Category Archives: UEFA

Griezmann Minta Jadi Pemain Bergaji Tertinggi di Inggris

antoine griezmann

Striker bidikan Manchester United Antoine Griezmann dilaporkan sudah bersedia untuk mendarat di Old Trafford musim depan asal dirinya dijadikan sebagaiĀ  pemain bergaji tertinggi di Premier League.

Pemain milik Atletico Madrid itu dalam satu tahun terakhir dihubung-hubungkan dengan Setan Merah. Ia bahkan disebut adalah incaran nomor satu klub itu. Apalagi United memang minim striker berkualitas dan kaya akan pengalaman.

Jose Mourinho memang telah mempunyai Zlatan Ibrahimovic. Akan tetapi belum ada pemain lain yang betul-betul layak mendampinginya di barisan serang.

Apalagi Griezmann juga dibidik sebagai suksesor jangka panjang bagi Wayne Rooney. Sang skipper saat ini mulai anjlok performanya dan dikabarkan bakal angkat kaki dari Old Trafford musim panas mendatang lantaran kerap dibangku cadangkan Mourinho.

Usai lama dikejar, Griezmann disebut bersedia pindah ke Old Trafford musim panas nanti. Namun penyerang asal Prancis ini punya satu syarat yaitu meminta gaji setinggi langit, yang bakal membuatnya jadi pemain bergaji termahal di pentas Premier League.

Sekarang ini pemain dengan gaji tertinggi di Inggris dipegang oleh Paul Pogba. Ia dibayar senilair 290 ribu pounsterling setiap pekan. Nah, kabarnya Griezmann sendiri meminta digaji sedikit lebih besar dari kompatriotnya tersebut yaitu 295 ribu poundsterling per pekan.

Konon selain pemintaan gaji selangit itu, plus mahar transfernya dan biaya kontraknya selama lima tahun, United nantinya bakal mengucurkan dana hingga 155 juta pounds cuma untuk merekrut Griezmann.

Griezmann masih memiliki kontrak di Atletico sampai 2021 mendatang. Hingga detik ini total ia telah menjalani 155 pertandingan bagi Atletico di berbagai arena dan menyumbang 82 gol dan 24 assist.

‘Juve Hadapi Barca Bukan Membalas Dendam’

Hasil undian pada ajang Liga Champions akan tampilkan laga antara Juventus melawan Barcelona. Pertandingan tersebut dikatakan bukan jadi kompetisi balas dendam disusul dengan ketidak berhasilan pada babak final 2014/2015.

Undian di partai 8 besar Liga Champions telah dilangsungkan pada hari Jumat (17/3/2017) malam WIB, di Nyon. Pertandingan tersebut adalah ulangan babak final 2 musim kemarin.

Waktu itu, Juve tunduk dari Barca dengan skor akhir 1-3. Pada pertandingan yang bertempat di Olympiastadion, Berlin pada tanggal 6 Juni 2015, Ivan Rakitic, Luis Suarez, dan Neymar yang berhasil ciptakan angka ke gawang Juve.

Pemain dari Juve yaitu Claudio Marchisio, menganggap kalau pertemuan dari kedua tim pada babak perempatfinal Liga Champions di musim ini bakal jadi pertandingan yang tak sama. Ia pun tidak berpikir soal tujuan mereka lakukan balas dendam.

“Hal tersebut bakal menjadi laga yang berjalan sungguh beda. Sebelumnya, adalah babak final satu pertandingan. Saat ini bakal ada pertandingan 2 pertemuan. Maka, kami tidak dapat menilai ini menjadi sebuah ajang untuk balas dendam,” ujar Marchisio.

“Kami perlu menilai tentang babak yang krusial, di mana di sana ada sebuah tim yang lebih mudah di atas kertas. Namun, semua tim yang telah hadir di titik telah memperlihatkan kualitas yang luar biasa dan talenta. Semua orang yang berada pada titik ini adalah tim yang kokoh.”

“Kami bertemu dengan Barcelona yang dapat lakukan comeback amat hebat (saat bertemu Paris Saint-Germain) untuk dapat melangkah ke babak perempatfinal dan kami tidak sabar untuk berhadapan dengan mereka,” kata dia.

