Category Archives: Liga Italia

Eder Sebut Kans Tundukkan Roma 50%

Pemain striker Inter Milan yaitu Eder, membuat yakin timnya dapat berhadapan dengan AS Roma ketika kedua tim berhadapan pada akhir pekan ini. Baginya, hal tersebut tidak lepas dari Inter yang sudah alami kemajuan.

Pernah terperosot, Inter mulai melangkah dengan meyakinkan sedari dipimpin oleh Stefano Pioli. Lewat 10 laga terakhir di Serie A, Inter dapatkan 9 hasil positif dan cuma kalah satu kali melawan.

Langkah itu mengantarkan Inter tembus zona Eropa. Nerazzurri sekarang berada di urutan 4 klasemen dengan mengumpulkan 48 poin, berselisih 6 poin dengan Napoli yang berada di zona Liga Champions.

Pada akhir pekan ini, Inter telah dinanti grande partita menghadapi Roma di Giuseppe Meazza pada laga lanjutan Serie A giornata 26 yang berlangsung pada hari Senin (27/2/2017) dinihari WIB. Eder mejuga menganggap kalau kedua tim miliki kesempatan untuk menang yang sama.

“Kami mengetahui kalau ini merupakan laga yang penting. Jadi seperti itu sebab sejumlah hasil kami baru-baru ini. Kami bermain amat oke, kami pada jalan yang benar namun mereka yang berada di depan kami melangkah dengan amat cepat,” ucap Eder.

“Roma merupakan lawan yang amat kuat, ini merupakan pertandingan yang miliki peluang dari masing-masing tim 50 persen walau kami miliki sedikit keuntungan sebab tampil di markas, yang perlu kami optimalkan. Bagaimanapun kami akan siap.”

“Siapa yang amat bikin kami merasa khawatir? Di samping (Edin) Dzeko, yang paling penting ialah grup. Kalau skuat bermain oke, maka beberapa individunya pun bakal tampil oke. Lewat hal tersebut, Giallorossi kokoh,” katanya.

3 Poin Penting Bagi Juventus

Sang pelatih Juventus Massimiliano Allegri membantah penilaian tentang 3 poin lewat pertandingan menghadapi Palermo hanya formalitas saja. Baginya, 3 poin itu dapat menjadi bakal amat berarti pada perburuan titel.

Juventus dapatkan poin penuh usai menangkan laga atas Palermo dengan skor 4-1 pada laga lanjutan Serie A yang berlangsung pada hari Sabtu (18/2/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium. Hasil ini menambah panjang deretan hasil positif di markas Bianconeri di Serie A jadi 29 kali menang.

Paulo Dybala bermain cemerlang dengan menyumbangkan 2 angka dan 1 kali assist. 2 angka Juve lainnya diciptakan oleh Claudio Marchisio dan Gonzalo Higuain.

“Para pemain akhiri babak pertama lewat keunggulan dengan skor 2-0 walau tidak tampil oke,” ucap Allegri.

Hasil positif ini membuat makin mantapkan tempat Juve di urutan teratas klasemen Serie A dengan mengumpulkan 63 poin lewat 25 pertandingan. Juve unggul lewat 10 poin dengan AS Roma yang menjadi rival paling dekatnya.

“Ini merupakan laga liga dengan 3 poin yang sama pentingnya dengan 3 poin ketika berhadapan dengan Inter,” ujar Allegri.

“Sebuah pertandingan berkurang untuk melangkah ke scudetto dan saya berikan ucapan selamat pada para pemain untuk cara mereka berhadpaan dengan pertandingan ini,” imbuhnya.

Juventus berikutnya bakal berhadapan dengan Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, tengah pekan berikutnya.

De Laurentiis Ungkap Mengapa Higuain Memilih Juventus

Gonzalo Higuain telah putuskan bakal pindah ke Juventus dari Napoli. Walau hijrah dengan jumlah transfer yang amat besar, ia dikatakan pindah bukan karena melihat segi uang.

Higuain direkrut oleh Juve dari Napoli dengan nilai transfer sebesar 90 juta poondtserling. Ia juga jadi pemain paling mahal di selama sejarah Serie A.

Sedari bermain untuk Napoli di tahun 2013, Higuain hanya dapatkan 2 trofi. Keduanya merupakan Piala Super Italia 2014 dan Coppa Italia 2013/2014. Kemudian, ia tidak dapat membawa Partenopei menjadi juara.

