Rakitic Ingin Kontrak Baru Agar Lebih Lama Di Barca

Ivan Rakitic sekarang ini memang tengah merasa sedikit khawatir dengan kurangnya peluang yang ia raih untuk tampil di Barcelona. Namun Rakitic tidak ada keinginan dalam dirinya untuk keluar dari Camp Nou.

Rakitic belum lama ini mulai tergusur dari tim utama Barca. Setelah performa buruk ketika berhadapan dengan Real Madrid, Rakitic lalu tak bermain pada 3 laga secara berturut-turut.

Dengan menyeluruh, Rakitic baru bermain sebanyak 13 kali di La Liga dan cuma 10 di antaranya menjadi starter. Pemain gelandang yang berasal dari Kroasia tersebut baru sumbangkan 2 angka di liga.

Keadaan itu pernah bikin Rakitic dirumorkan sedang tak akur dengan sang pelatih Enrique. Kecilnya peluang bagi dirinya pun bikin pemain sepakbola yang berumur 28 tahun tersebut dikatakan bakal dijual.

Namun Rakitic tegaskan kalau ia berharap bisa terus bertahan lebih lama lagi bersama Barca. Rakitic, yang masih memiliki kontrak sampai dengan tahun 2019, tidak merasa keberatan kalau dirinya diberikan perpanjangan kontrak.

“Saya ingin sekali saya dapat selalu berada di tempat ini sampai bertahun-tahun. Saya berharap ada kontrak yang baru antara saya dengan Barcelona,” ucap Rakitic.

“Saya merasa khawatir sebab saya terus berharap dapat kesempatan untuk tampil namun saya miliki rasa percaya pada pelatih. Saya perlu melakukan usaha keras namun saya percaya dengan diri saya,” ujar dia.

Klopp Legah Liverpool Lolos Tanpa Masuk Extra Time

Liverpool memang hanya berhasil menangkan laga dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan Plymouth Argyle. Namun hal tersebut telah buat sang manajer Juergen Klopp merasa puas sebab The Reds tidak perlu lolos dengan memasuki extra time.

Usai tampil seri tanpa ada angka yang tercipta sekitar 10 hari yang lalu di Anfield, Liverpool dan Plymouth bertemu lagi di pertandingan replay Babak Ketiga Piala FA yang berlangsung pada hari Kamis (19/1/2017) dinihari WIB, di Home Stadium.

Liverpool unggul lewat penguasaan bola mencapai 68 persen. Mereka lesatkan 16 upaya, tetapi cuma 4 yang mengarah ke gawang. Sementara tuan rumah miliki 5 percobaan dengan 2 di antaranya yang tepak ke sasaran.

Tetapi, cuma 1 angka yang diciptakan Liverpool lewat Lucas Leiva di menit 18 dengan tandukan melanjutkan umpan pojok yang dilancarkan oleh Philippe Coutinho. Liverpool sesungguhnya berkesempatan tambahkan angka namun penalti Divock Origi pada babak kedua dibendung sang penjaga gawang Plymouth.

Walau hanya menang dengan jarak 1 angka atas tim divisi 4, Klopp tidak persoalkan hal tersebut sebab yang paling penting adalah Liverpool dapat lolos dan bakal tantang Wolverhampton pada babak keempat.

Biarpun begitu, Klopp akui kalau timnya pernah merasa was-was bakal kerepotan ciptakan angka mengingat cara bermain Plymouth pada pertemuan pertama kemarin.

“Makin lama Anda tak ciptakan angka jadi bakal makin penasaran dan Anda menyaksikan kalau saat mereka mulai tampil direct, kami tak biasa dengan hal tersebut dan mereka tak sering tampil bersama – garis belakang,” ucap Klopp.

“Ok, mereka memang miliki sejumlah kesempatan namun kami pun begitu, terutamanya pada 20 menit saat kami menguasai laga,” lanjutnya.

“Mungkin ini bukanlah pertandingan yang menarik namun untuk kami ini amat penting seperti pertandingan lainnya untuk sejumlah pemain muda, maka semuanya baik-baik saja, tak ada tambahan waktu, tujuan kami selesai. Semuanya terasa menyenangkan di tempat ini karena kami dapat tuntaskan pertandingan lebih cepat,” ujar Klopp.

