikiran untuk keluarkan Mario Goetze. Walau pun sang pemain sekarang tengah alami kerepotan di Borussia Dortmund.

Goetze tengah melangsungkan kariernya yang tak baik sesudah kembali ke Signal Iduna Park setelah akhiri 3 musim di Bayern Munich. Pemain gelandang yang berumur 24 tahun tersebut belum meraih kepercayaan dari Thomas Tuchel untuk menempati tim utama.

Tak hanyan itu, Goetze dihalau dengan cedera. Hasilnya, ia baru bikin 16 performa di semua ajang dengan menyumbangkan 2 angka dan 2 kali assist. Termasuk 11 performa di Bundesliga dan 9 kali menjadi starter.

Goetze Terakhir kali jadi starter ketika Dortmund ditahan oleh Mainz dengan skor 1-1, pada bulan Desember kemarin. Ia malah tak diikut sertakan sama sekali dalam hasil positif dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan RB Leipzig, awal bulan ini yang tandakan aksinya yang terakhir kali di atas lapangan sebelum menepi.

Biarpun begitu, Loew tak kehilangan rasa yakin pada Goetze. Baginya, pencipta angka kemenangan Jerman di babak final Piala Dunia 2014 tersebut dapat diandalkan ketika berhadapan dengan beberapa tim tangguh.

“Ia ciptakan banyak angka menghadapi sejumlah negara top – Argentina, Brasil,” ujar Loew.

“Ia mempunyai bakat untuk ciptakan angka di tingkat puncak. Untuk hal tersebut saya terus yakin dengan dirinya.”

“Malah ketika ia tak dalam penampilan yang oke di tingkat klub, saya mengetahui seperti apa dirinya dapat bermain dengan kami,” ucap dia.

“Goetze merupakan orang yang amat ingin tahu dan sangat penasaran, kadang mungkin sedikit terlalu lebih,” kata Loew.

Goetze melangsungkan debutnya di tim nasional dalam pimpinan Loew pada tahun 2010, ketika umurnya masih menginjak 18 tahun. Hingga sekarang, Goetze telah koleksi 62 caps dan catatkan 17 angka dan tampil di 2 Piala Eropa (2012, 2016) dan 1 Piala Dunia (2014).

Babak Perempatfinal Chelsea Lawan MU

Drawing babak perempatfinal telah dilakukan. Ada sebuah pertandingan seru, Chelsea bakal berhadapan dengan Manchester United untuk mengejar tiket lolos ke babak semifinal.

MU belum lama ini telah pastikan satu tempat pada babak 8 besar Piala FA. Tim yang di besut oleh Jose Mourinho tersebut meraih hasil positif dengan skor 2-1 saat berhadapan dengan Blackburn Rovers. Di laga yang berlangsung pada hari Minggu (19/2/2017) di Ewood Park, angka diciptakan oleh Marcus Rashford dan Zlatan Ibrahimovic.

Sedangkan, Chelsea telah pastikan posisi pada babak 8 besar setelah menangkan laga atas Wolverhampton Wanderers. Di Molineux Stadium, The Blues menangkan laga dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan Pedro dan Diego Costa.

Hasil pengundian Piala FA membuat Chelsea harus menjadi tuan rumah menghadapi MU di babak perempatfinal. Pertandingan 8 besar ini dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 11 Maret yang akan datang.

Ketika melangsungkan duel pada bulan Oktober kemarin di Stamford Bridge, MU dibuat malu oleh Chelsea dengan skor telak yaitu 4 angka tanpa dapat membalas.

Pada pertandingan lainnya, Middlesbrough bakal berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Huddersfield Town menghadapi Manchester City. Pertandingan tersebut perlu diulang sebab sebelumnya berakhir dengan skor imbang tanpa ada gol yang tercipta yaitu 0-0.

Tottenham Hotspur bakal berhadapan dengan Millwall pada babak perempatfinal. Pertandingan lainnya, tim divisi 5, Lincoln City, masih menanti pemenang dari pertandingan antara tim divisi divisi yang sama, Sutton United, yang bakal berhadapan dengan Arsenal.

