Tag Archives: Arsene Wenger

Wenger Puji Performa Gabriel Paulista

gabriel paulista

Manajer Arsenal, Arsene Wenger melayangkan pujian atas penampilan ciamik Gabriel Paulista ketika menghadapi Manchester City di empat besar Piala FA, Minggu (23/4) malam.

Dalam laga yang bergulir di stadion Wembley tersebut, Wenger memainkan Gabriel di posisi bek tengah sebelah kanan. Menurut pandangan Wenger, pesepakbola asal Brasil itu bermain oke menghadapi kecepatan Leroy Sane.

Arsenal sendiri pada duel itu sukses menang tipis 2-1. Mereka sempat ketinggalan terlebih dulu melalui lesakkan Sergio Aguero pada menit ke-63, The Gunners menyamakan skor pada menit ke-71 melalui aksi Nacho Monreal. Pada masa ekstra time, tepatnya di menit 101 Alexis Sanchez akhirnya mengunci kemenangan Tim Gudang Peluru.

“Gabriel sudah menjalani sejumlah laga dengan baik sebagai bek kanan. Saya merasa bila dia mempunyai kecepatan yang bagus, dan hari ini saya pikir bila dia mampu membantu Oxlade-Chamberlain menghadang Leroy Sane,” ujarnya.

“Sane kerap lepas dengan kecepatannya dan saya merasa apabila dia memiliki kecepatan untuk menutupnya, untuk melancarkan tekel dan dia melakukannya dengan baik. Apalagi di babak ekdua, saya pikir ia menyelamatkan tiga dari empat bola,” sambungnya.

“Maka saya berpikir cuma dia yang pantas di posisi ini. Dia sudah bermain sebagai bek kanan, bek tengah dan dia bermain saat ini di posisi di antara keduanya, tandasnya.

Bayaran Tak Tahan Perpanjang Kontrak Sanchez dan Oezil

Pada bagian gaji dikatakan menahan jalannya negosiasi perpanjang kontrak Alexis Sanchez dan Mesut Oezil. Sang manajer Arsenal yaitu Arsene Wenger, membantah hal tersebut.

Kontrak yang dimiliki oleh kedua pemain itu hanya tinggal sisa 2 tahun lagi. Tetapi, jelang berjalannya ajang Premier League akhir pekan ini, masih belum ada kata pasti tentang kontrak baru yang akan diberikan untuk Oezil dan Sanchez.

Tak heran kalau hal tersebut biki para pendukung Arsenal merasa was-was sebab Sanchez dan Oezil berkemungkinan pindah ke klub besar lainnya, yang berani tawarkan gaji lebih besar pada 2 pemain tersebut.

Malah kabar kepindahan Oezil sudah mulai terdengar sedari sejumlah pekan terakhir menyusul munculnya ketertarikan dari Real Madrid pada dirinya. Ditambah Oezil tidak menutup bahwa mungkin saja dirinya kembali bermain untuk Madrid.

Sedangkan Sanchez selalu digoda oleh sejumlah klub besar Eropa antara lain ada Paris-St Germain, Real Madrid, Juventus, serta Inter Milan. Penampilan Sanchez yang semakin apik menjadi penyebabnya.

Bukan Arsenal tak ingin menambah panjang kontrak untuk kedua pemain, namun hingga sekarang ini gaji dikabarkan masih menjadi persoalan utama. Sanchez dan Oezil diberitakan meminta bayaran yang jumlahnya sama dengan Paul Pogba, yaitu 290 ribu poundsterling tiap pekan.

Namun, Wenger bantah berita tersebut sambil tegaskan negosiasi kontrak masih berlangsung dengan baik.

“Saya ingin bilang kalau kemewahan pada sepakbola modern tersebut bukan cuma tentang uang,” ucap Wenger.

“Para pemain tentu harapkan sebuah bayaran yang besar. Uang tersebut tentu berarti pentung untuk tiap orang,” lanjutnya.

