Tag Archives: ac milan

Tersisih di Liverpool, Moreno Bisa Merapat ke Milan

alberto moreno

Duo raksasa Italia AC Milan dan Inter Milan kabarnya bersedia menampung fullback Liverpool Alberto Moreno pada musim panas mendatang. Moreno terdepak dari skuat inti The Reds lantaran gagal menunjukkan kualitasnya kepada pelatih The Reds Jurgen Klopp.

Bek berusia 24 tahun itu direkrut dari Sevilla pada 2014 dengan nilai mahar transfer senilai 12 juta euro atau hampir Rp 200 miliar dan kontraknya baru tuntas tahun 2019 mendatang. Tetapi di musim 2016/2017 ini Moreno cuma diturunkan tujuh kali di Premier League karena kalah pamor ketimbang James Milner.

Dikutip oleh The Sun, pada Rabu (12/4/2017) sekarang ini Milan sedang mengatur rencana negosiasi dengan sang pemain untuk pergi dari Anfield. Tidak ketinggalan rival satu kotanya Inter yang juga turut mengantre untuk mendapat jasa Moreno.

Il Diavolo Rosso sejauh ini punya pengalaman oke usai menampung pemain Spanyol dari Liga Inggris. Setelah Suso direkrut Liverpool, gantian Gerard Deulofeu (Everton) yang bersinar Milan meski hanya berstatus pinjaman.

Harga Moreno ditenggarai mencapai 15 juta poundsterling (Rp 248 miliar, tapi itu bisa saja turun lantaran Si Merah tengah mengejar wonderkid Fulham Ryan Sessegnon. Sessegnon, yang baru berusia 16 tahun disebut-sebut sebagai penerus Gareth Bale dan juga menjadi incaran Chelsea, Arsenal, sampai Manchester United.

Pemain yang telah bermain 22 kali bareng Fulham di Divisi Championship musim ini sudah membukukan empat gol serta dua assist. Dia pun juga menjadi tumpuan tim nasional Inggris U-19 sejak Oktober 2016 kemarin.

Everton rupanya juga ikut mengawasi perkembangan Sessegnon. Tetapi Liverpool berniat mengambil langkah lebih dulu demi mendapat jasa remaja itu.

Montella Sebut Angka Penalti Bacca Sesungguhnya Tak Sah

Vincenzo Montella akui bahwa AC Milan beruntung akan keputusan yang telah wasit putuskan pada pertandingan dengan Sassuolo. Tendangan penalti penentu atas hasil positif Rossoneri dikatakan olehnya tak sah.

Hasil positif dengan skor 1-0 diraih Milan ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (26/2/2017) malam WIB, di Sassuola. Angka yang satu-satunya tercipta pada pertandingan itu dilesakkan oleh Carlos Bacca.

Angka tersebut dikatakan Montella tak seharusnya disahkan oleh wasit. Karena ketika lakukan eksekusi Bacca tersandung dan bikin bola yang ia tendang membentur kakinya yang lain sebelum akhirnya masuk ke gawang. Penalti itu menyalahi peraturan.

“Bacca sentuh bola 2 kali dan berpatokan dengan peraturan sebab itulah mestinya jadi sepakan bebas tak langsung bagi Sassuolo, namun penalti mestinya (juga) diulang sebab di tempat itu (dalam area penalti) ada pemain Sassuolo. Semua orang miliki interpretasinya sendiri,” ujar Montella setelah laga.

Cetak angka Bacca itu menjadi amat penting, dan juga bersejarah bagi Milan, sebab memberi mereka hasil positif pertama di Mapei Stadium. Lebih lanjut lagi, hasil positif ini pun telah tandakan bangkitnya kembali Rossoneri yang pernah sebelumnya menerima hasil negatif 4 kali secara berturut-turut di akhir Januari sampai dengan awal Februari kemarin.

Pada 4 laga terakhir, Milan dapatkan 3 hasil positif dan 1 kali hasil seri.

“Ini merupakan hasil positif yang luar biasa atas lawan yang dalam sejarahnya terus merepotkan kami kalau melangsungkan laga di markas mereka. Laga ini menuntut konsentrasi kami penuh dilihat dari sisi mental,” sambung Montella di FourFourTwo.

Ikuti Maldini, Thiago Silva Berharap Tampin Sampai Usia 40 Tahun

Thiago Silva sangat memuja bekas pemain bek AC Milan yaitu Paolo Maldini. Silva juga siap ikuti jejak Maldini yang terus tampil sampai usia 40 tahun.

Silva yang sudah menginjak umur 32 tahun, telah masuk ke tahun 14 selama kariernya profesionalnya sedari melangsungkan debut dengan klub lokal Brasil RS Futebol. Masa depannya di Eropa diawal pada tahun 2009 ketika Milan merekrutnya dari Fluminense.

