City dan Guardiola Kenagan Buruk dengan Barcelona

Manchester City memiliki rekor laga yang tak baik bersama Barcelona. Kehadiran Josep Guardiola bisa saja tak bakal berikan banyak perubahan yang berarti sebab statistiknya pun tidak bagus.

Lewat hasil undian tahap grup di ajang Liga Champions yang berlangsung pada hari Kamis (25/8/2016) tadi malam, City kembali bertemu dengan Barcelona. Pertemuan tersebut bakal menjadi pertemuan yang ketiga mereka pada ajang Liga Champions selama 4 musim terakhir.

Lewat 4 pertandingan yang dilangsungkan di 2 pertemuan lalu, Barcelona selalu menjadi kubu yang berhasil menang. Pada musim 2013/2014 The Catalans 2 kali kalahkan The Citizens dengan skor 2-0 dan 2-1 pada partai 16 besar. Satu musim kemudian Lionel Messi dan para rekan-rekannya kembali memperlihatkan keunggulannya dengan dapatkan kemenangan dengan skor 2-1 dan 1-0, serta di tahap perdana babak knock out.

Kehadiran Josep Guardiola yang menjadi pengganti posisi Manuel Pellegrini memang memunculkan keyakinan para suporter City jika mereka akan dapat maju lebih depan dan dapat sungguh-sungguh menjadi penantang sang juara liga Champions. Pep pun memiliki rekor baik pada ajang itu dengan setidaknya selalu dapat masuk di partai semifinal selama 7 musim ia ikut ambil bagian dalam kompetisi paling bergengsi untuk para klub Eropa tersebut.

Namun City pun perlu sadar bahwa pada 4 musim terakhir laju Pep selalu tertahan di 4 besar. Salah satu kekalahan itu terjadi melawan Barcelona, yaitu pada musim 2014/2015. Saat itu Barca berhasil menang dengan skor telak 3-0 pada laga yang berlangsung di Camp Nou dan kalah di Allianz Arena dengan skor tipis 2-3.

Sebuah hal yang seharusnya membuat City senang dari laga melawan barcelona ialah karena hal tersebut berlangsung pada tahap grup, yang berarti kesempatan The Citiezens masuk ke tahap berikutnya masih amat besar.

“Memang terlihat membaik jika berhadapan dengan Barcelona pada partai grup dari partai (16 besar) seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ucap Txiki Begiristain direktur City.

Manchester City vs Barcelona
Liga Champions 2014/2015 (16 Besar)
Leg I: Man City 1 – 2 Barcelona
Leg II: Barcelona 1 – 0 Man City

Liga Champions 2013/2014 (16 Besar)
Leg I: Man City 0 – 2 Barcelona
Leg II Barcelona 2 – 1 Man City

Josep Guardiola vs Barcelona
Liga Champions 2014/2015 (Semifinal)
Legi I: Barcelona 3 – 0 Bayern Munich
Leg II: Bayern Munich 3 – 2 Barcelona

West Ham Kembali Kalah Oleh Astra

West Ham United tidak berhasil lolos ke tahap grup di ajang Liga Europa untuk musim kedua secara beruntun. Sayangnya, West Ham lagi-lagi harus menerima kekalahan dengan melawan klub yang sama.

The Hammers melangsungkan playoff, tahap terakhir untuk masuk ke tahap grup, dengan berhadapan dengan klub Rumania Astra Giurgiu. Pada babak leg I yang berlangsung di Stadionul Marin Anastasovici pekan kemarin, West Ham berhasil meraih skor imbang melawan tuan rumah.

Namun, modal itu tidak kuasa diteruskan oleh timnya Slaven Bilic di leg II. Pada hari Jumat (26/8/2016) dinihari WIB, Di London Stadium, West Ham kalah dengan skor 0-1. Hal tersebut merupakan kekalahan kompetitif perdana bagi West Ham di stadionnya yang baru.