Pioli Anggap Inter Memang Pantas Menang

Karena membiarkan keunggulan 2 angka, Inter Milan perlu tampil sampai memasuki extra time ketika berhadapan dengan Bologna. Tetapi, sang pelatih Stefano Pioli menganggap kalau Inter memang pantas raih hasil positif.

Inter menangkan laga atas Bologna dengan skor akhir 3-2 di laga babak 16 besar Coppa Italia yang berlangsung pada hari Rabu (18/1/2017) dinihari WIB, di Stadion Giuseppe Meazza. Tetapi, Nerazzurri baru bisa lolos usai melangsungkan laga hingga 120 menit.

Inter sesungguhnya lebih awal unggul dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan Jeison Murillo dan Rodrigo Palacio. Namun, Bologna dapat ciptakan 2 angka balasan lewat Blerim Dzemaili dan Godfred Donsah. Tim tamu juga paksakan untuk berlansungnya extra time.

Saat berlangsungnya extra time, Antonio Candreva yang turun ke lapangan menjadi pemain pengganti bermain menjadi penentu atas hasil positif yang diraih Inter dengan angka yang ia cetak di menit 98. Inter pun lolos ke babak perempatfinal dan berikutnya bakal berhadapan dengan Lazio atau Genoa.

“Ini merupakan sebuah laga yang oke dengan banyanya kesempatan,” ucap Pioli.

“Laga ini sesungguhnya telah ada pada tengan kami. Namun, laga ini pun jadi sebuah bukti kalau saja Anda sedang lengah sedikit saja, kesempatan lawan dapat kembali terbuka,” katanya.

“Saya memberi pujian pada Bologna, dan juga tim saya yang berharap bisa lolos dari partai ini. Tadi merupakan sebuah laga yang imbang, namun pada akhirnya kamilah yang layak keluar sebagai pemenang,” imbuh Pioli.

Vidic Anggap MU Telah Tergusur dari Perselisihan

Walau secara matematika Manchester United masih miliki peluang untuk jadi juara Premier League, Nemanja Vidic menganggap dengan realistis bekas timnya tersebut telah tergusur.

MU sekarang ini berada di urutan ke-6 klasemen sementara dengan mengumpulkan 40 poin lewat 21 laga. Walau jarak dengan Tottenham Hotspur diurutan kedua cuma selisih 5 poin, tetapi mereka telah tertinggal 12 poin dengan Chelsea yang berada di urutan teratas.

Untuk Vidic, peluang MU menjadi juara nyaris dapat dibilang sulit. Ditambah kalau mengingat lancarnya langkah Chelsea, yang hanya 1 kali kalah pada 15 partai liga terakhir dan menangkan 14 laga sisanya.

“Dengan realistis, kami tergusur dari perselisihan titel. Hal tersebut adalah penilaian saya. Namun di sejumlah pekan terakhir, cara kami tampil telah menyenangkan,” ujar Vidic.

“Bahwa kami selalu tampil seperti itu, jadi tempat 3 besar merupakan incaran kami,” katanya.

Pada pertandingan terbarunya, MU tampil dengan skor imbang 1-1 melawan Liverpool di Old Trafford, pada akhir pekan lalu. Tertinggal lebih awal dengan penalti dari James Milner pada menit 27, MU samakan skor lewat Zlatan Ibrahimovic di menit 84.

Vidic menganggap di pertandingan tersebut MU amat banyak lewati peluang. Ini pun menjadi bagian lain mengapa MU akan tak mudah menyusul titel musim ini.

“Usai tertinggal dengan skor 0-1, Anda meraih angka yang membuat imbang skor menjadi 1-1. Pada babak pertama, kami tampil oke. Kami miliki 3 atau 4 peluang baik dan tidak mengoptimalkannya,” ucap pemilik 5 titel Premier League bersama MU itu.

“Bahwa Anda ingin menangkan pertandingan, Anda perlu ambil kesempatan yang kami raih. Pada babak kedua, kami tak tampil sama bagusnya seperti babak pertama, namun kami ciptakan angka.”

“Ibrahimovic memperlihatkan levelnya kembali. Sebuah kesempatan, 1 angka. Dengan menyeluruh 1-1 hal tersebut hasil yang adil,” katanya.

Walau begitu MU masih melangsungkan langkah tidak pernah kalahnya di liga jadi 12 pertandingan. ‘Setan Merah’ menangkan 7 di antaranya.