Dengan umur Higuain yang telah menginjak 29 tahun, tidak heran jika ia mulai berpikiran untuk dapatkan trofi kembali. Ia juga mencari sebuah tim dengan skuat yang semakin oke.

Juve yang menjadi sang juara Liga Italia, hadir untuk merekrut Higuain pada waktu yang pas. Oleh sebab itulah tidak heran jika Higuain ingin terima rekrutan dari ‘Si Nyonya Besar’.

Aurelio de Laurentiis sang Presiden Napoli, relakan Higuain yang ingin pergi ke juve. Ia pun menyadari kalau pemain penyerang nasional Argentina tersebut berharap raih trofi lagi di masa akhirnya sebagai pemain sepakbola.

“Di saat tertentu, walaupun penawaran kami lebih besar dari pada dengan yang membawa dirinya ke Juventus…Ia pindah ke Juventus,” imbuh De Laurentiis.

“Ia bakal pikirkan umurnya dan skuat yang dimana lebih di favoritkan untuk raih trofi.”

“Bisa saja ia pun pikirkan tentang menangkan Liga Champions. Saya memberikan doa tersebut untuk dirinya, usai saya memberinya doa tersebut pada diri saya pribadi….” katanya.

Pioli Anggap Inter Memang Pantas Menang

Karena membiarkan keunggulan 2 angka, Inter Milan perlu tampil sampai memasuki extra time ketika berhadapan dengan Bologna. Tetapi, sang pelatih Stefano Pioli menganggap kalau Inter memang pantas raih hasil positif.

Inter menangkan laga atas Bologna dengan skor akhir 3-2 di laga babak 16 besar Coppa Italia yang berlangsung pada hari Rabu (18/1/2017) dinihari WIB, di Stadion Giuseppe Meazza. Tetapi, Nerazzurri baru bisa lolos usai melangsungkan laga hingga 120 menit.

Inter sesungguhnya lebih awal unggul dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan Jeison Murillo dan Rodrigo Palacio. Namun, Bologna dapat ciptakan 2 angka balasan lewat Blerim Dzemaili dan Godfred Donsah. Tim tamu juga paksakan untuk berlansungnya extra time.

Saat berlangsungnya extra time, Antonio Candreva yang turun ke lapangan menjadi pemain pengganti bermain menjadi penentu atas hasil positif yang diraih Inter dengan angka yang ia cetak di menit 98. Inter pun lolos ke babak perempatfinal dan berikutnya bakal berhadapan dengan Lazio atau Genoa.

“Ini merupakan sebuah laga yang oke dengan banyanya kesempatan,” ucap Pioli.

“Laga ini sesungguhnya telah ada pada tengan kami. Namun, laga ini pun jadi sebuah bukti kalau saja Anda sedang lengah sedikit saja, kesempatan lawan dapat kembali terbuka,” katanya.

“Saya memberi pujian pada Bologna, dan juga tim saya yang berharap bisa lolos dari partai ini. Tadi merupakan sebuah laga yang imbang, namun pada akhirnya kamilah yang layak keluar sebagai pemenang,” imbuh Pioli.

Spalletti Sebut Hasil Oke yang Pantas bagi Roma

AS Roma berdiri untuk memutar balik keadaan saat melawan Chievo dengan skor 3-1. Luciano Spalletti menganggap kalau Roma memang layak untuk raih hasil positif dan juga merasa puas dengan performa dari timnya tersebut.

Pada hari Jumat (23/12/2016) dinihari WIB, Di Olimpico, Giallorossi ungguli laga. Tercatat, Roma dapat kuasai sampai 67 persen bola dengan bikin 25 upaya dengan 9 di anteranya yang tepat sasaran, sementara Chievo cuman dapat bikin 6 usaha dengan 2 di anteranya yang tepat sasaran.

Tetapi, biarpun Roma tampil agresif sedari menit pertama dan bikin beberapa kesempatan malah Chievo yang lebih dulu dapat ciptakan angka. Pada menit 37, Chievo pimpin laga dengan skor 1-0 lewat angka yang diciptakan oleh Jonathan de Guzman.