Dengan hasil itu ikut menyudahi sejak sekarang perjalanan dari West Ham di ajang Eropa, para pendukung tuan rumah yang merasa kecewa juga dikatakan BBC bergegas keluar dalam hitungan detik saja usai laga berakhir. Yang masih terlihat pada stadion yang dapat menampung hingga 60 ribu kursi tersebut selanjutnya cuma beberapa bagian kecil pendukung Astra yang merasa senang atas kesuksesan tim mereka lolos dengan semua pemainnya.

“Kekecewaan yang sangat luar biasa. Kami tak tunjukkan permainan dengan baik di babak pertama atau dengan antusias bersama menjadi sebuah tim.”

Jadi untuk kedua kalinya secara berturut-turut West Ham, yang musim kemarin sukses masuk di urutan ke 7 pada ajang Premier League dan hanya berselisih 4 angka dengan Manchester City sebagai tim urutan ke 4 atau area Liga Champions, gagal kembali dalam sudaha lolos tahap grup di Liga Europa.

Musim kemarin upaya West Ham melewati tahap grup di Liga Europa bahkab diakhiri dengan lebih cepat karena telah tergusur pada tahap kualifikasi ke 3, tahap jelang playoff. Yang menarik, ketika itu West Ham pun kalah saat melawan Astra.

Astra pribadi sekarang ini menyandang status sebagai sang juara bertahan di liga Rumania. Namun, tim yang memiliki salah satu panggilan Dracii Negri (Setan Hitam) tersebut sedang tertatih pada upayanya menjaga gelar, dengan berada di urutan ke 11 dari total 14 tim usai hanya sekali menang dari 5 laga.

“Dari Aston Villa di tahun 2009-2010 dan 2010-2011, baru sekarang ini lagi ada tim asal Inggris (West Ham) yang tergusur pada tahap penyisihan di ajang Liga Europa selama 2 musim beruntun,”

Chelsea Kemasukan 2 angka Conte Tidak Senang

Antonio Conte sang manajer Chelsea memiliki sebuah hal yang membuat dirinya menyesal pada kemenangan melawan Bristol Rovers di ajang Piala Liga Inggris. The Blues kemasukan angka dari bola dalam keadaan mati.

Ketika melangsungkan laga yang berlangsung pada hari Rabu (24/8/2016) dinihari WIB, di Stamford Bridge, Chelsea berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 3-2. Angka yang dicetak oleh ‘Si Biru’ diciptakan oleh Michy Batshuayi (cetak 2 angka) dan Victor Moses.

Chelsea pernah dibikin khawatir sebab tim yang berkiprah di League One tersebut dapat memberi balasan 2 angka. Peter Hartley membobol gawang Asmir Begovic dengan tandukan kepala menuntaskan sepak pojok. Sedangkan Ellis Harrison mecetak angka di titik putih.

Conte merawa menyesal dengan 2 angka tersbut, dan mengatakan kalau seharusnya chelsea dapat secepatnya mengakhiri laga semakin cepat dengan banyak kesempatan yang dibuat mereka. Chelsea tercatat dapat membuat 28 kali usaha dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.

“Kami perlu menyadari kalau sekaran kami memiliki peluang untuk mengakhiri laga, Anda perlu menuntaskan laga,” ujar Conte seperti yang dilansir pada situs resmi milik Chelsea.

“Terasa amat sedih sebab kami ungguli laga, namun kami malah mendapat kesulitan. Pada malam ini, saya mengetahui Piala Liga Inggris. Saya mengetahui suasananya, dan saya dapat katakana kalau pertandingan ini tidaklah mudah untuk semua tim.”

“Kami menciptakan banyak kesempatan pada babak pertama, untuk menciptakan banyak angka. Namun, saya tak merasa senang ketika Anda kemasukan 2 angka lewat keadaan ini, lewat sepakan bebas dan sebuah sepakan penalti.”

