Category Archives: Berita Terbaru

Tepikan Morata Demi Benzema, Zidane Dikritik

alvaro morata

Langkah Zinedine Zidane yang lebih mementingkan Karim Benzema daripada Alvaro Morata mengundang pertanyaan dari banyak orang. Nyatanya di atas lapangan Morata justru lebih garang dibandingkan Benzema.

Morata dipulangkan kembali oleh El Real dari Juventus pada musim panas lalu. Usai dua musim menjalani masa peminjaman Turin, Morata berharap mendapatkan kans lebih banyak tampil starter.

Akan tetapi Morata malah menemui kesulitan menggusur dominasi Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema sebagai trio bomber Madrid. Pemain asal Spanyol ini memang bermain 39 kali di berbagai ajang, termasuk salah satu yang paling banyak dalam skuat Madrid.

Walau begitu Morata hanya mengumpulkan 1.791 menit di atas lapangan atau rata-rata 45 menit setiap pertandingan! Ini berarti penyerang berusia 24 tahun tersebut lebih kerap bermain satu babak saja. Memang pemain didikan akademi Madrid ini hanya menjadi pelapis dan diturunkan untuk partai-partai yang terbilang mudah untuk El Real.

Misalnya ketika melawan tuan rumah Granada pada jornada ke-36 La Liga, Minggu (7/5/2017) dinihari WIB tadi. Morata mendulang sepasang gol yang bermain sejak awal.

Dua gol itu membuat koleksi gol Morata sejauh musim ini sudah genap 20 gol, termasuk 15 gol di La Liga, hanya kalah dari Ronaldo.

“Sudah tentu saya ingin lebih sering dimainkan. Akan tetapi yang pasti saya selalu siap kapan saja setiap manajer membutuhkan saya dan itulah yang terpenting,” ujar Morata di Soccerway.

“Sama dengan pemain lain pastinya saya ingin bermain di tiap laga, selalu tampil dan mempesemabahkan gol demi gol. Walau saya tahu hal itu tak bisa setiap saat bisa terjadi,” sambungnya.

“Tak terpikirkan sama sekali tentang catatan pribadi, saya mau memenangi La Liga dan Liga Champions seperti pemain lain di skuat ini. Memang sulit, akan tetapi kami terus berjuang demi memenangi dua turnamen tersebut.”

Morata boleh jadi geram mengingat Benzema yang menjadi striker utama sekarang baru mendulang 17 gol dari 44 kali tampil di berbagai ajang.

“Biarkan saja orang di luar sana yang membicarakan itu. Fokus saya adalah mencetak gol dan 20 gol itu cukup bagus,” tutupnya.

Dua Bintang Liverpool Absen Hadapi West Brom

adam lallana

Jurgen Klopp selaku arsitek Liverpool mengkonfirmasikan jika Jordan Henderson dan Adam Lallana dipastikan tidak bisa tampil dalam laga menghadapi West Brom akhir pekan ini.

Henderson telah cukup lama absen akibat mengalami cedera pada kakinya. Kapten The Reds itu melewatkan tujuh pertandingan sejauh ini.

Sedangkan Lallana sekarang ini menjalani perawatan atas cedera paha yang menimpanya. Cedera tersebut ia dapat ketika memperkuat tim nasional Inggris di jeda internasional kemarin, tepatnya pada pertandingan kontra Lithuania.

Klopp menyatakan, dua pemain Inggris ini belum bisa pulih pada akhir pekan ini. Dirinya juga mengaku belum bisa memastikan kapan Henderson segera comeback ke lapangan hijau.

“Sudah tentu dari awal bila kembalinya belum bisa dipastikan kapan,” ujar Klopp terkait kemajuan cedera Henderson seperti dilansir Liverpool Echo.

“Kami menunggu perkembangannya. Dia tak merasakan apapun namun kami harus membuat beberapa tahapan sehingga ia bisa menjadi bagian dari latihan tim,” tuturnya.

“Bisa saja pekan depan dalam latihan atau sepekan berikutnya lagi. Saya cukup yakin ia masih bisa tampil di beberapa laga (terakhir Liverpool di musim ini),” tandasnya.

Lalu perihal Lallana, pelatih asal Jerman ini merasa gelandang serba bisa itu bisa segera merumput dalam waktu dekat.

“Usai laga kontra Crystal Palace, Lallana bisa berlatih dengan skuat yang lain. Untuk Jordan bisa pekan depan atau sepekan berikutnya,” pungkasnya.