Sayang Sekali Leverkusen

Bayer Leverkusen cuma bisa tampil imbang ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions. Leverkusen akui masih kurang oke pada pertandingan tersebut.

Ketika melangsungkan laga pada hari Kamis (16/3/2017) dini hari WIB, di Vicente Calderon, Leverkusen pulang dengan membawa hasil seri dengan skor 0-0. Lewat skor akhir tersebut, jalur wakil Jerman tersebut di ajang Liga Champions tertahan pada babak 16 besar. Mereka kalah dengan agregrat 2-4 nekawab Los Colchoneros.
Leverkusen dapat tampil lebih unggul biarpun bermain tandang. Situs resmi Liga Champions catatkan kalau mereka dapat kuasai bola sampai dengan 45 persen.

Tim yang di besut oleh Tayfun Korkut tersebut dapat catatkan paling banyak 14 kali percobaan dengan 7 di antarnya mengarah ke gawang. Penjaga gawang Atletico yaitu Jan Oblak, lakukan 2 penyelamatan cemerlang ketika menahan usaha dari Julian Brandt dan Kevin Volland.

Penjaga gawang Leverkusen yaitu Bernd Leno, tegaskan mereka cuma kurang beruntung sampai hanya dapat ciptakan hasil seri.

“Dewi Fortuna tidak berada dikubu kami pada hari ini. Oblak lakukan 3 penyelamatan oke. Sebuah performa yang amat oke dari kami — dan tentu saja menjadi jalur ke arah yang semestinya. Kami sia-siakan kesempatan kami dengan performa kami di pertemuan pertama,” ujar Leno pada situs resmi UEFA.

“Pada Malam ini, kami memperlihatkan kalau kami dapat imbangi para tim hebat seperti Atletico kalau kami dapat menunjukkan perfoma kami yang berpotensi. Kami dapat merasa bangga dengan penampilan yang sudah kami perlihatkan pada malam ini,” kata dia.

‘Sevilla Tergusur Karena Ulah Sendiri’

Sevilla sia-siakan keunggulan yang diraih pada babak 16 besar Liga Champions dan malah digusur oleh Leicester City. Tidak ada yang dapat disalahkan atas ketidah berhasilan tersebut cuma Sevilla pribadi.

Sevilla bertamu ke kandang Leicester di pertemuan kedua dengan modal hasil positif dengan skor 2-1 di pertemuan pertama. Hasil positif tersebut bikin Sevilla cuma perlu hasil imbang pada pertemuan kedua untuk masuk ke perempatfinal.
Namun Sevilla malah tundung di pertemuan kedua. Melangsungkan laga pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di King Power Stadium, tim yang di besut oleh Jorge Sampaoli tersebut tidak dapat menahan Leicester dan menyerah dengan skor 0-2 sampai tergusur dengan agregat 2-3.

Pada pertandingan itu, Sevilla pernah raih kesempatan baik untuk samakan agregat dan mengantar pertandingan ke babak perpanjangan waktu usai raih hadiah penalti pada babak kedua. Namun Steven N’Zonzi malah tak berhasil mengeksekusi itu usai sepakannya ditahan oleh Kasper Schmeichel.

“Saya menganggap kami tergusur sebab kesalahan kami sendiri. Ketika skor 2-0 di Sevilla, kami anggap kami dapat unggul lebih besar lagi, namun selanjutnya kami kemasukan dan hal tersebut membuat kami terluka,” ujar kapten Sevilla Vicente Iborra.

“Kami menghadapi dan berusaha mereka menciptakan angka dari bola mati dan kami miliki kesempatan untuk imbangi agregat, namun kami perlu membayarnya (penalty yang gagal).”

Tergusur dari Liga Champions, Sevilla sekarang bakal konsentrasi seutuhnya ke La Liga. Sevilla yang sekarang berada di urutan ketiga La Liga telah dinanti Atletico Madrid pada akhir pekan.

“Kami perlu membenahi banyak hal dan konsentrasi pada satu-satunya incaran yang tersisa, yaitu sudahi liga dengan sebaik baiknya. Kami miliki pertandingan berat pada hari Minggu dan kami perlu memperlihatkan kalau kami merupakan tim yang layak raih respek,” sambung Iborra.