“Ketika Anda biarkan keadaannya terbuka seperti yang sudah terjadi pada malam ini ketika Anda selalu merasa khawatir dengan skor seri sampai akhir laga,” ucapnya.

Nuno Ungkapkan Kisi Kemenangan Melawan Roma

Bermain di markas lawan, Porto malah berhasil menangkan laga berhadapan dengan AS Roma dengan skor telak. Sang pelatih Porto yaitu Nuno Espirito Santo, mengatakan rahasia dibalik kemenangan tim besutannya.

Porto sesungguhnya berada pada keadaan yang kurang baik saat memilai pertandingan di leg kedua play-off pada ajang Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (24/8/2016) dinihari WIB, di Olimpico. Klub asal Portugal tersebut cuma memiliki modal skor seri 1-1 saat melawan Roma pada leg perdana. Untuk masuk, mereka juga harus menciptakan angkal di Olimpico.

Tetapi, Porto nyatanya tak hanya berhasil menciptakan angka, namun sekaligus membuat Roma malu dengan skor telak 3-0 pada laga di markas mereka sendiri. 3 angka itu dicetak masing-masing oleh Felipe, Miguel Layun, dan Jesus Corona.

Kemenangan itu memasukkan Porto ke tahap grup di ajang Liga Champions dengan unggul total skor laga 4-1. Sedangkan Roma terdampar ke Liga Europa.

“Kami hadir di lapangan dengan berusaha dekat dan melewati tempat yang seharusnya. Kami berusaha dengan bagus untuk mendominasi laga menghadapi sebuah tim oke, serta mainkan sepakbola yang baik. Kami dapat menetralisir Roma, sebuah tim oke dari sebuah klub level tinggi,” ucap Nuno setelah laga.

“Kami fokus dan saya perlu ucapkan selamat untuk semua pemain saya sebab mereka lakukan sebuah usaha yang hebat menghadapi tim yang memiliki level,” sambungnya.

“Saya dapat menyaksikan mereka membantu antara satu dengan yang lainnya dan sungguh optimis. Penting rasanya untuk bertahan dengan kewaspadaan dan tampil dengan tenang,” ujar Nuno.

“Kami layak lolos. Kami sukses memandamkan api kekuatan yang Roma miliki dan pastikan kalau mereka tidak pernah merasa senang. Ini adalah Porto yang kami harapkan,” imbuhnya.

MU Kembali Buat Lawan Ketakutan

Manchester United dipimpin oleh Jose Mourinho dianggap sukses membangun kembali ketakuan di hati para pemain lawan malah saat laga belum di mulai di lapangan.

Hal itu dikatakan oleh bekas pemain bek MU yaitu Rio Ferdinand, diikuti start komplit dari The Red Devils pada musim ini menjadi juara di Community Shield dengan berhasil menang saat melawan Leicester City, kemudian kalahkan Bournemouth dan Southampton pada ajang Premier League.

Kehadiran Mourinho pada musim panas ini sudah datangkan Eric Bailly, Zlatan Ibrahimovic, Henrikh Mkhitaryan, dan Paul Pogba, dianggap telah berikan angin segar sepeninggal Louis van Gaal.

“Perubahan paling besar untuk mereka, tak hanya pemain yang sudah di rekrut, ialah tentang berubahnya mentalitas,” ujar Ferdinand.

“Dalam waktu 2 tahun terakhir di pimpinan Van Gaal ada hawa negatif, tak hanya untuk tim saja namun juga saat di stadion. Saya anggap hal tersebut telah berubah dengan hadirnya Mourinho dan salah satu soal terbesarnya ialah membuat mentalitas pemain berubah, diawali dari mengumpan bola ke samping dan tampil dengan gaya sebagai sebuah tim yang ungguk dengan fisik dan juga strategi di semua bagian lapangan. Musim ini adalah perubahan yang penting bagi mereka,” katanya.

Usai Sir Alex Ferguson keluar dari jabatannya sebagai manajer, dan David Moyes menggantikannya kemudian Van Gaal, MU seperti tak lagi membuat lawan ketakutan. Hal tersebut sekarang sedikit demi sedikit mulai berubah.