Dominasi Chievo cuma bertahan sebentar setelah Stephan El Shaarawy membuat skor imbang lewat angka yang ia cetak di akhir babak pertama. Pada paruh kedua, Roma balik memimpin laga lewat angka yang diciptakan Edin Dzeko dan membuat pasti kemenangannya dengan angka penalti Diego Perotti pada akhir injury time.

“Barusan merupakan sebuah hasil positif yang sepenuhnya pantas, sebab tim langsung menggempur sejak menit awal,” ujar sang pelatih Roma tersebut.

“Saya perlu memberi pujuan kepada para pemain, sebab mereka amat gigih sejak awal dan menunjukkan seberapa ingin mereka raih hasil positif ini. Karakter jadi hal yang fundamental bagi kami, sebab saat keadaan perlukan hal tersebu, elemen ini dapat bawa tambahan yang bernilai,” lanjut Spalletti.

“Chievo dengan [pelatih] Rolando Maran telah lakukan usaha yang oke dalam hal defend, sampai cuma sedikit kebobolan. Maka kenyataannya kalau kami dapat ciptakan banyak kesempatan menunjukkan seberapa okenya performa tim saya,” kata dia.

Lewat kemenangan ini Roma memperkecil jaraknya dengan Juventus jadi 4 poin setelah mengoleksi 38 poin, menang 3 poin dari Napoli di bawahnya. Sekarang, Serie A sudah sampai pada libur kompetisi dan baru kembali dimulai 2 pekan lagi di mana Roma bakal berhadapan dengan Genoa, pada tanggal 8 Januari yang akan datang.

Bonucci Bersama Juve Hingga 2021

Leonardo Bonucci sudah tegaskan komitmennya pada Juventus. Pemain bek internasional Italia tersebut tekan kontraknya yang baru yang bakal bikin dirinya menjadi pemain Juve hingga tahun 2021.

Bonucci telah menyetujui kontrak baru yang sebelumnya pada bulan Juni tahun kemarin. Kontrak itu ikat si pemain di Juventus Stadium sampai dengan tahun 2020.

Sekarang Bonucci raih kontrak yang di perpanjangan lagi oleh Juve. Pemain bek yang berumur 29 tahun tersebut tekan perpanjangan kontrak 1 tahun lagi sampai dirinya bakal bermain untuk Juve sampai tahun 2021.

“Leonardo Bonucci pada hari ini sudah melakukan perpanjangan kontraknya bersama dengan Juventus, memperbarui kontrak yang ia miliki hingga tahun 2021,” begitulah bunyi pernyataan dari Juve pada situs resminya.

Bonucci bersama dengan Juve sedari tahun 2009 kemarin. Sedari waktu tersebut, ia jadi pemain yang berperan penting untuk La Vecchia Signora. Hingga sekarang ini, Bonucci telah bermain 291 kali bersama dengan Juve dan raih 5 Scudetto.

“Saya telah membenahi (kontrak) yang mengikat diri saya dengan juve sampai dengan tahun 2021! Saya telah pilih tempat di mana saya bakal jadi pemain luar biasa di antara para orang yang hebat. Saya cuma miliki 1 misi, yaitu selalu raih hasil positif!” ucap Bonucci pada akun Twitter-nya.

Dengan perpanjangan kontraknya yang baru ini, Bonucci dikalim raih kenaikan gaji jadi 4,5 euro tiap musimnya. Hal tersebut artinya gaji yang biasa ia terima naik 3 kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

Inter Tundukkan Fiorentina 4-2

Inter Milan sukses atasi perlawanan ketat yang ditunjukkan Fiorentina di giornata 14 Serie A. Nerazzurri tundukkan La Viola dengan skor 4-2.

Menjadi tuan rumah menghadapi Fiorentina pada hari Selasa (29/11/2016) dinihari WIB, di Stadion Giuseppe Meazza, Inter awali laga dengan cara yang hebat. Dalam waktu laga yang belum berjalan 20 menit, tim tuan rumah telah lebih dulu unggul dengan 3 angka yang tercipta lewat 3 pemain mereka yaitu Marcelo Brozovic, Antonio Candreva, dan Mauro Icardi.

Brozovic awali skor di menit ketiga. Sepakan keras kaki kanannya membuat bergetar gawang Fiorentina yang dijaga oleh Ciprian Tatarusanu.