3 Poin Penting Bagi Juventus

Sang pelatih Juventus Massimiliano Allegri membantah penilaian tentang 3 poin lewat pertandingan menghadapi Palermo hanya formalitas saja. Baginya, 3 poin itu dapat menjadi bakal amat berarti pada perburuan titel.

Juventus dapatkan poin penuh usai menangkan laga atas Palermo dengan skor 4-1 pada laga lanjutan Serie A yang berlangsung pada hari Sabtu (18/2/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium. Hasil ini menambah panjang deretan hasil positif di markas Bianconeri di Serie A jadi 29 kali menang.

Paulo Dybala bermain cemerlang dengan menyumbangkan 2 angka dan 1 kali assist. 2 angka Juve lainnya diciptakan oleh Claudio Marchisio dan Gonzalo Higuain.

“Para pemain akhiri babak pertama lewat keunggulan dengan skor 2-0 walau tidak tampil oke,” ucap Allegri.

Hasil positif ini membuat makin mantapkan tempat Juve di urutan teratas klasemen Serie A dengan mengumpulkan 63 poin lewat 25 pertandingan. Juve unggul lewat 10 poin dengan AS Roma yang menjadi rival paling dekatnya.

“Ini merupakan laga liga dengan 3 poin yang sama pentingnya dengan 3 poin ketika berhadapan dengan Inter,” ujar Allegri.

“Sebuah pertandingan berkurang untuk melangkah ke scudetto dan saya berikan ucapan selamat pada para pemain untuk cara mereka berhadpaan dengan pertandingan ini,” imbuhnya.

Juventus berikutnya bakal berhadapan dengan Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, tengah pekan berikutnya.

Dzeko Sebut Roma Luar Biasa

AS Roma raih hasil positif dengan skor telak 4-0 saat melangsungkan laga di markas Villarreal. Edin Dzeko menganggap kalau timnya telah menunjukkan performa yang luar biasa dan tidak berikan peluang kepada lawan.

Melangsungkan pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa pada hari Jumat (17/2/2017) dinihari WIB, di Estadio de la Ceramica, Roma menangkan laga dengan skor telak 4-0. Giallorossi awali skor lewat angka yang diciptakan oleh Emerson Palmieri, kemudian Dzeko ciptakan 3 angka beruntun.

Lakukan percobaan dengan jumlah yang sama yaitu 15 kali dan juga sama pula 7 di antaranya yang mengarah ke gawang, Roma menunjukkan performa yang lebih efisien dibanding tuan rumah. Bahkan sebagian besar tendangan Villarreal cenderung tidak terlalu memberi ancaman dan dilepaskan lewat luar area penalti.

Lewat hasil ini sendiri membuat Roma berada pada urutan yang sangat menguntungkan menatap leg kedua di Olimpico pekan berikutnya. Tidak hannya menang tdengan skor elak, Roma miliki 4 cetak angka tandang.

“Kami luar biasa hari ini. Kami tidak berikan apapun di belakang dan masukkan 4 angka ke gawang tim solid Spanyol seperti Villarreal. Kami fantastis,” ujar Dzeko pada situs resmi klub.

“Tiap laga tetrsebut miliki kisahnya masing-masing. Kadang-kadang kami kerepotan di pertandingan tandang menghadapi paraa tim kecil di Serie A, namun kami memperlihatkan sampai sebagus mana kami pada hari ini,” ucapnya.

Dzeko pribadi padai musim ini sudah amat tajam, ciptakank 28 ang lewat jumlah 34 laga di semua kompetisi.

Bayern Mendominasi, Ancelotti Tidak Ingin Kesalahan Muncul

Bayern Munich miliki modal oke untuk bertamu ke markas Arsenal pada laga yang akan datang. Namun pelatih Bayern yaitu Carlo Ancelotti ingatkan kepada para pemainnya untuk tidak ceroboh.