Partai Liverpool menghadapi Crystal Palace sendiri bakal dilangsungkan pada tanggal 23 April mendatang. Sesudah itu pada tanggal 2 Mei mereka bakal tampil menghadapi Watford.

Barca Tidak Sekuat Dua Tahun Lalu

leonardo bonucci

Leonardo Bonucci menyebut bila Barcelona sekarang ini tidak setangguh ketika final Liga Champions 2015. Dia juga memperingatkan bila Juventus saat ini sudah semakin matang.

Juve bakal meladeni Barca di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Satu pekan berselang, Si Nyonya Tua gantian berkunjung ke Camp Nou di leg kedua.

Pertarungan ini adalah pertemuan pertama sejak final Liga Champions 2015 lalu. Waktu itu, Juve terpaksa mengakui sang lawan dengan skor 1-3.

Dua tahun berlalu, Juve telah melakukan beberapa perubahan dalam skuatnya. Sementara itu, Barca tidak banyak berubah, cuma lini bertahan yang melakukan perubahan signifikan.

Bonucci pun menyebut Blaugrana sekarang tak sekuat dua tahun lalu. Tim terkuat menurutnya sekarang ialah Bayern Munich.

“Barcelona memiliki manajer yang sama dalam tiga tahun dan itu membantu. Neymar sudah benar-benar berkembang, sedangkan Javier Mascherano dua tahun lebih berpengalaman dalam bermain di lini belakang. Ivan Rakitic pun juga telah matang,” ujar Bonucci kepada El Pais seperti dikutip dari Football Italia.

“Maka dari itu saya rasa Barca saat ini tak setangguh saat di 2015. Menurut pandangan saya, Bayern Munich sekarang adalah tim terkuat di Liga Champions dan saya yakin mereka takkan pernah membiarkan comeback seperti melawan Paris Saint-Germain.”

“Pemain kami ketika itu diisi Claudio Marchisio, Arturo Vidal, Andrea Pirlo, dan Paul Pogba. Mereka melakukan banyak hal dalam final itu, namun kami sekarang punya pemain yang berbeda, kami telah matang dalam menguasai bola dan lebih mengerti kapan harus bertahan atau menyerang,” katanya.

Spurs Harus Belajar Dari Musim Lalu

mauricio pochettino

Tottenham Hotspur kembali ikut dalam pertarungan zona atas Liga Primer Inggris musim ini. Pengalaman pahit musim lalu disebut bisa menjadi pelajaran berharga.

Musim ini Spurs lagi-lagi menjadi penggaggu serius para tim unggulan. Untuk sementara The Lilywhites menempati peringkat kedua klasemen dengan perolehan angka 62 dari 29 laga, terpaut tujuh poin dari Chelsea.

Sedangkan di belakang mereka, empat tim juga tengah bersaing keras merangsek ke posisi atas. Liverpool yang ada d peringkat ketiga hanya terpaut tiga angka, disusul Manchester City, Manchester United, dan Arsenal.

Dengan kompetisi menyisakan sembilan partai lagi, Spurs akan diuji konsistensinya hingga laga terakhir. Musim lalu, pasukan armada Mauricio Pochettino ini mengalami kemunduran di momen yang sama.

Usai dipastikan gagal menjadi juara di pekan keenam, Spurs lantas menderita kekalahan di dua partai terakhir. Hasil-hasil tersebut menyebabkan mereka akhirnya disalip rival satu kota, Arsenal, dan harus finis ketiga.

Musim tersebut dinilai Pochettino menjadi pengalaman pahit bagi timnya. Dia hanya ingin para penggawanya bisa belajar dari hal itu dan lebih terpacu menatap akhir kompetisi ini.

“Selalu saya katakan kepada para pemain, kami harus mempelrihatkan apabila kami tak lagi sama dibandingkan musim lalu. Kita akan melihat apakah kami telah belajar, namun juga tak adil membandingkan dengan dua musim ini. Yang telah terjadi biarlah saja,” kata Pochettino kepada Daily Mail.

“Itu menjadi pengalaman pahit, namun itu merupakan suatu hal yang harus kami pikirkan setiap saat dan kami harus melakukan yang terbaik, menjaga posisi, dan berjuang.”

“Kami tak memperlukan siapapun untuk mendorong kami supaya bersemangat, karena momen yang tengah kami lalu telah membuat antusias,” imbuhnya dikutip Standard.