“Anda bakal lebih sering lakukan negosiasi dengan para agen dibanding para pemain, maka kami masih berada pada sesi negosiasi, tentu semua berlangsung seperti biasa,” demikian kata Wenger.

Oezil, yang direkrut dari Arsenal dengan pecahkan rekor transfer klub di tahun 2013 silam, bermain meyakinkan pada musim kemarin dengan ciptakan 19 assist pada ajang Premier League. Sedangkan Sanchez ciptakan 13 angka lewat 30 performa di Premier League musim kemarin.

Arsenal Bakal Tampilkan Gabungan Pemain Muda dengan yang Berpengalaman

Sang manajer Arsenal yaitu Arsene Wenger, telah memiliki gambaran tentang gabungan para pemain untuk pertandingan menghadapi Southampton. Wenger bakal turunkan kombinasi antara para pemain muda dan para pemain berpengalaman.

Arsenal bakal berhadapan dengan Southampton di pertandingan perempatfinal Piala Liga Inggris yang berlangsung pada hari Kamis (1/12/2016) dinihari WIB, di Emirates Stadium. Untuk pertandingan itu, The Gunners tak bakal memainkan Olivier Giroud (karena cedera pangkal paha) dan juga Mathieu Debuchy (cedera bagian hamstring). Sedangkan Lucas Perez telah kembali pulih dari cedera pada bagian engkel dan bersiap untuk kembali tampil.

“Lucas terdaftar dalam skuat,” ucap Wenger pada situs resmi klub.

“Kami bakal mainkan gabungan antara para pemain muda dan para pemain berpengalaman, namun 90 persen masih pemain dari tim utama,” ujarnya.

Salah seorang pemain yang bakal diturunkan oleh Wenger ialah Carl Jenkinson. Jenkinson jadi opsi yang ditunjuk Wenger di bagian bek kanan usai Hector Bellerin mendapat cedera.

“Carl Jenkinson bakal tampil. Saya seutuhnya menepikan dia untuk istirahat ketika berhadapan dengan Bournemouth sebab ia belum lama ini tengah melangsungkan 2 laga besar (berhadapan dengan Manchester United dan Paris Saint-Germain) dan saya merasa ia perlu beristirahat,” kata Wenger.

“Terkadang, 3 pertandingan dalam satu pekan amat menguras mental. Carl besok bakal tampil lagi dan kami bakal mainkan Gabriel di tempat bek tengah, dan kemudian kita lihat saja pada hari Sabtu,” imbuhnya.

Di akhir pekan ini, Arsenal bakal bertemu dengan West Ham United di markas lawan dalam laga lanjutan Premier League.

Wenger Sebut untuk Jadi Juara Perlu Para Pemain Berpengalaman

Arsene Wenger sampai saat ini disebut senang mengutamakan bakat muda dengan Arsenal. Namun untuk menjadi juara, ia akui memang butuh pengalaman yang sepadan dari para pemain.

Wenger sampai sekarang ini dikenal sebagai seorang manajer yang memiliki perhatian besar kepada para pemain muda. Ia tidak ragu berikan peluang besar untuk para talenta baru yang masih muda.

Panggil saja para pemain layaknya Cesc Fabregas, Aaron Ramsey, Jack Wilshere, serta Robin van Persie yang telah diberi kepercayaan untuk tampil oleh Wenger sedari masih berumur muda. Sedangkan sekarang ini, beberapa anggota skuat utama The Gunners pun cenderung masih muda.

Contohnya seperti Calum Chambers, Rob Holding, Hector Bellerin, atau Chuba Akpom, baru menginjak umur 21 tahun tetapi telah cukup menjadi angalan di tim. Sedangkan Alex Oxlade Chamberlain (umur 23) atau Francis Coquelin (umur 25) sudah sedari beberapa musim terakhir menjadi pemain andalan Wenger.