Waktu itu Milan merekrut Silva untuk gantikan Maldini yang angkat sepatu pada akhir musim 2008/2009. Walau cuma sempat berlatih dengan Maldini di 6 bulan pertamanya, Silva ternyata amat terinspirasi akan apa yang sudah diraih ole seniornya itu.

Ditambah Maldini berkarier di lapangan hijau sedari seperempat abad sampai usia 40 tahun. Hal tersebut yang Silva harapkan bisa ditiru dari Maldini.

“Saya ingin tampil hingga usia 40 tahun,” ucap Silva.

“Salah satu pemain yang saya idolakan di AC Milan yaitu Paolo Maldini, dapat lakukan itu. Saya berpeluang tampil dengannya di 6 bulan terakhir kariernya,” lanjutnya.

“Saya menyaksikan seperti apa cara ia menjaga badan. Saya bakal ikuti jejaknya dan badan saya bakal mengatakan apakah saya dapat lakukan hal yang serupa dengannya,” kata dia.

Silva sekarang telah masuki tahun keempatnya bermain sebagai pemain Paris St-Germain dan kontraknya bakal berakhir pada musim ini. Silva telah tampil sebanyak 161 kali di semua ajang dan ciptakan 9 angka.

Galliani Optimis kalau Donnarumma Lebih Lama di Milan

Dengan umur yang baru menginjak 17 tahun, masa depan dari Gianluigi Donnarumma masih sangat panjang. Adriano Galliani CEO AC Milan, yakin dengan masa depan Donnarumma yang masih sangat panjang tersebut bakal dihabiskan olehnya bersama Milan.

Donnarumma tak cuma disebut sebagai pemain penting bagi Milan kedepannya, namun juga timnas Italia. Pemain yang lahir pada tanggal 25 Februari 1999 tersebut dianggap dapat menjadi penerus penjaga gawang Juventus dan tim nasional Italia yaitu Gianluigi Buffon.

Yang menarik pada “duel” terakhir Donnarumma bersama Buffon di akhir pekan kemarin, Donnarumma menjadi pemenang. Sedangkan Buffon kebobolan dengan tendangan keras dari Manuel Locatelli, Donnarumma pernah bikin penyelamatan penting untuk ertahankan keunggulan dengan skor 1-0 Milan saat melawan Juventus.

Galliani sadar kalau Donnarumma dapat membuat klub lain tertarik. Namun, salah satu atasan Milan tersebut optimis bahwa Donnarumma bakal lebih lama lagi berada di Milan.

“Saya menilai, ia bakal menjadi penerus dari Buffon di timnas, biarpun Buffon masih terbilang oke hingga sekarang ini,” ucap Galliani.

“Saya ingin, dan saya optimisn, ia bakal menjadi pemain Milan untuk jangka waktu yang cukup lama.”

Adanya sosok Donnarumma dan Locatelli (18 tahun) menjadi penyegaran pada skuat Milan sekarang ini. Galliani juga merasa puas menyaksikan ada 2 pemain muda yang muncul dari akademi mencuat dan mempunyai bagian penting di tim inti.

“Tim muda? Ini merupakan ide yang kami tentukan saat kami menyadari kalau kami tak dapat lagi berkompetisi soal pemasukan dengan para tim besar lainnya.”

“Kalau kami ingin kembali ke posisi teratas, satu-satunya cara ialah dengan manfaatkan para pemain yang masih muda,” ujar Galliani.

Napoli Kalahkan Milan

Napoli berhasil meraih kemenangan perdana pada Liga Italia 2016-2017. Partenopei dapat menangkan laga dengan skor akhir 4-2 di laga menghadapi AC Milan.

Ketika melangsungkan laga yang berlangsung pada hari Minggu (28/8/2016) dinihari WIB, di San Paolo, laga antara Napoli menghadapi Rossoneri berlangsung imbang. Tim yang di besut oleh Mauricio Sarri tercatat dapat unggul sedikit dari sisi menguasai bola dengan persentase hingga 55%.

Napoli berhasil unggul lebih awal dengan angka yang dicetak oleh Arkadiusz Milik pada menit 18. Tendangan Dries Mertens dari area kotak penalti terbentur mistar gawang, Milik dengan cekatan menghampiri bola di depan gawang.

Sang tuan rumah dapat membuat keunggulan menjadi ganda pada menit 33. Milik lagi-lagi mecatatkan namanya di papan skor. Ia dapat menanduk umpan dari Jose Callejon.

Pada babak pertama, jumlah usaha yang kedua tim lakukan sama banyaknya. Napoli tercatat melakukan 5 usaha, dengan 4 yang mengarah ke gawang. Sedangkan Milan pun melakukan hal yang serupa dengan 3 diantaranya mengarah ke gawang dan lebih sedikit.

