Tag Archives: AS Roma

‘Fokus Roma Menghilang’

AS Roma pernah unggul di kandang Lyon namun selanjutnya tak berhasil pertahankan hal tersebut. Juan Jesus mengatakan fokus timnya tersebut merosot.

Melangsungkan laga pada hari Jumat (10/3/2017) dinihari WIB, di Parc Olympique Lyonnais, Roma awali dengan tak oke sebab kemasukan angka pada menit 8 lewat angka yang diciptakan Mouctar Diakhaby. Namun selanjutnya berhasil membalas lewat angka yang diciptakan Mohamed Salah dan Federico Fazio di menit ke 20 dan 33.

Walau begitu, Roma hilangkan penguasaan bola pada babak kedua. Gol cepat yang diciptakan Corentin Tolisso pada menit 47 ikut bikin rasa percaya diri Lyon naik. Hingga akhirnya tuan rumah tambahkan 2 angka lewat angka yang diciptakan Nabil Fekir dan Alexandre Lacazette di menit 74 dan 90.

Roma biarkan Lyon dengan bebas bermain pada paruh kedua. Lewat 23 percobaan Lyon dengan 16 di antaranya pada babak kedua. Lewat 12 yang mengarah ke gawang, 9 tercatat pada saat itu.

Roma pribadi memiliki 16 upaya menciptakan angka dengan menyeluruh dengan setengahnya tepat ke sasaran. Walau keadaannya tidak menguntungkan, Jesus yakin Roma dapat memutar balik keadaan sebab miliki 2 cetak angka tandang dan bakal tampil di markas pada pertemuan kedua pekan berikutnya.

“Lyon merupakan tim hebat, namun hasil akhirnya masih terbuka dan kami miliki pertemuan kedua di markas. Maka kami perlu membelajari sebuah hal dari laga ini untuk terhindar dari kesalahan yang serupa,” imbuh Jesus.

“Kami harus pertahankan focus kami dengan sempurna selama laga berlangsung dan tidak sukses lakukan itu. Lyon tak berlari lebih sering dibanding kami.”

“Kami hanya perlu berkonsentrasi ke pertemuan kedua saat ini. Kelolosan merupakan sebuah hal yang dapat kami genggam. Kami dapat memutar balik keadaan di markas,” lanjutnya.

Inzaghi Sebut Roma Unggul

Sang pelatih Lazio yaitu Simone Inzaghi mengatakan kalau AS Roma lebih diunggulkan untuk keluar sebagai pemenang. Walau begitu, Inzaghi terus menatap duel menghadapi Roma dengan keyakinan diri.

Lazio dan Roma bertemu pada babak semifinal Coppa Italia yang bakal berlangsung dalam 2 leg. Leg pertama bakal berlangsung pada hari Rabu (1/3/2017), sedangkan leg kedua di awal bulan April yang akan datang.

“Kami mengetahui tentang apa yang bakal kami temui. Saya miliki respek yang besar kepada Roma dan untuk (pelatih) Luciano Spalletti,” ucap Inzaghi.

“Tetapi, besok saya miliki rasa optimis yang besar pada skuat saya. Mereka hebat dan kompak. Kami masuk ke babak semifinal atau miliki total 50 poin (di Serie A) bukan diraih dengan kebetulan,” sambungnya.

“Kami miliki sebuah laga penting di mana Roma merupakan unggulannya. Walau demikian, saya percaya dengan diri saya sendiri, staf saya, dan pemain saya. Saya kembali ucapkan sekali lagi, kami ada di termpat ini bukan sebuah kebetulan,” ujar Inzaghi.

Lazio dan Roma sudah satu kali bertemu di pertandingan Derby della Capitale di musim ini, bulan Desember kemarin. Alhasil, Roma menangkan laga dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan oleh Kevin Strootman dan Radja Nainggolan.