Mourinho Sesali Perlakuannya Terhadap Schweinsteiger

jose mourinho dan bastian schweinsteiger

jose mourinho dan bastian schweinsteigerBastian Schweinsteiger baru saja meresmikan kepindahannya ke klub Liga Amerika Serikat, Chicago Fire. Pelatih Manchester United Jose Mourinho mengaku menyesal atas perlakuannya terhadap Schweinsteiger.

Pemain asal Jerman tersebut angkat kaki dari United usai cuma empat kali diturunkan dengan satu kali sebagai starter dalam arahan Mourinho. Sebelum kembali ke tim, Schweinsteiger melalui awal musim yang pahit.

Schweinsteiger sempat tergusur skuat reserve. Perlakuan itu memunculkan kecaman pada manajer Portugal itu lantaran dinilai tidak menaruh respek kepada Schweinsteiger, yang mempunyai reputasi cemerlang.

Kepergian Schweinsteiger mengurangi stok pemain Setan Merah di sisa musim. Bekas penggawa Bayern Munich itu tentu dibutuhkan United untuk memenuhi target finis empat besar plus juara Liga Europa.

“Saya sangat menyesalia atas atas sesuatu yang pernah saya lakukan padanya,” kata manajer Portugal itu di Sky Sports. “Saya tak mau bicara soal dia sebagai seorang pemain, saya tidak ingin berbicara tentang dia sebagai pemain yang saya rekrut atau tidak. Saya mau berbicara tentangnya sebagai seorang profesional, sebagai manusia.”

“Perkaan terakhir yang saya bilang kepadanya sebelum pergi ialah ‘Saya pernah berbuat yang tidak baik kepada kamu, saya harus baik pada kamu sekarang’. Maka saat dia meminta saya untuk mengizinkannya pergi, saya harus bilang ‘iya, kamu boleh pergi’ karena saya pernah melakukan hal itu sekali, saya tak bisa melakukannya untuk kedua kali.”

“Saya orang yang sangat menyesal atas periode pertama saya dengannya, dia menyadari itu. Kini saya merasa lega dia tahu karena saya sudah mengatakannya kepada dia,” sambung Mourinho.

“Saya bakal merindukan dia sebagai sosok pria yang baik, profesional yang baik, dan sebuah pengaruh yang baik dalam sesi latihan, pengaruh yang sangat baik. Saya tak bisa menghalangi dia untuk pergi walaupun saya tahu bila hingga akhir musim kami memiliki banyak sekali pertandingan dan kami mungkin bakal butuh dia untuk beberapa laga.”

‘Juve Hadapi Barca Bukan Membalas Dendam’

Hasil undian pada ajang Liga Champions akan tampilkan laga antara Juventus melawan Barcelona. Pertandingan tersebut dikatakan bukan jadi kompetisi balas dendam disusul dengan ketidak berhasilan pada babak final 2014/2015.

Undian di partai 8 besar Liga Champions telah dilangsungkan pada hari Jumat (17/3/2017) malam WIB, di Nyon. Pertandingan tersebut adalah ulangan babak final 2 musim kemarin.

Waktu itu, Juve tunduk dari Barca dengan skor akhir 1-3. Pada pertandingan yang bertempat di Olympiastadion, Berlin pada tanggal 6 Juni 2015, Ivan Rakitic, Luis Suarez, dan Neymar yang berhasil ciptakan angka ke gawang Juve.

Pemain dari Juve yaitu Claudio Marchisio, menganggap kalau pertemuan dari kedua tim pada babak perempatfinal Liga Champions di musim ini bakal jadi pertandingan yang tak sama. Ia pun tidak berpikir soal tujuan mereka lakukan balas dendam.

“Hal tersebut bakal menjadi laga yang berjalan sungguh beda. Sebelumnya, adalah babak final satu pertandingan. Saat ini bakal ada pertandingan 2 pertemuan. Maka, kami tidak dapat menilai ini menjadi sebuah ajang untuk balas dendam,” ujar Marchisio.

“Kami perlu menilai tentang babak yang krusial, di mana di sana ada sebuah tim yang lebih mudah di atas kertas. Namun, semua tim yang telah hadir di titik telah memperlihatkan kualitas yang luar biasa dan talenta. Semua orang yang berada pada titik ini adalah tim yang kokoh.”

“Kami bertemu dengan Barcelona yang dapat lakukan comeback amat hebat (saat bertemu Paris Saint-Germain) untuk dapat melangkah ke babak perempatfinal dan kami tidak sabar untuk berhadapan dengan mereka,” kata dia.

Jermain Defoe Bersama Tim nasional Inggris Lagi

Usai lebih dari 3 tahun tak tampil, Jermain Defoe raih panggilan lagi dari timnas Inggris. Defoe dipanggil untuk pertandingan menghadapi Jerman dan Lithuania.