Milan yang ditinggal, dapat kembali bangkit setelah jeda. M’Baye Niang yang jadi pencipta angka perdana I Diavolo Rosso pada menit ke 51. Ia menerobos kedepan dari sisi kiri pertahanan Napoli, kemudian melesatkan tendangan kaki kiri yang berhasil masuk ke gawang Napoli.

4 menit kemudian, Milan membuat kedudukan imbang. Suso yang yang mencetak angka, dengan sepakan jarak jauh diluar area penalti.

Napoli unggul kembali pada menit ke 74. Callejon yang menciptakan angka. Tendangan Mertens dapat ditepis oleh sang penjaga gawang Milan yaitu Gianluigi Donnarumma, bola yang rebound langsung disambut oleh Callejon.

Milan yang dapat menyusul ketinggalannya malah perlu tampil dengan sisa 10 pemain pada menit ke 75. Juraj Kucka diberi kartu kuning sebab melakukan aksi dorong mendorong dengan Mertens. Ia yang memprotesnya malah mengakibatkan Milan melanjutkan laga dengan sisa 10 pemain.

Milan bahkan perlu tampil dengan 9 pemain pada menit ke 87. Sekarang Niang yang diberi kartu kuning kedua. Ia menganggu sang penjaga gawang Napoli, Pepe Reina, ketika ingin melakukan tendangan gawang.

Saat injury time, Callejon menciptakan 1 angka lagi. Ia mencatatkannya dengan sepakan dari jarak dekat. Pada sisa laga tak ada angka tercetak, Napoli menangkan laga dengan skor akhir 4-2.

Lewat hasil ini, Napoli berada di urutan kedua dengan membawa 4 poin. Sedangkan Milan yang memegang 3 poin berada di urutan 10.

Target Milan Masuk Ajang Eropa

Pemain bek dari AC Milan yaitu Ignazio Abate, akan membuat nyata musimnya baru. Ia ingin targetnya kedepan untuk bisa masuk ke turnament Eropa walau sebenarnya lebih menginginkan kembali masuk pada Liga Champions.

3 musim terakhir sudah Milan tidak muncup pada ajang Eropa. Kineja yang tak baik pada Serie A mengakibatkan Rossoneri hanya berada di urutan luar area Eropa.

Musim kemarin, Milan yang tetap inkonsisten pada liga memiliki kesempatan untuk masuk ke Liga Europa usai melewati babak final Coppa Italia. Namun Milan tidak berhasil mengoptimalkannya usai dikalahkan oleh Juventus pada babak puncak dan gagal masuk ke kompetisi Eropa sebab cuma berada di urutan ke 7.

Dalam menghadapai musim yang baru, Abate memang mengharap dapat mengantarkan Milan memasuki area Liga Champions. Namun menyaksikan langkah Milan baru-baru ini, Abate memberikan target untuk timnya bisa masuk ke ajang Eropa.

“Jika saya membuat nyali yang mengatakan, saya akan mengatakan kalau saya sudah tak tahan untuk tak bermain pada Liga Champions. Ini telah menunggu amat lama. Atau setidaknya Anda tak berhasil lolos, namun paling tidak Anda perlu meneruskan perjuangaan hingga akhir,” ucap Abate.

“Jika memberi jawab lebih rasional, saya akan mengatakan bakal masuk pada ajang Eropa, secara umum, bakal menjadi sebuah jalur untuk maju yang baik,” sambung Abate.

“Kami perlu melakukan pekerjaan yang amat keras dengan kepercayaan pada diri dan kesadaran diri, sebab kami kurang pada sisi tersebut sejak 3 tahun terakhir ini,” ujarnya.

Pellegrini Belum Menerima Penawaran Menarik

Manuel Pellegrini tidak ingin tergesah-gesah untuk kembali melatih. Karena hingga sekarang masih belum ada penawaran yang membuat dirinya berminat.

Pellegrini sudah tidak lagi menduduki jabatan sebagai manajer di Manchester City usai dipecat pada akhir musim yang lalu ditambah terpilihnya Pep Guardiola menjadi manajer yang baru yang akan memulainya pada musim depan.

Walau keluarnya ia dari Etihad Stadium dengan rasa yang tidak enak, Pellegrini masih dinilai sebagai salah seorang manajer yang paling berhasil di City dengan meraih 1 titel di Premier League dan 2 Piala Liga Inggris.

Tak heran kalau Pellegrini diberikan banyak penawaran dari sejumlah klub lainnya untuk menjadi pelatih di tim mereka. AC Milan pernah dikaitkan dengan pria yang berasal dari Chile itu.

Tetapi, hingga sekarang ini malah belum ada rumor sama sekali kalau Pellegrini sungguh-sungguh ada kedekatan dengan sebuah klub.