Masuk di menit 9, Inter membuat ganda keunggulan mereka jadi 2-0. Candreva seperti raih durian runtuh saat Tatarusanu membuat belok umpan silang Ivan Perisic ke tempatnya. Ia pun hanya perlu cocorkan bola ke dalam gawang.

Icardi bikin Inter semakin unggul dengan angka yang ia cetak di menit ke-19. Ia lakukan penampilan individu pada area penalti Fiorentina dan tundukkan 2 pemain bek lawan sebelum membuat Tatarusanu takhluk.

Fiorentina membuat semakin kecil ketertinggalan mereka jadi 1-3 di menit ke-37 dengan angka yang diciptakan oleh Nikola Kalinic. Kalinic menyambar umpan panjang dari Milan Badelj dan sontekan yang ia lakukan membuat Samir Handanovic takhluk.

Fiorentina kehilangan seorang pemain saat laga memasuki injury time babak pertama. Gonzalo Rodriguez diberi kartu merah langsung usai melanggar Icardi.

Walaupun kalah dari jumlah pemain di lapangan, Fiorentina malah dapat kembali ciptakan angka. Di menit 62, Josip Ilicic membobol gawang Inter usai sepakan kaki kirinya oleh Handanovic salah diantisipasi. Skor pun berubah menjadi 2-3.

Angka tersebut bikin Fiorentina semakin antusias untuk bikin skor menjadi imbang. Namun, hal tersebut menyisakan lubang pada garis pertahanan mereka.

Pada menit pertama injury time, Inter memastikan kemenangan mereka dengan angka kedua kalinya yang diciptakan oleh Icardi. Icardi dengan mudah lakukan sontek pada bola ke dalam gawang usai sepakan Perisic dimentahkan oleh Tatarusanu.

Lewat hasil ini, Inter naik ke urutan 8 klasemen Serie A dengan raih 21 poin. Fiorentina berada tepat di bawah mereka dengan mengoleksi 20 poin.

Susunan Pemain
Inter: Handanovic; D’Ambrosio, Ranocchia, Miranda, Ansaldi; Brozovic, Kondogbia (Joao Mario 46); Candreva (Eder 78), Banega (Melo 69), Perisic; Icardi

Fiorentina: Tatarusanu; Gonzalo Rodriguez, Salcedo, Astori, Milic (Tomovic 46); Badelj, Borja Valero; Tello (Perez 75), Ilicic, Bernardeschi (Chiesa 65); Kalinic

Juventus Ingin Mencari yang Layak Gantikan Buffon

Juventus dikatakan bikin Gianluigi Donnarumma menjadi calon ideal untuk mengganti posisi penjaga gawang utama mereka, Gianluigi Buffon. Juventus merespon tentang kabar ini.

Buffon jadi kiper nomor satu Juventus sedari tahun 2001 silam. Ia telah bermain di 594 laga menjadi pemain dari Bianconeri.

Namun, Buffon saat ini sudah tak lagi muda. Di bulan Januari yang akan datang, ia bakal rayakan ulang tahunnya yang ke 39.

Dengan begitu, Buffon kemungkinan tak lama lagi bakal pensiun dan Juventus juga perlu mencari pengganti dirinya. Kemudian Donnarumma-lah yang sering disebut bakal masuk dalam daftar mereka.

Donnarumma lekas mencuri perhatian usai berhasil mengambil tempat panjaga gawang utama AC Milan di musim kemarin. Ia bermain meyakinkan pada umurnya yang masih terbilang amat muda, malah masih berusia 16 tahun saat melangsungkan debutnya. Lewat performanya yang konsisten, ia sudah dipanggil ke tim nasional Italia.

“Donnarumma? Kami tak sedang pikirkan dirinya. Kami terus inginkan para penjaga gawang yang paling oke,” ucap CEO Juventus, Giuseppe Marotta.

“Hari ini kami mempunyai Buffon, yang bakal tampil bersama kami untuk sejumlah tahun berikutnya. Ia merepresentasikan semuanya yang baik tentang sepakbola dan hal tersebut indah,” lanjut Marotta.

“Kemudian, sesudah dirinya kami bakal mencari dan gantikan ia dengan seseorang. Tentunya takkan mudah untuk gantikan pemain seperti seorang Buffon. Hal tersebut merupakan tugas yang tak mudah, namun tekad Juventus ialah mencari sosok pengganti yang pantas,” ujarnya.