“Hal tersebut berikan kami banyak pelajaran, kalau laga derby merupakan sebuah laga spesial dan Anda bakal dihukum jika lakukan kesalahan sekecil apa pun. Kami tunjukkan performa lebih oke dibanding mereka sedari 50-60 menit, kemudian kami lakukan sejumlah kesalahan individu, juga sejumlah faktor lain,” ucap Inzaghi.

Eder Sebut Kans Tundukkan Roma 50%

Pemain striker Inter Milan yaitu Eder, membuat yakin timnya dapat berhadapan dengan AS Roma ketika kedua tim berhadapan pada akhir pekan ini. Baginya, hal tersebut tidak lepas dari Inter yang sudah alami kemajuan.

Pernah terperosot, Inter mulai melangkah dengan meyakinkan sedari dipimpin oleh Stefano Pioli. Lewat 10 laga terakhir di Serie A, Inter dapatkan 9 hasil positif dan cuma kalah satu kali melawan.

Langkah itu mengantarkan Inter tembus zona Eropa. Nerazzurri sekarang berada di urutan 4 klasemen dengan mengumpulkan 48 poin, berselisih 6 poin dengan Napoli yang berada di zona Liga Champions.

Pada akhir pekan ini, Inter telah dinanti grande partita menghadapi Roma di Giuseppe Meazza pada laga lanjutan Serie A giornata 26 yang berlangsung pada hari Senin (27/2/2017) dinihari WIB. Eder mejuga menganggap kalau kedua tim miliki kesempatan untuk menang yang sama.

“Kami mengetahui kalau ini merupakan laga yang penting. Jadi seperti itu sebab sejumlah hasil kami baru-baru ini. Kami bermain amat oke, kami pada jalan yang benar namun mereka yang berada di depan kami melangkah dengan amat cepat,” ucap Eder.

“Roma merupakan lawan yang amat kuat, ini merupakan pertandingan yang miliki peluang dari masing-masing tim 50 persen walau kami miliki sedikit keuntungan sebab tampil di markas, yang perlu kami optimalkan. Bagaimanapun kami akan siap.”

“Siapa yang amat bikin kami merasa khawatir? Di samping (Edin) Dzeko, yang paling penting ialah grup. Kalau skuat bermain oke, maka beberapa individunya pun bakal tampil oke. Lewat hal tersebut, Giallorossi kokoh,” katanya.

Dzeko Sebut Roma Luar Biasa

AS Roma raih hasil positif dengan skor telak 4-0 saat melangsungkan laga di markas Villarreal. Edin Dzeko menganggap kalau timnya telah menunjukkan performa yang luar biasa dan tidak berikan peluang kepada lawan.

Melangsungkan pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa pada hari Jumat (17/2/2017) dinihari WIB, di Estadio de la Ceramica, Roma menangkan laga dengan skor telak 4-0. Giallorossi awali skor lewat angka yang diciptakan oleh Emerson Palmieri, kemudian Dzeko ciptakan 3 angka beruntun.

Lakukan percobaan dengan jumlah yang sama yaitu 15 kali dan juga sama pula 7 di antaranya yang mengarah ke gawang, Roma menunjukkan performa yang lebih efisien dibanding tuan rumah. Bahkan sebagian besar tendangan Villarreal cenderung tidak terlalu memberi ancaman dan dilepaskan lewat luar area penalti.

Lewat hasil ini sendiri membuat Roma berada pada urutan yang sangat menguntungkan menatap leg kedua di Olimpico pekan berikutnya. Tidak hannya menang tdengan skor elak, Roma miliki 4 cetak angka tandang.

“Kami luar biasa hari ini. Kami tidak berikan apapun di belakang dan masukkan 4 angka ke gawang tim solid Spanyol seperti Villarreal. Kami fantastis,” ujar Dzeko pada situs resmi klub.

“Tiap laga tetrsebut miliki kisahnya masing-masing. Kadang-kadang kami kerepotan di pertandingan tandang menghadapi paraa tim kecil di Serie A, namun kami memperlihatkan sampai sebagus mana kami pada hari ini,” ucapnya.