Bayern meraih hasil positif dengan skor 5-1 saat berhadapan dengan Arsenal pada hari Kamis (16/2/2017) dinihari WIB, di Allianz Arena, di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pernah tahan imbang dengan skor 1-1 di babak pertama, The Gunners kemudian rontok di paruh kedua dan kebobolan 4 kali.

Bayern bermain sangat unggul dengan menguasai bola sampai dengan 74 persen. Mereka lepaskan 24 upaya dengan 12 di antaranya yang tepat ke sasaran, sementara Arsenal miliki 7 percobaan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang.

Hasil oke bikin Die Roten berada pada jalan lapang kearah babak perempatfinal. Walau begitu, Ancelotti tuntut konsentrasi yang serupa di Emirates Stadium untuk tegaskan diri memang lebih layak ke babak perempatfinal.

“Hal tersebut merupakan pertandingan yang oke, kami mengawalinya dengan baik. Arsenal pernah dapat samakan skor dan kami miliki masalah di partai pertama,” ucap Ancelotti pada situs resmi UEFA.

“Pada babak kedua,semangatnya oke, kami tampil dengan keseimbangan dan intensitas. Namun ini bukanlah pertandingan terakhir dan kami perlu mainkan leg kedua sayangnya.”

“Hasil pada malam ini amat krusial, namun kami tidak ingin membuat kesalahan ke depannya. Kami miliki keunggulan, namun perlu tampil oke di London dan kami ingin tampil dengan konsentrasi yang serupa dengan malam ini, untuk hindari banyak masalah,” katanya.

Enrique Sebut Kalahnya Barca Tanggung Jawabnya

Luis Enrique akui bahwa Paris Saint-Germain memang lebih unggul dari Barcelona. Enrique merasa miliki tanggung jawab atas hasil negatif telak yang dialami oleh Barca dari PSG.

Barca dibuat malu oleh PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Melangsungkan laga pada hari Rabu (15/2/2017) dinihari WIB, di Parc des Princes, Barca menerima hasil negatif dengan skor telak 0-4.

Pada pertandingan itu, Barca tidak dapat keluarkan cara bermainnya yang paling oke. Andres Iniesta dan para rekannya. kerepotan menghadapi pressing dengan tempo tinggi yang dilancarkan PSG. Selama pertandingan, Barca cuma dapat lesatkan 7 sepakan dan cuma satu yang tepat ke sasaran.

Enrique juga akui bahwa PSG lebih unggul dari semua sisi pada laga itu.
“Sederhana saja, lawan yang kuat dengan dan tanpa adanya bola. Mereka menangkan duel, mereka lebih efektif, dan pada hasilnya sudah tentu merefleksikan apa yang berlangsung di lapangan. Saya menilai saya tak perlu jelaskan panjang lebar,” ucap Enrique.

“Tidak perlu terlalu banyak membuang waktu untuk topik yang mudah, ini merupakan olahraga yang tarik dan terus ada kesulitan. Saya bertanggung jawab. Kalau Anda perlu memperlihatkan individu, itu ialah pelatih. Para pemainnya serupa dengan yang berhasil menang di sejumlah hari kemarin,” katanya.

“Ketika jeda, skor 2-0 tersebut amat buruk. Kami berusaha untuk lakukan perubahan supaya dapat cocok ke laga namun selanjutnya angka ketiga dan keempat hadir,” ujarnya tambahkan.

City Amat Kokoh Bagi Bournemouth

Bournemouth sudah berusaha dengan sekeras mungkin untuk imbangi Manchester City. Namun usaha The Cherries tidak hasilkan poin sebab City amat kokoh untuk mereka.

Bournemouth harus menyerah dengan skor 0-2 ketika menjadi tuan rumah melawan City pada hari Selasa (14/2/2017) dinihari WIB, di Vitality Stadium. 2 angka yang masuk ke dalam gawang Artur Boruc tercipta lewat Raheem Sterling pada babak pertama dan satu lagi adalah angka bunuh diri Tyrone Mings di babak kedua.