Inter Terus Incar Liga Champions

Ada selisih yang cukup jauh antara Inter Milan dengan area Liga Champions pada klasemen Serie A. Tetapi, Inter terus mengincar satu posisi di Liga Champions pada musim berikutnya.

Inter naik ke urutan 9 di klasemen sedangkan usai menangkan laga atas Crotone dengan skor 3-0, pada hari Senin (7/11/2016) dinihari WIB. Nerazzurri kumpulkan 17 poin lewat 12 pertandingan.

Inter berselisih 13 poin dengan Juventus yang sekarang ini berada di urutan teratas klasemen. Lewat tempat ketiga atau tempat terakhir untuk masuk ke Liga Champion, yang saat ini diisi oleh AC Milan, mereka berjarak 8 poin.

Namun, dikarenakan musim masih amat panjang, Inter terus yakin. Mereka optimis mereka bakal masuk ke zona 3 besar.

“Jalan yang akan kami lalui masih panjang, namun incaran kami masih sama yaitu lolos ke Liga Champions,” ujar pemain bek Inter, Joao Miranda, pada situs resmi klub.

“Kami saat ini bakal melangsungkan tugas internasional dengan keyakinan yang lebih besar, namun kami sadar untuk hal tersebut kami perlu berusaha dengan keras. Hal tersebutlah satu-satunya cara untuk membuat keadaan ini berubah. Para pemain internasional bakal berusaha dengan keras dengan timnas mereka dan para pemain lainnya akan terus di tempat ini, mungkin bekerja bersama dengan sang pelatih baru,” ucap Miranda.

Usai keluarkan Frank de Boer di pekan kemarin, Inter bakal secepatnya umumkan sang pelatih baru. Mereka rumornya sudah pilih bekas pelatih Lazio yaitu Stefano Pioli.

“Pelatih anya bakal dapatkan segerombolan pemain yang siap berusaha dengan keras jelang laga derby,” imbuh Miranda.

Sedari lepas dari jeda internasional, Inter bakal berhadapan dengan Milan di pertandingan derby, pada tanggal 20 November yang akan datang.

‘Juve Perlu Waktu untuk Raih Tingkat Terbaik’

Patrice Evra akui performa dari Juventus sampai saat ini masih belum memuaskan. Namun di lain sisi ia menganggap terlalu cepat untuk menyoroti berbagai hal.

Juve sampai saat ini seharusnya melangkah dengan cukup hebat. Pada Serie A, mereka unggul di klasemen dengan 27 poin lewat 11 pekan, unggul 4 poin dari AS Roma yang berada di urutan kedua.

Lewat 11 laganya, baru 2 kali Bianconeri tak berhasil menang. Yaitu ketika ditundukkan Inter Milan dan AC Milan.

Sedangkan di Liga Champions, skuat yang di besut oleh Massimiliano Allegri berada di urutan kedua. Dengan 8 poin lewat 4 pekan, Juve 2 poin di belakang Sevilla. raihan para anak Turin kurang membuat puas karena hanya menang 2 kali dan tampil imbang 2 kali sampai saat ini.

Pemain bek Juve Patrice Evra yaitu timnya masih belum tampil sesuai dengan potensi yang dimiliki. Namun ia pun tekankan kalau perlu waktu, terutama untuk para pemain baru, sungguh klop dengan tim.

“Saya tidak bilang kalau semuanya berlangsung baik dan kami tampilkan sepakbola yang baik, karena saya pun tak terlalu puas dengan penampilan tim ini, sebab kami dapat tampilkan 10 kali lebih oke,” ujar Evra.

“Walau begitu, kami baru bersama-sama dalam 3 bulan. Ada pemain-pemain anyar dan keadaannya sulit, sebab merupakan sebuah hal tampil untuk klub lain dan sebuah hal yang berbeda penampilan untuk Juventus.”

“Di tempat ini Anda tidak dapat lakukan kesalahan. Anda tampil imbang saja dan itu serasa akhir dunia. Jika Anda kalah di sebuah pertandingan, jadi hal tersebut terlihat seperti seseorang yang baru saja mati.”

“Hingga akhirnya, incaran yang dihitung yaitu memenangkan Scudetto dan Liga Champions. Seperti yang Allegri telah sebutkan, ini bukanlah seperti kami seolah bakal dapatkan hal tersebut hari ini atau esok,” ucapnya.