Dzeko pribadi padai musim ini sudah amat tajam, ciptakank 28 ang lewat jumlah 34 laga di semua kompetisi.

Spalletti Sebut Hasil Oke yang Pantas bagi Roma

AS Roma berdiri untuk memutar balik keadaan saat melawan Chievo dengan skor 3-1. Luciano Spalletti menganggap kalau Roma memang layak untuk raih hasil positif dan juga merasa puas dengan performa dari timnya tersebut.

Pada hari Jumat (23/12/2016) dinihari WIB, Di Olimpico, Giallorossi ungguli laga. Tercatat, Roma dapat kuasai sampai 67 persen bola dengan bikin 25 upaya dengan 9 di anteranya yang tepat sasaran, sementara Chievo cuman dapat bikin 6 usaha dengan 2 di anteranya yang tepat sasaran.

Tetapi, biarpun Roma tampil agresif sedari menit pertama dan bikin beberapa kesempatan malah Chievo yang lebih dulu dapat ciptakan angka. Pada menit 37, Chievo pimpin laga dengan skor 1-0 lewat angka yang diciptakan oleh Jonathan de Guzman.

Dominasi Chievo cuma bertahan sebentar setelah Stephan El Shaarawy membuat skor imbang lewat angka yang ia cetak di akhir babak pertama. Pada paruh kedua, Roma balik memimpin laga lewat angka yang diciptakan Edin Dzeko dan membuat pasti kemenangannya dengan angka penalti Diego Perotti pada akhir injury time.

“Barusan merupakan sebuah hasil positif yang sepenuhnya pantas, sebab tim langsung menggempur sejak menit awal,” ujar sang pelatih Roma tersebut.

“Saya perlu memberi pujuan kepada para pemain, sebab mereka amat gigih sejak awal dan menunjukkan seberapa ingin mereka raih hasil positif ini. Karakter jadi hal yang fundamental bagi kami, sebab saat keadaan perlukan hal tersebu, elemen ini dapat bawa tambahan yang bernilai,” lanjut Spalletti.

“Chievo dengan [pelatih] Rolando Maran telah lakukan usaha yang oke dalam hal defend, sampai cuma sedikit kebobolan. Maka kenyataannya kalau kami dapat ciptakan banyak kesempatan menunjukkan seberapa okenya performa tim saya,” kata dia.

Lewat kemenangan ini Roma memperkecil jaraknya dengan Juventus jadi 4 poin setelah mengoleksi 38 poin, menang 3 poin dari Napoli di bawahnya. Sekarang, Serie A sudah sampai pada libur kompetisi dan baru kembali dimulai 2 pekan lagi di mana Roma bakal berhadapan dengan Genoa, pada tanggal 8 Januari yang akan datang.

Roma Membuang Keunggulan 2 Angka di Menit Akhir

AS Roma menyia-nyiakan keunggulan 2 angka mereka tanpa membalas saat tampil imbang dengan skor 3-3 melawan Austria Wina. Pemain gelandang Roma yaitu Radja Nainggolan mengatakan bahwa timnya tertidur.

Pada laga matchday 3 Liga Europa di Olimpico yang berlangsung pada hari Jumat (21/10/2016) dinihari WIB, Roma tertinggal lebih awal oleh tim tamunya dengan angka yang diciptakan oleh Raphael Holzhauser pada menit 16.

Namun, Giallorossi langsung memberi reaksi selang 3 menit dengan angka yang diciptakan Stephan El Shaarawy. Sekitar 11 menit jelang turun minum, Roma membalik keadaan menjadi unggul lewat angka kedua El Shaarawy.

Keunggulan sang tuan rumah ditambahkan usai Alessandro Florenzi ciptakan angka pada menit 69 untuk membawa Roma unggul dengan skor 3-1. Dengan kemenangan terlihat sudah di depan mata, gawang Roma malah kemasukan 2 kali dalam waktu selang 2 menit, angka di menit 82 dan 84.

