Sterling Termotivasi dengan Perselisihan Bersama Sane

Perselisihan antara teman satu tim bukan sebuah hal yang buruk. Seperti halnya dengan Raheem Sterling, yang malah menganggap hal tersebut sebagai hal yang bisa memotivasi dirinya.

Telah lazim bagi sebuah tim memiliki lebih dari orang pemain untuk satu bagian. Berbagai alasan muncul, diawali dari kedalaman skuat dan perlu perputaran, sampai untuk bikin pemain-pemain yang menempati bagian tersebut sudah biasa dengan atmosfer kompetitif.

Dengan mempunyai saingan pada bagian yang serupa, seorang pemain inti untuk bagian itu seharusnya menjadi lebih was-was. Dia tak dapat berdiam diri saja. Kalau penampilannya menjadi turun, kemungkinan dia tergusur dari bagian menjadi starter.

Kebalikannya, untuk si pelapis, dia akan berupaya untuk membuat yakin sang pelatih kalau ia pun pantas untuk diberi peluang. Kalau peluang tersebut hadir, telah semestinya si pelapis memanfaatkan hal tersebut sebaik mungkin.

Kemudian, kalau kedua pemain tersebut bermain dengan baik? Tentunya, hanya sang pelatih yang menjadi bimbang. Pusing pada artian oke, tentunya.

“Yang semacam itu, sadar ada 4 atau pemain lain yang dapat tampil pada bagian yang serupa, membuat seorang pemain selalu menaikan kualitasnya,” ucap Sterling.

Sekarang di Manchester City, Sterling “berselisih” bersama Leroy Sane. Di laga menghadapi Manchester United pada akhir pekan kemarin, Sane pada akhirnya ditampilkan pada babak kedua, di bagian yang sama pun dengan Sterling yaitu pemain gelandang serang bagian kanan.

Bagi Sterling, rivalitasnya yang baik bersama Sane berlangsung sangat mulus.

“Sekarang ada Leroy dan ia merupakan orang yang seru, saya hamper setiap hari berbicara dengan dirinya. Tentu, ia pun tampi di bagian yang serupa dengan saya.”

“Saya ingin, agar kami dapat tampil serentak di lapangan. Namun, untuk dapat tampil di lapangan, kami perlu dapat memperlihatkan bahwa kami pantas melakukannya,” ujar Sterling.

Leave a Reply