City Perlu Semakin Solid Usai Dikalahkan Everton

Manchester City raih sebuah pembelajaran yang amat bernilai usai mendapat hasil negatif di markas Everton. City sekarang diminta untuk lebih solid lagi sebagai tim.

Hal itu dikatakan oleh pemain bek kiri City, Gael Clichy. Clichy tampil penuh lewat laga yang berlangsung pada hari Minggu (15/1/2017), di Goodison Park, dan perlu melihat timnya dibuat malu oleh Everton dengan skor akhir 0-4.

Hasil negatif dengan kebobolan 4 angka tanpa dapat membalas ini merupakan hasil paling buruk City di musim ini, sama dengan hasil negatif The Citizens melawan Barcelona pada tahap grup Liga Champions.

“Ini tidaklah mudah. Namun, terkadang Anda tampil oke dan tak berarti Anda bakal menangkan laga,” ucap Clichy.

“Kami mengetahui seperti apa mereka bakal tampil, hampir terus kirimkan umpan panjang pada Lukaku, dan lewat 5 pemain belakang juga andalkan serangan balik. Kami mengetahui hal tersebut, namun kami juga tahu kami berharap tunjukkan cara main kami sebab kami optimis hal tersebutlah cara untuk menangkan laga,” sembung pemain bek yang berasal dari Prancis tersebut.

“Kami pun mengetahui terkadang Anda perlu berpikir realistis– saat ada peluang, Anda perlu ciptakan angka, dan saat Anda bertahan Anda perlu bertahan dengan lebih oke,” katanya.

Usai hasil negatif melawan Everton, City sekarang berada di urutan kelima klasemen Premier League dengan mengumpulkan 42 poin. Mereka berselisih 10 poin dengan Chelsea yang berada di urutan teratas klasemen.

“Maka, pesan umumnya ialah kami perlu semakin solid dan kompak sebagai sebuah tim, dibanding herus berpikir tentang hal lain,” ujar Clichy.

City berikutnya bakal berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada hari Sabtu (21/1/2017) yang akan datang, di Etihad Stadium.

Imbangi Sevilla, Madrid Melangkah ke Perempatfinal

Real Madrid masuk ke babak perempatfinal Copa del Rey. Los Blancos berhasil masuk setelah mendapatkan hasil imbang dengan skor 3-3 saat melangsungkan laga di kandang Sevilla pada pertandingan leg kedua babak 16 besar.

Madrid pada hari Jumat (13/1/2017) dinihari WIB, berkunjung ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, tanpa membawa sejumlah pemain utamanya. Cristiano Ronaldo dan Luka Modric dabsen karna perlu beristirahat, sementara Gareth Bale dan Pepe masih alami cedera.

Hadir dengan modal hasil positif dengan skor 3-0 di pertemuan pertama, Madrid perlu berhadapan dengan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Sevilla. Tim tuan rumah yang bermain amat agresif lebih awal unggul lewat angka bunuh diri Danilo di menit 10.

Madrid baru dapat membuat imbang kedudukan di menit 48 lewat aksi individu dari Marco Asensio. Namun, angka yang diciptakan oleh Stevan Jovetic pada menit 53 kembali membuat Sevilla unggul dengan skor 2-1. Lalu Sevilla menambah lagi keunggulan mereka jadi 3-1 dengan angka yang diciptakan Vicente Iborra pada menit 77.

Ketika Sevilla semakin antusias untuk membuat imbang agregat, Madrid malah ciptakan angka kedua lewat sepakan penalti Sergio Ramos di menit 83. Dengan waktu tersisa yang telah sangat tipis, Sevilla berupaya untuk tidak menyerah begitu saja. Tetapi malah Madrid yang dapat membuat imbang kedudukan jadi 3-3 lewat angka yang diciptakan oleh Karim Benzema pada masa injury time.

Lewat hasil ini, Madrid pun berhasil masuk ke babak perempatfinal menang dengan agregat 6-3 atas Sevilla.

Susunan Pemain
Sevilla: Soria; Mercado (Vitolo 65′), Lenglet, Rami; Correa (Jovetic 45′), Iborra, Kranevitter, Sarabia, Escudero; Vietto (Nasri 55′), Ben Yedder

Real Madrid: Casilla; Danilo, Ramos, Nacho, Marcelo; Kroos, Casemiro, Asensio; Vazquez (Carvajal 64′), Morata (Benzema 76′), Mariano (Kovacic 58′)

Klopp Sebut Mereka Bakal Membalas di Anfield

Biarpun kalah pada leg pertama, sang manajer Liverpool Juergen Klopp yakin dengan kesempatan timnya masuk ke babak final. Namun ‘Si Merah’ diminta bermain lebih apik saat melangsungkan laga di Anfield.