Walau begitu, Wenger sendiri akui kalau untuk menjadi juara, tim tidak dapat seutuhnya menaruh harapan kepada bakat dari para pemain muda. Tekanan saat perselisihan memburu titel disebut olehnya cuma dapat dilawan dengan pengalaman di tingkatan tinggi.

“Agar bisa menjadi seorang pemain sepakbola yang sebenarnya, Anda harus berumur paling tidak 23 tahun sebab sebelumnya Anda telah pelajari tugas Anda di mana Anda dapat bermain oke dan selanjutnya, kadang-kadang main seperti biasanya saja,” ujar Wenger.

“Anda mungkin saja memiliki satu atau dua bakat yang hebat, seperti sekarang ini kami memiliki Hector Bellerin dan Alex Iwoni. Namun inti dari tim perlu menginjak umur 23 hingga 30 tahun.”

“Jika Anda menyaksikan ke beberapa timnas, Anda tidak pernah menangkan turnamen dengan tim muda. Karena memang lebih tuntut aspek mental di beberapa sesi untuk menangkan sesuatu yang berarti. Anda harus memiliki level tertentu pada pengalaman,” ucapnya.

Arsenal telah lama tidak merasakan juara di Premier League, terakhir kali di musim 2003/2004. Gelar bergengsi yang mereka raih belum lama ini ialah Piala FA, yaitu di musim 2013/2014 dan 2014/2015.

Sedikit Rasa Sesal Wenger Atas Kemenangan Arsenal

Arsenal raih hasil positif yang cenderung impresif saat berhadapan dengan Basel. Tetapi di balik hal tersebut ada sedikit rasa sesal dari sang manajer The Gunners yaitu Arsene Wenger.

Arsenal berhasil menang dengan skor 2-0 ketika berhadapan dengan Basel yang berlangsung pada hari Kamis (29/9/2016) dinihari WIB, di Emirates Stadium. 2 buah angka yang diciptakan oleh Theo Walcott pastikan tim yang di besut oleh Wenger tersebut raih angka penuh di depan suporter sendiri.

Laga berlangsung cenderung nyaman bagi Arsenal. Tidak cuma unggul lewat penguasaan bola yang sampai dengan 58 persen, Arsenal pun memiliki banyak peluang.

Tercatat ada 13 upaya dengan 8 di antaranya yang tepat sasaran. Pada sisi lain, keunggulan Arsenal berhasil menahan kesempatan untuk Basel, dengan cuma menghasilkan 5 percobaan dengan dua darinya yang mengarah ke gawang.

Walau begitu, ada secuil rasa sesal yang dirasakan Wenger. Manajer yang berasal dari Prancis tersebut menganggap timnya dapat raih kemenangan lebih besar kalau saja penyelesaian akhir lebih oke.

Nyatanya dari 8 upaya yang mengarah ke gawang cuma 2 yang berhasil menjadi angka sedikit banyak memperlihatkan Arsenal sedikit melewati peluangnya. Ambil contoh Alexis Sanchez, paling tidak raih 2 peluang emas di mana tinggal menghadapi sang penjaga gawang, tetapi malah gagal menuntaskannya.

“Pada babak pertama, hal tersebut merupakan sebuah laga dengan kualitas oke. Kecepatannya, kualitas dari pergerakan kami, kualitas tekniknya. Kami ciptakan beberapa keadaan yang mengancam,” ujar Wenger.

“Saya ingin selamatkan tim untuk kualitas yang mereka tampilkan pada malam ini. Satu-satunya hal yang saya sesali ialah kami tak cukup tuntangkan beberapa kesempatan kami. Namun ini basis yang baik untuk mencoba lebih banyak hasil positif.”

Arsenal memang bermain lebih trengginas pada babak pertama. Lewat 8 percobaan yang mengarah ke gawang, 7 tercatat pada paruh pertama. Ketujuhnya cuma lewat 9 percobaan.