Inggris Lega dengan Kemenangannya

Roy Hodgson mengakui hasil laga imbang saat melawan Rusia meciptakan sebuah tekanan bagi Inggris. Namun setelah menangkan laga saat melawan Wales, Inggris merasakan perasaan lega yang hebat.

Perjalanan Inggris di Piala Eropa 2016 tertahan di laga perdana. Berhadapan dengan Rusia, Inggris mau tak mau menerima hasil laga seri dengan skor 1-1.

Hasil itu sangat membuat inggris merasa kecewa. Karena kemenangan Inggris yang seharusnya ada di depan mata menjadi berantakan usai Rusia berhasil mencetak angka penyama skor ketika laga memasuki injury time.

Tapi Inggris berhasil comeback di laganya yang kedua. Berhadapan dengan Wales di laga kedua Grup B yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, pada hari Kamis (16/6/2016) malam WIB, Inggris meraih kemenangannya dengan skor 2-1.

3 poin itu tak diraih oleh Inggris dengan mudah. Inggris tertinggal lebih awal usai Gareth Bale memasukkan angka ke gawang Joe Hart dengan sepakan bebas pada menit ke 42.

Dalam waktu tengah di babak kedua, Jamie Vardy yang belum lama diturunkan oleh Hodgson berhasil mencetak angka yang membuat skor menjadi imbang. Saat memasuki injury time, Inggris berhasil membuat berbalik keadaan menjadi ungguk dengan angka yang dicetak oleh Daniel Sturridge.

Angka yang di cetak Sturridge tersebut dijamu dengan gembira oleh semua kubu Inggris, tak terkecuali para pemain tim mereka yang sedang berada di bangku cadangan. Hodgson pun ikut bangun dari tempat duduknya dengan mengangkat tangan dan menunjukkan senyum lebar bahagianya.

“Tentunya ini menjadi 2 akhir laga yang berlainan. Telah lama semenjak saya dan staf pelatih memperlihatkan rasa senang yang seperti itu untuk sebuah angka yang berhasil dicetak. Itu semua terjadi karena angka yang dicetak pada malam yang dimana kami sedikit merasakan ada di bawah tekanan,” ucap Hodgson.

“Saat kesempatan tak berhasil menjadi sebuah gol dan misi Anda dibuat semakin parah dengan kebobolan angka oleh Gareth Bale tersebut, jadi saat kedua pemain pengganti itu berhasil mencetak angka sungguh keadaan yang membuat kami merasa senang.”

“Kalau saya melihatnya dari kejauhan dan tak bersama dengan Inggris dan melihat pertandingan Wales, saya bakal merasa begitu iba, namun mereka perlu memaafkan saya sebab tak merasa kasihan karena saya berharap bisa merasa senang dengan diri kami pribadi,” ujarnya.

Leave a Reply