Nama Defoe dalam daftar 26 pemain yang dipersiapkan oleh manajer Gareth Southgate untuk melangsungkan laga persahabatan berhadapan dengan Jerman di Dortmund pada tanggal 22 Maret yang akan datang dan laga kualifikasi Piala Dunia 2018 berhadapan dengan Lithuania di Wembley 4 hari selanjutnya.

Dipanggilnya Defoe adalah sebuah hadiah karena performa meyakinkan dari pemain striker yang berumur 34 tahun tersebut di musim ini. Walau hanya bermain untuk tim papan bawah Sunderland, ia terus produktif dan ciptakan 14 angka. Defoe pun dibuat untung dengan menepinya Harry Kane dan Wayne Rooney yang tengah mendapat cedera.

Defoe sampai sekarang ini catatkan 55 caps dengan tim nasional Inggris dan telah catatkan 19 angka untuk The Three Lions. Tetapi, terakhir kali ia bermain untuk tim nasional ialah di pertandingan menghadapi Chile pada bulan November 2013 silam, di Wembley.

“Terima kasih atas semua pesan kalian! Tampil bersama Inggris merupakan mimpi saya sedari hari pertama, maka dapat kembali pada skuat seperti amat luar biasa untuk saya,” ucap Defoe berhubungan dengan panggilan ini.

Pada garis depan, Southgate pun datangkan pemain penyerang muda Manchester United yaitu Marcus Rashford dan striker Leicester City Jamie Vardy.

Skuat Inggris:

Kiper: Fraser Forster (Southampton), Joe Hart (Torino), Tom Heaton (Burnley)

Bek: Ryan Bertrand (Southampton), Gary Cahill (Chelsea), Nathaniel Clyne (Liverpool), Phil Jones (Manchester United), Michael Keane (Burnley), Luke Shaw (Manchester United), Chris Smalling (Manchester United), John Stones (Manchester City), Kyle Walker (Tottenham)

Gelandang: Dele Alli (Tottenham), Michail Antonio (West Ham), Ross Barkley (Everton), Eric Dier (Tottenham), Adam Lallana (Liverpool), Jake Livermore (West Brom), Alex Oxlade-Chamberlain (Arsenal), Nathan Redmond (Southampton), Raheem Sterling (Manchester City), James Ward-Prowse (Southampton), Jesse Lingard (Manchester United)

Penyerang: Jermain Defoe (Sunderland), Marcus Rashford (Manchester United), Jamie Vardy (Leicester City).

Sayang Sekali Leverkusen

Bayer Leverkusen cuma bisa tampil imbang ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions. Leverkusen akui masih kurang oke pada pertandingan tersebut.

Ketika melangsungkan laga pada hari Kamis (16/3/2017) dini hari WIB, di Vicente Calderon, Leverkusen pulang dengan membawa hasil seri dengan skor 0-0. Lewat skor akhir tersebut, jalur wakil Jerman tersebut di ajang Liga Champions tertahan pada babak 16 besar. Mereka kalah dengan agregrat 2-4 nekawab Los Colchoneros.
Leverkusen dapat tampil lebih unggul biarpun bermain tandang. Situs resmi Liga Champions catatkan kalau mereka dapat kuasai bola sampai dengan 45 persen.

Tim yang di besut oleh Tayfun Korkut tersebut dapat catatkan paling banyak 14 kali percobaan dengan 7 di antarnya mengarah ke gawang. Penjaga gawang Atletico yaitu Jan Oblak, lakukan 2 penyelamatan cemerlang ketika menahan usaha dari Julian Brandt dan Kevin Volland.

Penjaga gawang Leverkusen yaitu Bernd Leno, tegaskan mereka cuma kurang beruntung sampai hanya dapat ciptakan hasil seri.

“Dewi Fortuna tidak berada dikubu kami pada hari ini. Oblak lakukan 3 penyelamatan oke. Sebuah performa yang amat oke dari kami — dan tentu saja menjadi jalur ke arah yang semestinya. Kami sia-siakan kesempatan kami dengan performa kami di pertemuan pertama,” ujar Leno pada situs resmi UEFA.

“Pada Malam ini, kami memperlihatkan kalau kami dapat imbangi para tim hebat seperti Atletico kalau kami dapat menunjukkan perfoma kami yang berpotensi. Kami dapat merasa bangga dengan penampilan yang sudah kami perlihatkan pada malam ini,” kata dia.