Di akhir pekan ini MU bakal berupaya menunjukkan hasil 100 persen pada musim perdana dengan melangsungkan laga di kandang Hull City. Tim promosi tersebut menciptakan start yang mengejutkan dengan kalahkan sang juara bertahan Leicester City pada pekan perdana dan sekarang memiliki 6 poin sama seperti MU.

Conte Bisa Pusing Karena Batshuayi

Penampilan Michy Batshuayi dengan Chelsea sampai saat ini terlihat oke. Pemain striker muda asal Belgia tersebut dianggap dapat datangkan dilema pada garis depan bagi Antonio Conte.

2 laga telah dilangsungkan oleh Batshuayi dengan Chelsea pada musim ini. Namun, striker yang direkrut dari Marseille pada bursa transfer musim panas ini tersebut cuma diposisikan sebagai pemain pengganti. Conte turunkan Diego Costa menjadi pemain penyerang inti The Blues.

Biarpun cuma cuma diposisikan sebagai pemain pengganti, Batshuayi lekas memberi efek signifikan. Di pertandingan menghadapi West Ham United pada pekan pertama di ajang Premier League, Batshuayi lah yang menjadi assist untuk angka kemenangan bagi Costa. Sedangkan ketika berhadapan dengan Watford di akhir pekan kemarin, pemain yang berumur 22 tahun tersebut menciptakan angka untuk Chelsea yang membuat skor menjadi imbang.

Thibaut Courtois adalah rekan satu tim Batshuayi pada tim nasional Belgia, yakin kalau teman satu timnya tersebut memiliki kemampuan untuk mencapai starting XI Chelsea. Kalau terus pertahankan penampilan meyakinkannya, Batshuayi dikatakan oleh Courtois bisa bikin Conte merasa pusing untuk membentuk timnya.

“Hal tersebut amat baik bagi Michy, saya merasa senang untuknya,” ucap Courtois.

“Tentu dirinya perlu memiliki sedikit kesabaran dengan hadirnya pemain striker oke seperti Diego di depannya. Namun, kalau ia masuk dan selalu bikin perbedaan seperti saat ini, akan membuat pelatih sulit untuk keluarkan dirinya pada kursi cadangan.”

“Tiap kali dirinya turun, dia membuat semangat, dia berada di tempat yang seharusnya dan menjadi sebuah ancaman yang nyata,” sambuk penjaga gawang Chelsea tersebut.

“Ia menciptakan angka saat menghadapi Watford namun juga ada yang terkena mistar gawang. Hal tersebut merupakan sebuah pertanda kalau ia siap dan ia bertekad menciptakan angka, kalau ia pun dapat berada di starting XI,” ujarnya.

Madrid Mengawali Upaya Akhiri di La Liga dengan Baik

4 musim beruntun sudah Real Madrid tidak bisa menambahkan koleksi titel juara di ajang La Liga. Upaya Madrid menyudahi musim ini diawali dengan bagus.

Madrid lewati jornada 1 La Liga 2016-2017 dengan berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-0 yang berlangsung pada hari Senin (22/8/2016) dinihari WIB, di Anoeta yang menjadi markas Real Sociedad. Gareth Bale menciptakan 2 angka dan 1 angka lainnya diciptakan oleh Marco Asensio yang musim kemarin menjadi pemain yang dipinjamkan kepada Espanyol.

Ini menandai kemenangan paling besar dari Madrid di babak pertama ajang La Liga dari Berjaya dengan skor 6-0 di kandang Zaragoza pada musim 2011-2012, Madrid seharusnya memulai musim tersebut dengan melawan Athletic Bilbao, namun aksi pemogokan ketika itu membuat pertandingan itu diundur.

