Pemain Setuju Kalau Timnas Inggris Sekarang Menjadi Candaan

Kasus Sam Allardyce dikatakan bikin timnas Inggris menjadi bahan candaan dunia. Pemain dari The Three Lions yaitu Danny Rose juga tidak bisa tidak menyetujuinya.

Allardyce hanya mengarahkan tim nasional Inggris melangsungkan 1 laga saja. Ia dihentikan kontrak oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) usai cuma 67 hari menjadi seorang manajer sebab terikat dengan skandal memalukan.

Kejadian ini dikatakan Alan Shearer, pencatat 63 caps bersama Inggris, adalah sebuah hal yang memalukan. Ditambah lagi pada ajang Piala Eropa kemarin tim nasional pun dipermalukan oleh tim kecil seperti Islandia.

“Saya menyaksikan Alan Shearer menyatakan sepakbola Inggris sudah menjadi sebuah bahan lelucon. Ini tak mudah untuk dikatakan, namun saya sedikit menyetujuinya dengan seorang manajer yang kehilangan kursi jabatannya usai 1 pertandingan,” ucap Rose.

“Hal tersebut tak baik dalam hal apapun dan bagaimanapun sikap yang sudah diputuskan oleh FA usai 4 laga (bersama Gareth Southgate), saya ingin manajer Inggris selanjutnya bakal memimpin untuk waktu yang panjang dan menolong kami sedikit berkembang pada sejumlah kompetisi.”

“Cuma ada banyak kebaikan bertahan lama dengan sosok manajer dan perlu ada sebuah tumpuan di mana pemain-pemain menyaksikan antara satu dengan yang lain dan mengatakan ‘Ini tak cukup baik’. Dengan Sam, entah hal tersebut hadir dari mana. Saya hanya pikirkan  ‘Siapa lagi selanjutnya’.”

“Saya tak ingin katakana kalau hal ini merupakan sebuah kekacauan. Namun ini tak menyenangkan untuk sepakbola Inggris,” ujar pemain bek Tottenham Hotspur itu.

Inggris, walau dikatakan memiliki ajang domestik terketat, telah lama tidak ikut ambil bagian dalam beberapa kompetisi besar. Di Piala Dunia, setelah finis di urutan keempat di Piala Dunia 1990, paling tinggi sampai dengan babak perempatfinal.

Sama halnya di Piala Eropa. Belum satu kalipun menjadi juara, Inggris paling tinggi hanya sampai dengan babak perempatfinal usai terakhir kali sampai dengan semifinal di tahun 1996.

Leave a Reply