‘Sevilla Tergusur Karena Ulah Sendiri’

Sevilla sia-siakan keunggulan yang diraih pada babak 16 besar Liga Champions dan malah digusur oleh Leicester City. Tidak ada yang dapat disalahkan atas ketidah berhasilan tersebut cuma Sevilla pribadi.

Sevilla bertamu ke kandang Leicester di pertemuan kedua dengan modal hasil positif dengan skor 2-1 di pertemuan pertama. Hasil positif tersebut bikin Sevilla cuma perlu hasil imbang pada pertemuan kedua untuk masuk ke perempatfinal.
Namun Sevilla malah tundung di pertemuan kedua. Melangsungkan laga pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di King Power Stadium, tim yang di besut oleh Jorge Sampaoli tersebut tidak dapat menahan Leicester dan menyerah dengan skor 0-2 sampai tergusur dengan agregat 2-3.

Pada pertandingan itu, Sevilla pernah raih kesempatan baik untuk samakan agregat dan mengantar pertandingan ke babak perpanjangan waktu usai raih hadiah penalti pada babak kedua. Namun Steven N’Zonzi malah tak berhasil mengeksekusi itu usai sepakannya ditahan oleh Kasper Schmeichel.

“Saya menganggap kami tergusur sebab kesalahan kami sendiri. Ketika skor 2-0 di Sevilla, kami anggap kami dapat unggul lebih besar lagi, namun selanjutnya kami kemasukan dan hal tersebut membuat kami terluka,” ujar kapten Sevilla Vicente Iborra.

“Kami menghadapi dan berusaha mereka menciptakan angka dari bola mati dan kami miliki kesempatan untuk imbangi agregat, namun kami perlu membayarnya (penalty yang gagal).”

Tergusur dari Liga Champions, Sevilla sekarang bakal konsentrasi seutuhnya ke La Liga. Sevilla yang sekarang berada di urutan ketiga La Liga telah dinanti Atletico Madrid pada akhir pekan.

“Kami perlu membenahi banyak hal dan konsentrasi pada satu-satunya incaran yang tersisa, yaitu sudahi liga dengan sebaik baiknya. Kami miliki pertandingan berat pada hari Minggu dan kami perlu memperlihatkan kalau kami merupakan tim yang layak raih respek,” sambung Iborra.

“Gantian kami untuk keluar dari keadaan buruk, berusaha bersama, dan dapatkan hasil positif yang pas dengan kami sebagai sebuah tim,” imbuh dia.

Porto Masih Belum Menyerah

Porto harus menang dengan skor di markas Juventus untuk bisa lolos ke babak perempatfinal Liga Champions. Walau hal tersebut tidak mudah diwujudkan, Porto masih belum menyerah.

Porto tunduk dengan skor 0-2 ketika berhadapan dengan Juve di pertemuan pertama babak 16 besar, pada tanggal 22 Februari kemarin. Hasil negatif itu menambah berat jalan Dragoes ke babak selanjutnya.

Untuk dapat memutar balik keadaan, Porto perlu tundukkan Juve dengan selisih angka paling tidak 3 angka di pertemuan kedua yang bakal berlangsung pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium.

Yang menjadi permasalahan, Juventus dikenal amat hebat di markas sendiri. Bianconeri amat jarang tunduk di Turin, ditambah kalah dengan skor telak. Kali terakhir mereka tunduk di markas ialah ketika kalah berhadapan dengan Udinese dengan skor 0-1 di bulan Agustus 2015.

Walau begitu, pelatih Porto Nuno Espirito Santo optimis kalau timnya miliki kesempatan untuk bikin kejutan.

“Porto tidak sempat berspekulasi tentang permainan. Kami miliki rencana permainan untuk tiap pertandingan,” ucap Nuno.

“Kami miliki rancangan, kami miliki ide dalam permainan, namun kami tidak pernah melempar handuk. Hal tersebut tidak pernah dibicarakan. Kami miliki semangat yang hebat dan kami perlu memperlihatkan hal tersebut saat berada di lapangan,” kata dia.

“Kami mengetahui kalau kami bakal berhadapan dengan sebuah tim yang luar biasa, yang telah lama tak kalah di markas sendiri. Namun, hal tersebut memotivasi kami untuk dapat bilang kalau kami telah menang di tempat ini, maka kami harus berusaha,” imbuh Nuno.

“Kami mengetahui bakal menjadi hal yang tak mudah untuk kami sampai pada babak perempatfinal, namun hal tersebut tak berarti tidak mungkin terjadi,” imbuh dia.