“Gantian kami untuk keluar dari keadaan buruk, berusaha bersama, dan dapatkan hasil positif yang pas dengan kami sebagai sebuah tim,” imbuh dia.

Porto Masih Belum Menyerah

Porto harus menang dengan skor di markas Juventus untuk bisa lolos ke babak perempatfinal Liga Champions. Walau hal tersebut tidak mudah diwujudkan, Porto masih belum menyerah.

Porto tunduk dengan skor 0-2 ketika berhadapan dengan Juve di pertemuan pertama babak 16 besar, pada tanggal 22 Februari kemarin. Hasil negatif itu menambah berat jalan Dragoes ke babak selanjutnya.

Untuk dapat memutar balik keadaan, Porto perlu tundukkan Juve dengan selisih angka paling tidak 3 angka di pertemuan kedua yang bakal berlangsung pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium.

Yang menjadi permasalahan, Juventus dikenal amat hebat di markas sendiri. Bianconeri amat jarang tunduk di Turin, ditambah kalah dengan skor telak. Kali terakhir mereka tunduk di markas ialah ketika kalah berhadapan dengan Udinese dengan skor 0-1 di bulan Agustus 2015.

Walau begitu, pelatih Porto Nuno Espirito Santo optimis kalau timnya miliki kesempatan untuk bikin kejutan.

“Porto tidak sempat berspekulasi tentang permainan. Kami miliki rencana permainan untuk tiap pertandingan,” ucap Nuno.

“Kami miliki rancangan, kami miliki ide dalam permainan, namun kami tidak pernah melempar handuk. Hal tersebut tidak pernah dibicarakan. Kami miliki semangat yang hebat dan kami perlu memperlihatkan hal tersebut saat berada di lapangan,” kata dia.

“Kami mengetahui kalau kami bakal berhadapan dengan sebuah tim yang luar biasa, yang telah lama tak kalah di markas sendiri. Namun, hal tersebut memotivasi kami untuk dapat bilang kalau kami telah menang di tempat ini, maka kami harus berusaha,” imbuh Nuno.

“Kami mengetahui bakal menjadi hal yang tak mudah untuk kami sampai pada babak perempatfinal, namun hal tersebut tak berarti tidak mungkin terjadi,” imbuh dia.

‘Fokus Roma Menghilang’

AS Roma pernah unggul di kandang Lyon namun selanjutnya tak berhasil pertahankan hal tersebut. Juan Jesus mengatakan fokus timnya tersebut merosot.

Melangsungkan laga pada hari Jumat (10/3/2017) dinihari WIB, di Parc Olympique Lyonnais, Roma awali dengan tak oke sebab kemasukan angka pada menit 8 lewat angka yang diciptakan Mouctar Diakhaby. Namun selanjutnya berhasil membalas lewat angka yang diciptakan Mohamed Salah dan Federico Fazio di menit ke 20 dan 33.

Walau begitu, Roma hilangkan penguasaan bola pada babak kedua. Gol cepat yang diciptakan Corentin Tolisso pada menit 47 ikut bikin rasa percaya diri Lyon naik. Hingga akhirnya tuan rumah tambahkan 2 angka lewat angka yang diciptakan Nabil Fekir dan Alexandre Lacazette di menit 74 dan 90.

Roma biarkan Lyon dengan bebas bermain pada paruh kedua. Lewat 23 percobaan Lyon dengan 16 di antaranya pada babak kedua. Lewat 12 yang mengarah ke gawang, 9 tercatat pada saat itu.

Roma pribadi memiliki 16 upaya menciptakan angka dengan menyeluruh dengan setengahnya tepat ke sasaran. Walau keadaannya tidak menguntungkan, Jesus yakin Roma dapat memutar balik keadaan sebab miliki 2 cetak angka tandang dan bakal tampil di markas pada pertemuan kedua pekan berikutnya.

“Lyon merupakan tim hebat, namun hasil akhirnya masih terbuka dan kami miliki pertemuan kedua di markas. Maka kami perlu membelajari sebuah hal dari laga ini untuk terhindar dari kesalahan yang serupa,” imbuh Jesus.