Situs resmi Premier League membukukan kalau City bermain lebih unggul dengan penguasaan bola sampai 62,4 persen. City pun bikin 17 upaya cetak angka dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Bournemouth hanya bikin 5 upaya dengan satu di antaranya yang mengarah ke gawang City.

“Saya anggap kami telah berikan yang paling baik. Manchester City amat oke. Kami kerepotan untuk ciptakan momentum dan tekanan,” ucap sang manajer Bournemouth, Eddie Howe.

Howe terpaksa lakukan pergantian 2 pemain di babak pertama. Ia kehilangan Simon Francis dan Jack Wilshere yang mendapatkan cedera.

“Kami terusik dengan beberapa cedera yang dialami pemain di babak pertama. Kehilangan 2 pemain sungguh menjadi pukulan telak. Kami lakukan pencocokan lagi dan berupaya, namun hingga akhirnya mereka terlalu oke,” imbuh Howe.

“Lewat sudut yang kami lihat, angka kedua ialah ‘pembunuh’ sebab hal tersebut berarti mereka dapat pertahankan bola dengan cenderung bebas lewat tekanan apapun. Kami berusaha amat keras, para pemain disiplin ketika lakukan pertahanan,” ujarnya.

Bournemouth sekarang berada di urutan ke 14 di klasemen sedangkan Premier League dengan mengumpulkan 26 poin. Mereka berselisih 6 poin dari zona penurunan level.

Hal yang Bikin Chelsea Tak Meanng di Turf Moor

Chelsea perlu merasa puas dengan cara bermain seri dengan skor 1-1 di markas Burnley. Penjaga gawang The Blues, Thibaut Courtois, ungkapkan sejumlah alasan tentang gagalnya mereka raih hasil positif.

Melangsungkan laga pada hari Minggu (12/2/2017), di Turf Moor, Chelsea pernah unggul lebih awal dengan angka yang diciptakan Pedro Rodriguez pada menit 7. Tetapi, pada menit 24 keunggulan tersebut dapat dibalas dengan sepakan bebas dari Robert Brady untuk paksakan laga berakhir seri dengan skor 1-1.

Hasil ini ikut menambah panjang catatan Burnley menjadi salah satu tim hebat di markas. Lewat 14 pertandingan markas di Liga Primer Inggris The Clarets cuma kalah melawan Swansea City, Arsenal, dan Manchester City.

Tak hanya itu, 29 dari 30 poin yang telah mereka catatkan diraih ketika tampil di Turf Moor. Catatan tersebut diakui Courtois menjadi salah satu penyebab tak mudahnya The Blues dapatkan poin sempurna.

“Pertandingan mengunjungi Burnley, dengan rekor kandang yang mereka punya, Burley merupakan lawan yang tak mudah untuk ditundukkan,” ucap Courtois.

Tetapi, hal tersebut bukan satu-satunya persoalan yang bikin Chelsea tak berhasil raih poin penuh. Untuk penjaga gawang Belgia tersebut faktor non teknis telah bikin pengaruh besar dengan hasil. Turunnya salju bikin mereka kedinginan.

“Lapangan tak terlalu oke, banyak salju, amat dingin, dan keadaan jadi tidak ideal. Tetapi kami mengawali pertandingan dengan amat baik. Kami ciptakan angka dan saya anggap kami kemasukan angka lewat sepakan bebas luar biasa dari Brady,” lanjutnya.

“Usai angka tersebut, kami tidak dapat temukan permainan kami sedari 20 menit. Kami keluar dari cara bermain paling oke kami dan kerepotan bikin kesempatan. Hingga akhirnya kami tak puas dengan angka yang kami raih,” keluh bekas penjaga gawang Atletico Madrid tersebut.

Walau cuma raih satu poin, Chelsea tetap merasa nyaman di urutan teratas klasemen dengan mengumpulkan 60 poin. Tim yang di besut oleh Antonio Conte miliki jarak 10 poin dengan Tottenham Hotspur dan Arsenal yang berada di urutan ke 2 dan 3.