Di leg pertama Semifinal Piala Liga Inggris yang berlangsung pada hari Kamis (12/1/2017) dinihari WIB, di St Mary’s, Liverpool bermain di bawah penampilan okenya dan perlu akui unggulnya Southampton dengan skor 0-1.

Angka yang diciptakan Nathan Redmond pada menit 20 tidak dapat dibalas oleh anak-anak Merseyside Merah pada sisa laga. Penampilan buruk yang Liverpool tampilkan menjadi alasan mengapa mereka sulit untuk imbangi Southampton.

Selama 90 menit pertandingan, Liverpool cuma ciptakan 9 percobaan dengan 2 di antarnya yang mengarah ke sasaran. Sedangkan Soton menyulitkan Liverpool dengan ciptakan 10 percobaan dengan setengah di antaranya mengarah ke gawang.

Dengan keadaan seperti ini, Liverpool pasti berada pada keadaan terjepit berhubungan dengan kesempatan untuk lolos ke babak final. The Reds perlu mendapat hasil positif minimal jarak 2 angka sementara Soton cuma perlu hasil imbang.

Walau penampilan timnya tengah menurun sehabis bergantinya tahun, 2 seri dan 1 kali kalah, Klopp optimis kalau Liverpool bakal membaik dan membayarnya pada leg kedua.

“Penampilan kami memang tak baik. Namun kesempatan kami masih ada untuk masuk ke babak final,” ucap Klopp.

“Untuk sekarang ini bakal ada 2 manajer yang merasa kecewa setelah laga, yang satu kecewa sebab timnya kalah dan bermain tak oke, sedangkan yang lain kecewa sebab cuma menang dengan skor 1-0 untuk modal tampil di Anfield,” lanjutnya.

“Kami bakal membayarnya. Pertandingan bakal berbeda pada nantinya, tim yang lain, dan semuanya bakal lain di Anfield.”

“Untuk kami masih bisa untuk bermain di Wembley dan hal tersebut merupakan incaran.”

“Hal tersebut satu-satunya yang buat saya merasa tenang. Hasil ketiga paling oke yang dapat Anda raih. Kalau tak menang atau seri  kalah dengan skor 0-1 masih baik. Saya memang tak suka dengan itu, namun babak final masih berkemungkinan,” kata Klopp.

Mourinho: Angka Pertama MU Harusnya Tidak Perlu Dirayakan

Sang manajer Manchester United yaitu Jose Mourinho soroti perbuatan yang dilakukan oleh para pemainnya yang rayakan angka pertama, yang diciptakan oleh Juan Mata, pada hasil positif yang diraih saat berhadapan dengan Hull City. Dia mengatakan kalau angka tersebut tidak perlu dirayakan seperti itu.

MU menangkan babak leg pertama semifinal Piala Liga Inggris dengan skor akhir 2-0 saat menjadi tuan rumah melawan Hull pada hari Rabu (11/1/2017) dinihari WIB, di Old Trafford.

Hasil positif yang mengantarkan MU selangkah semakin dekat dengan partai puncak tersebut tak didapat dengan mudah. Pada menit ke-56 The Red Devils baru bisa menemukan jalan keluar atas kebuntuan mereka dengan angka yang diciptakan oleh Mata setelah sambut umpan dari Henrikh Mkhitaryan.

Pemain internasional Spanyol itu rayakan cetak angkanya di depan para pendukung tuan rumah di Stretford End, sebelum dapatkan pelukan selamat dari para rekan satu timnya.

“Kami mestinya melanjutkan laga yang tengah berlangsung. Pada kompetisi Piala seperti ini tiap angka dapat menjadi krusial maka mengapa harus adakan perayaan seperti itu saat laga masih berjalan setengah jam lagi?” ucap Mourinho.

“Saya anggap kami harusnya tidak usah lakukan hal tersebut. Tidak ada alasan untuk rayakan cetak angka yang pertama,” kata dia.

Komentar itu bukan tidak mungkin keluar dari Mourinho untuk menambah semangat para pemainnya supaya tak hilang fokus pada tengah laga mengingat akhir pekan ini ‘Setan Merah’ bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Liverpool pada partai Premier League.