“Kami harus pertahankan focus kami dengan sempurna selama laga berlangsung dan tidak sukses lakukan itu. Lyon tak berlari lebih sering dibanding kami.”

“Kami hanya perlu berkonsentrasi ke pertemuan kedua saat ini. Kelolosan merupakan sebuah hal yang dapat kami genggam. Kami dapat memutar balik keadaan di markas,” lanjutnya.

Barcelona Tundukkan PSG 6-1 dan Masuk ke Perempatfinal

Malam yang dramatis terlihat pada laga yang berlangsung di Camp Nou antara Barcelona Melawan Paris Saint-Germain. Barca memutar balik keadaan mereka yang tertinggal 0-4 dengan berhasil menangkan laga dengan skor 6-1 saat melawan PSG untuk lolos ke babak perempatfinal Liga Champions.

Berhadapan dengan PSG pada hari Kamis (9/3/2017) dinihari WIB, di Camp Nou, Barca dalam keadaan tertinggal dengan skor 0-4. Selama sejarah, belum ada yang bisa memutar balik keadaan yang tertinggal sampai sebesar ini.
Blaugrana mengawali dengan impresif usai Luis Suarez mengantarkan mereka unggul pada menit ketiga. Angka bunuh diri Layvin Kurzawa pada menit ke-40 semakin bikin peluang Barca hidup.

Eksekusi penalti Lionel Messi pada menit 50 bikin Barca makin yakin. Namun selanjutnya angka balasan Edinson Cavani pada menit 62 meredupkan cahaya kesempatan mereka.

Saat yang dramatis tersebut kemudian terjadi pada beberapa menit akhir. Neymar berhasil ciptakan 2 angka pada menit 88 dan 90, bikin skor sama kuat 5-5. PSG masih unggul agregat cetak angka tandang. Pada menit terakhir injury time, Sergi Roberto membuat Camp Nou penuh akan teriakan para pendukung lewat angka yang ia ciptakan.
Hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya kaga, tak ada lagi angka yang tercipta pada laga tersebut, laga berakhir dengan skor 6-1.

Barca menang kan laga dengan skor 6-1, unggul lewat agregat 6-5 serta berhasil masuk ke babak perempatfinal.
Susunan pemain:

Barcelona: Ter Stegen; Pique, Mascherano, Umtiti; Rakitic (Gomes 84′), Busquets, Iniesta (Turan 65′), Rafinha (Roberto 76′); Messi, Suarez, Neymar

Paris Saint-Germain: Trapp; Meunier (Krychowiak 93′), Marquinhos, Silva, Kurzawa; Rabiot, Verratti, Matuidi; Lucas (Di Maria 55′), Cavani, Draxler (Aurier 75′)

Monaco Dimohon Tidak kembali buat Kesalahan di Etihad

AS Monaco percaya kalau mereka dapat memutar keadaan usai kalah melawan Manchester City. Tetapi, Les Rouges et Blancs perlu hindari sejumlah kesalahan yang mereka lakukan di Etihad Stadium.

Monaco mau tak mau harus kalah dengan skor 3-5 saat berhadapan dengan City di leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (22/2/2017) dinihari WIB. Mereka sesungguhnya tunjukkan performa yang oke dan unggul dengan skor 2-1 di babak pertama.

Tetapi, Monaco tak berhasil menahan bangkitnya City di tengah waktu kedua. Mereka kebobolan 4 angka dan pada akhirnya pulang dengan membawa hasil negatif.

Monaco masih miliki kesempatan untuk masuk ke babak selanjutnya. Tim yang di besut oleh Leonardo Jardim tersebut perlu tundukkan City dengan skor paling tidak 2-0 pada di leg kedua yang bakal berlangsung di Stade Louis II pada tanggal 15 Maret yang akan datang.

“Kami masih ada peluang untuk lolos. Laga leg pertama amat imbang dan kami kemasukan sebagian besar sebab kami lakukan beberapa kesalahan sendiri,” ucap pemain gelandang bertahan Monaco, Fabinho.

“Di markas sendiri, hal tersebut bakal berbeda. Kami bakal tampil di depan para pendukung kami dan saya berharap kami bakal ingat tentang beberapa kesalahan yang kami lakukan di tempat ini (Etihad), maka kami tak ulangi hal tersebut kembali,” imbuhnya.