Di musim 2011-2012 tersebut pun menjadi terakhir kalinya El Real sukses menjadi juara di La Liga, dengan 4 musim selanjutnya dipegang oleh Barcelona (3 kali) dan Atletico Madrid. Tetapi, Madrid masih menjadi tim paling berhasil dengan 32 gelar, di iringi dengan Barca (24) dan Atletico (10).

Serta statistik berkaitan dengan kemenangan Madrid pada pertandingan itu.

– Madrid sekarang tak ada gelar La Liga selama 4 musim beruntun, menyamakan urutan paling buruk mereka dari tahun 1991-1994 saat Barcelona memenangkannya dalam 4 musim berturut-turut. Madrid terakhir kali menjadi juara di tahun 2011-2012.

– Dari kemenangan dengan skor 6-0 saat berhadapan dengan Zaragoza pada pekan perdana La Liga 2011-2012, Madrid sekarang telah lewati 5 partai jornada pembuka dengan 3 kali menang dan 2 kali imbang saat skor 1-1 melawan Valencia (2012-2013), 2-1 melawan Betis (2013-2014), 2-0 melawan Cordoba (2014-2015), 0-0 melawan Sporting Gijon (2015-2016), 3-0 menghadapi Sociedad (2016-2017).

– Toni Kroos tercatat melakukan penampilan resmi yang ke 100 bersama Madrid pada laga yang berlangsung di Anoetea. Dia bakal masuk pada musim ketiganya bersama Madrid, usai menjadi juara di Liga Champions, Piala Dunia Antarkllubm dan 2 Piala Super Eropa.

Hasil Seri yang Membuat Atletico Sakit

Atletico Madrid yang akan meraih kemenangan terlihat di depan mata pada akhirnya harus hilang begitu saja saat pertandingan akan berakhir saat berhadapan dengan Alaves. Hasil seri tersebut pun membuat mereka terasa menyakitkan.

Atletico melangsungkan pertandingan jornada perdana di ajang La Liga dengan menjadi tuan rumah berhadapan dengan tim promosi yaitu Alaves. Di laga yang berlangsung pada hari Senin (22/8) dinihari WIB, di Vicente Calderon tersebut, Atletico bermain unggul lewat penguasaan bola yang mencapai 62 persen. Mereka melakukan 27 kali usaha dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang.

Walau bermain lebih unggul, Atletico baru dapat menciptakan angka saat laga memasuki injury time babak kedua, lebih tepatnya saat laga memasuki menit ke 93. Kevin Gameiro membuat Atletico unggul dengan eksekusi penalti yang didapatnya karena pelanggaran kepada Fernando Torres.

Namun keunggulan Atletico yang telah Nampak di depan mata pada akhirnya harus buyar. Cuma selang 2 menit, sepakan jarak jauh dari Manuel Garcia membuat Alaves berhasil membuat kedudukan menjadi imbang. Pada akhirnya hasi terakhir laga ini imbang dengan skor 1-1.

Hasil tersebut juga sangat membuat pemain bek Atletico yaitu Filipe Luis menyesalinya. Namun dirinya ingin Atletico bergegas kembali bangkit untuk dapatkan kemenangan.

“Kami keluar dengan perasaan yang menyakinkan dan sedih,” ucap Filipe Luis seperti pada situs resmi milik klub.

“Hal tersebut merupakan laga yang kami pegang dan kami ungguli. Kami memiliki sejumlah kesempatan dan saat kami melakukan hal paling sulit ialah menciptakan angka, mereka membuat kedudukan menjadi imbang,” sambungnya.

“Saat ini kami perlu kembali membumi dan berusaha untuk raih kemenangan di laga selanjutnya.”

Mourinho Optimis Kalau Ibrahimovic Selama 2 Musim Bersama MU

Walau umurnya sudah tergolong muda lagi, Zlatan Ibrahimovic bermain impresif di 2 laga perdananya dengan Manchester United. Jose Mourinho optimis kalau Ibra bakal tetap bermain 2 musim bersama MU.