Berhubungan dengan sepinya kabar tentang dirinya pada bursa transfer, Pellegrini akui kalau dirinya memang tidak ingin tergesah-gesah untuk kembali melatih mengingat hingga sekarang ini tak ada penawaran yang sungguh membuat dirinya tertarik.

“Dibandingkan harus menyebutkan nama sejumlah klub tersebut, saya ungkapkan kalau tak ada satupun proyek yang mereka tawarkan membuat saya tertarik,” ucap Pellegrini.

“3 tahun di Inggris begitu oke, maka saya ingin pertahankan pada level paling tinggi,” lanjutnya.

“Para klub yang ada tak dapat membuat saya yakin untuk mengambil posisi lain.”

“Saya cenderung menyukai pekerjaan yang berjalan dari hari ke hari, pertandingan yang berlangsung dari hari Minggu ke Minggu yang lain,” ujar Pellegrini sambil membantah kabar tentang dirinya bakal menjadi pelatih di timnas.

Brocchi untuk Berlusconi: Jangan Jual Milan!

Silvio Berlusconi pemilik dari AC Milan, dirumorkan berniat untuk menjual klub yang dimilikinya kepada investor asing. Ia dimohon agar tidak menjual Rossoneri.

Konsorsium yang berasal dari China sekarang ini dirumorkan dalam proses menjajaki untuk membeli saham  Milan yang dijual oleh Berlusconi. Mantan perdana menteri Italia tersebut selalu menarik ulur dengan calon investor berhubungan dengan sejumlah persoalan.

Syarat yang salah satunya diminta penjual Milan kepada investor asing tersebut ialah tetap menjadikan Berlusconi sebagai presiden dari klub. Ia ingin menuliskan syarat yang dirinya masih bisa menjabat di kedudukan tertinggi klub sampai 3 tahun berikutnya.

Hal tersebutlah yang dikatakan menjadi penyebab sebuah negosiasi menjadi tertahan. Sampai sekarang, persetujuan tentang pembelian Milan juga masih belum terwujud.

Tentang hal tersebut, sang pelatih Milan yaitu Cristian Brocchi, memohon supaya Berlusconi hentikan keinginannya untuk menjual tim ‘Merah-Hitam’. Ia berharap hal tersebut bukanlah untuk nasibnya saja, namun juga melihat nasib semua yang sudah diperjuangkan oleh Berlusconi kepada klub.

“Saya memiliki permintaan yang kuat dan determinasi. Ini adalah keinginan saya, namun dalam waktu yang bersamaan saya juga akan menunjukkan kalau saya dapat memperlihatkan sebuah hal yang baik,” ujar Brocchi.

“Saya menyetujui Berlusconi agar dirinya tidak menjual klub, bukan hanya untuk nasib saya semata, namun hal itu juga untuk semua yang telah dilakukan olehnya dalam sejarah klub ini.”

“Melihat seseorang yang tidak mengetahui sama sekalai apa saja yang sudah dirinya perbuat sepanjang 30 tahun ini akan terasa sangat tidak mudah,” ucapnya.

 

Ini Alasan Kemarahan Christian Brocchi Kepada Pemainnya

Sebuah akhir pahit harus dirasakan AC Milan untuk mengakhiri musim dengan kekalahan. AC Milan yang menjamu kedatangan AS Roma itu harus kalah di depan publiknya sendiri di stadion San Siro dengan skor akhir 1-3 dalam laga pertandingan terakhir Serie-A. I Rossoneri yang dilatih Christian Brocchi itu terlihat kesulitan dalam mendapatkan bola dan terus mendapatkan serangan dari AS Roma.

Tercatat Mohammad Salah mencetakan goal pertama pertandingan untuk AS Roma pada menit 19 dan skor 1-0 terus berjalan hingga babak pertama selesai. Masuk di babak kedua keadaan semakin buruk bukannya membaik bagi kubu AC Milan. Tercatat El Shaarawy mantan pemain AC Milan itu mencetakan goal kedua pada menit 59 kedudukan menjadi 2-0. Terus mendapat gencatan serangan dari AS Roma , akhirnya Roma kembali mencetakan goal ketiganya pada menit 82 oleh Emerson Palmieri.

Tertinggal 3 goal membuat seluruh pemain AC Milan terlihat sangat frustasi harus kalah, namun 4 menit berselang terjadi goal pertama dari AC Milan. Pada menit 86 , Carlo Bacca sukses memberikan 1 goal kepada AC Milan namun tetap keadaan tidak akan berubah karena masih tertinggal 2 angka. Pertandingan berakhir dengan skor 1-3 tanpa ada goal tambahan , Christian Brocchi diketahui terlihat sangat marah saat di lapangan dan dikabarkan dia juga memarahi para pemainnya. Dikabarkan Brocchi menilai AS Roma bermain biasa saja namun timnya yang tampil sangat buruk.