Monaco dikenal amat kuat saat tampil di markasnya. Dalam 21 pertandingan di Stade Louis II musim ini, mereka menangkan laga 18 kali, 2 kali imbang, dan hanya satu kali kalah. Satu-satunya kekalahan tersebut dialami saat berhadapan dengan Lyon di bulan Desember kemarin.

Hasrat Higuain Bawa Juve Juarai Liga Champions

Gonzalo Higuain berhasrat untuk antarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions pada musim ini. Tetapi, ada Porto yang perlu dihadapi oleh Bianconeri.

Juve adalah salah satu klub besar di Eropa dengan 2 titel Liga/Piala Champions yang diraih pada tahun 1985 dan 1996. Mereka pun menjadi salah satu tim yang sering bermain di final yaitu sebanyak 6 kali.

Namun tak hanya 2 titel juara itu saja, Juve lebih sering menjadi tim yang tertunduk lemas setelah pertandingan final usai kalah di tahun 1996, 1998, 2003, dan terakhir 2015.

Tak heran kalau Juve begitu merasa penasaran dengan trofi ketiga mereka di ajang tersebut. Oleh sebab itu musim panas kemarin mereka amat aktif di bursa transfer dengan mengeluarkan banyak uang setelah merekrut Gonzalo Higuain dan Miralem Pjanic.

Juve ingin pada tahun ini mereka dapat tuntaskan rasa penasaran mereka tersebut. Di tambah pada ajang lokal, Juve cenderung aman dengan saat ini berada di urutan teratas klasemen Serie A dan berselisih 7 poin dengan AS Roma sebagai rival pa;ing dekat ditambah telah lolos ke babak semifinal Coppa Italia.

Walau demikian, Juve lebih awal perlu melewati Porto pada babak 16 besar dengan leg pertama yang akan berlangsung pada hari Kamis (23/2/2017) dinihari WIB besok di Do Dragao.

“Kami dapat menangkan Liga Champions, namun kami perlu terus dalam ketenangan,” ucap Higuain.

“Saya mengetahui kalau kami tim yang hebat dan saya tahu kalau kami dapat sampai pada babak final. Maka kami perlu mengawali langkah tersebut dalam pertandingan tandang di Porto,” lanjutnya.

Bayern Mendominasi, Ancelotti Tidak Ingin Kesalahan Muncul

Bayern Munich miliki modal oke untuk bertamu ke markas Arsenal pada laga yang akan datang. Namun pelatih Bayern yaitu Carlo Ancelotti ingatkan kepada para pemainnya untuk tidak ceroboh.

Bayern meraih hasil positif dengan skor 5-1 saat berhadapan dengan Arsenal pada hari Kamis (16/2/2017) dinihari WIB, di Allianz Arena, di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pernah tahan imbang dengan skor 1-1 di babak pertama, The Gunners kemudian rontok di paruh kedua dan kebobolan 4 kali.

Bayern bermain sangat unggul dengan menguasai bola sampai dengan 74 persen. Mereka lepaskan 24 upaya dengan 12 di antaranya yang tepat ke sasaran, sementara Arsenal miliki 7 percobaan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang.

Hasil oke bikin Die Roten berada pada jalan lapang kearah babak perempatfinal. Walau begitu, Ancelotti tuntut konsentrasi yang serupa di Emirates Stadium untuk tegaskan diri memang lebih layak ke babak perempatfinal.

“Hal tersebut merupakan pertandingan yang oke, kami mengawalinya dengan baik. Arsenal pernah dapat samakan skor dan kami miliki masalah di partai pertama,” ucap Ancelotti pada situs resmi UEFA.

“Pada babak kedua,semangatnya oke, kami tampil dengan keseimbangan dan intensitas. Namun ini bukanlah pertandingan terakhir dan kami perlu mainkan leg kedua sayangnya.”

“Hasil pada malam ini amat krusial, namun kami tidak ingin membuat kesalahan ke depannya. Kami miliki keunggulan, namun perlu tampil oke di London dan kami ingin tampil dengan konsentrasi yang serupa dengan malam ini, untuk hindari banyak masalah,” katanya.