Usai keluar dari Paris Saint-Germain, Ibrahimovic menyetujui kontrak yang memiliki jangka waktu sampau satu tahun bersama MU, dengan piliham diperpanjang pada tahun selanjutnya.

Di umurnya yang telah menginjak 34 tahun, Ibrahimovic menunjukkan dirinya masih bisa setajam sekarang. Pemain striker yang berasal dari Swedia tersebut menciptakan angka ke gawang Leicester City pada kompetisi Community Shield dan juga Bournemouth di pertandingan perdana pada ajang Premier League.

Mourinho menganggap kalau Ibrahimovic telah merasa betah di MU. Ia juga optimis kalau si pemain akan terus bermain untuk ‘Setan Merah’ hingga musim berikutnya.

“Saya menilai dirinya nampak bahagia. Saya tanyakan tentang keluarga, istrinya, dan juga anak-anaknya. Saya satar seberapa penting hal ini untuk dirinya. Semuanya berlangsung baik dan tiap orang merasa bahagia,” ucap Mourinho.

“Ia mempunyai motivasi yang amat besar. Maka, saya menilai dirinya akan tetap berada di tempat ini, tidak diragukan lagi, untuk 2 tahun berikutnya,” ujar manajer MU tersebut.

Ibrahimovic, yang bakal memperingati hari ulang tahunnya yang menginjak umur ke 35 pada tanggal 3 Oktober yang akan datang, baru-baru ini mengatakan kalau dirinya dapat bertahan di MU kurang lebih 2 tahun.

“Kita lihat saja apa yang terjadi nanti. Anda tidak akan pernah bisa mengetahui yang akan datang. Mungkin lebih dari 2 tahun, mungkin lebih dari 3. Lihat saja seberapa lama saya masih bisa merasa prima dalam bermain,” imbuhnya.

Mahrez Bahagia Bertahan di Leicester

Riyad Mahrez senang dengan keputusannya untuk tetap berada di Leicester City. Ia pun merasa senang Leicester tetap menahan sebagian besar pemain utamanya.

Mahrez patahkan spekulasi tentang kariernya kedepan dengan menyetujui kontrak yang baru. Pemain paling oke versi PFA musim kemarin tersebut memberi kontrak yang membuatnya tetap bermain untuk Leicester sampai tahun 2020.

Mahrez adalah pemain urutan ke 5 yang diberikan kontrak baru oleh Leicester pada musim panas ini. Leicester sebelumnya telah berikan kontrak yang baru kepada Wes Morgan, Jamie Vardy, Kasper Schmeichel, dan Andy King.

Sampai saat ini, cuma pindahnya N’Golo Kante ke kubu Chelsea yang mengaitkan pemain andalan Leicester. Sedangkan Dany Drinkwater rumornya bakal secepatnya menyetujui kontrak yang baru.

“Saya merasa senang terus melanjutkan kerier saya dengan Leicester City. Bahagia rasanya berada di tempat ini sepanjang 2,5 tahun terakhir, maka saya bakal terus berada di tempat ini,” ucap Vardy.

“Saya bernafas dari waktu ke waktu. Saya mendapat sejumlah hal baik dengan klub ini. Tiap pemain telah mengucapkan selamat. Ini baik, mereka bahagia, dan dan menahan semua pemain pada tim tersebut amat baik.”

“Hal ini penting sebab musim kemarin kami mendapat hal paling bagus yang kami dapat di Inggris. Kami telah melalui musim yang hebat dan penting untuk tetap menahan para pemain untuk menjaga semangat seperti sebelumnya.”

“Sepakbola yang kami tunjukkan banyak akan semangat, maka kalau semua pemain tetap membuat mentalitasnya terjaga, saya menilai kami dapat mewujudkan sesuatu yang baik pada tahun ini. Saya amat bahagia berada di sini dan saya mengetahui kalau klub senang memberi saya kontrak yang baru, maka saya pun pelu mengucapkan terima kasih kepada mereka,” ujarnya.