Zidane Tak Kecewa Tidak Menjadi Pelatih Terbaik Dunia

Sang pelatih Real Madrid yaitu Zinedine Zidane tidak merasa kecewa setelah tak raih penghargaan pelatih terbaik dunia 2016. Zidane cuma berharap agar Madrid selalu bermain oke.

Zidane sukses antarkan El Real menjadi juara di Liga Champions musim kemarin. Hasilnya, sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut jadi salah satu dari 3 orang calon pemenang penghargaan pelatih terbaik dunia FIFA 2016 dengan Claudio Ranieri [Leicester City] dan Fernando Santos [Portugal].

Tetapi, pada acara yang berlangsung pada hari Selasa (10/1/2017) dinihari WIB, di Zurich, Swiss, penghargaan itu diberikan kepada Ranieri. Ranieri dengan mengejutkan membawa Leicester menjadi juara di Premier League 2015-2016 mendapat suara paling banyak dengan 22,06 persen, unggul dari Zidane (16,56 persen) dan Santos, yang persembahkan Piala Eropa perdana untuk Portugal (16,24 persen).

Walau demikian, Zidane pantas merasa bangga karena Madrid menaruh banyak pemainnya sebagai tim terbaik FIFA. Sergio Ramos, Marcelo, Luka Modric, Toni Kroos, dan Cristiano Ronaldo berada pada daftar yang  isinya 11 pemain.

“Saya tertarik untuk tim dan apakah kami bakal selalu tampil dengan oke. Saya perlu ucapkan terima kasih untuk para pemain sebab mereka merupakan alasan mengapa saya dapat berada pada 3 nama calon, serta terima kasih pada staf pelatih,” ujar Zidane.

“Kami berusaha dengan amat baik dan saya merasa senang ada di tempat ini.”

“Hasil ini [5 pemain di nominasi tim terbaik] merupakan hasil upaya dari tiap pemain, apa yang telah mereka lakukan setiap harinya,” kata pemain legendaris tim nasional Prancis tersebut.

Madrid belum lama ini samakan rekor Barcelona dengan catatkan langkah tak pernah kalah pada 39 laga secara beruntun sedari awal bulan April tahun kemarin. Madrid pun ungguli perburuan trofi juara La Liga dengan unggul 5 poin dari sang juara bertahan Barca, ditambah masih mempunyai sisa 1 pertandingan lagi.

Enrique Sayangkan Hasil Seri Melawan Villareal

Barcelona tak berhasil dapatkan poin penuh ketika berkunjung ke kandang Viilareal. Sang pelatih Barca, Luis Enrique, menyesal atas hasil pertandingan itu.

Melangsungkan laga pada hari Senin (9/1/2017) dinihari WIB, di El Madrigal pada pekan 17 La Liga, Barcelona hanya bisa kembali pulang dengan membawa 1 poin. Tim Blaugrana tersebut mendapat hasil seri melawan villareal dengan skor akhir 1-1.

Malah Barca di awal sempat tertinggal lewat anga yang tercipta lewat serangan balik Alexandre Pato. Lionel Messi yang berhasil menolong Barca dari hasil negatif.

Barca telah buang banyak sekali kesempatan yang mereka ciptakan. Statistik mencatat selama laga berlangsung, Barca telah ciptakan 17 percobaan dengan 10 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Villareal tampil lebih efektif dengan bikin 5 percobaan dengan 4 di antaranya yang mengarha ke gawang.

“Tim seharusnya pantas untuk raih hasil yang lebih baik, kami pantas untuk raih hasil positif, namun sepakbola tak selamanya terus adil bukan?” ucap Enrique seperti pada situs resmi klub.

“Villareal merupakan tim yang tidak takut untuk berusaha. Mereka miliki para pemain berkualitas. Mereka pahami cara mereka bermain, dengan bola ataupun tanpa bola.”

“Kami sadari betapa repotnya menghadapi Villareal, namun kami pantas raih hasil positif pada laga ini. Tidak ada lagi yang dapat saya katakan pada para pemain saya, kami sudah memperlihatkan cara bermain yang bagus,” ujar Enrique.

Lewat 1 poin tambahan tersebut, Barca terus menempati posisinya di urutan ketiga dengan mengumpulkan 35 poin. Barca berselisih 1 poin dengan Sevilla yang berada di posisi kedua.