“Saya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Kemenangan seperti berada di tangan dan kami memegang kendali penuh,” ucap Nainggolan.

“Lalu kami kekemasukan di skor 3-2 dan kami secara tertidur ketika kebobolan angka ketiga. Tidak ada manfaatnya memiliki kelebihan teknik jika kami tertidur, kalau begitu kami tidak akan raih hasil yang layak,” katanya.

Hasil imbang itu menghentikan kerelatifan baik dari Roma usai dapatkan 3 hasil positif secara berturut-turut di laganya pada semua ajang sebelum ini (Hadapi Astra Giurgiu di Liga Europa, dan dari Inter Milan dan Napoli di Serie A).

“Saya anggap usai kemenangan di Napoli tidak ada yang mengira pada malam ini bakal berakhir dengan skor imbang. Biasanya sejumlah hasil baik menolong untuk lakukan konsistensi. Kami perlu perbaikan dalam cakupan tersebut sebab jika kami terus menerus tak berhasil dalam laga yang diinginkan dapat kami menangkan maka kami bakal terus dalam keadaan yang harus menyusul,” ujar Nainggolan.

Lihatlah Hari Kemarin Roma!

AS Roma Kembali tak berhasil menahan keunggulan yang diraihnya pada sebuah laga. Roma pun diminta untuk secepatnya belajar lewat kesalahan mereka dan tidak kembali melakukan kesalahan itu lagi.

Roma tidak dapat raih poin sempurna ketika berhadapan dengan Viktoria Plzen di matchday 1 Liga Europa. Giallorossi perlu menerima dengan 1 poin lewat laganya yang berlangsung pada hari Jumat (16/9/2016) dinihari WIB, Doosan Arena, Plzen, usai tampil imbang dengan skor 1-1 menghadapi tuan rumah.

Di pertandingan tersebu, Roma telah mendominasi laga dengan cepat ketika laga baru berlangsung 4 menit. Mereka unggul lewat eksekusi penalti yang dilakukan Diego Perotti yang diraih karena pelanggaran kepada Stephan El Shaarawy.

Namun Roma unggul cuma sampai 7 menit. Plzen dapat membuat kedudukan imbang lewat Marek Bakos yang melewati pengawalan Juan Jesus untuk menanduk bola.

Ini bukan yang pertama bagi Roma kehilangan keunggulan yang diraihnya. Lewat jumlah 6 laga kompetitif yang telah dilangsungkan pada semua ajang musim ini, Roma 4 kali sudah tak berhasil mempertahankan dominasinya. Pada 4 pertandingan itu, Roma cuma 1 kali menang (berhadapan dengan Sampdoria) dan 3 sisanya selesai dengan skor imbang (Menghadapi Porto, Cagliari, dan Plzen).

Perotti juga kecewa dengan kesalahan yang sering kali dari Roma itu. Pemain yang berasal dari Argentina tersebut ingin I Lupi dapat secepatnya membenahinya.

“Kami tak tampil dengan oke. Kami menciptakan angka dengan cepat namun kami mestinya dapat pertahankan keunggulan kami dengan lebih oke lagi,” ucap Perotti dikutip lewat situs resmi milik klub.

“Ini merupakan kesekian kalinya kami menciptakan angka lebih awal dan mereka membuat imbang kedudukan. Kami perlu benahi hal tersebut.”

“Kami tak tunjukkan performa paling oke kami. Mereka bermain oke dengan selalu fokus dan bertahan dengan amat oke, maka kami tak dapat raih cukup celah. Biar demikian, kami tak merasa sulit sama sekali,” sambung Perotti.

“Walau demikian, kami menangkan setiap laga dan kami tak boleh kembali membuat kesalahan ini di pertandingan selanjutnya,” ujar Perotti menegaskan.

Nuno Ungkapkan Kisi Kemenangan Melawan Roma

Bermain di markas lawan, Porto malah berhasil menangkan laga berhadapan dengan AS Roma dengan skor telak. Sang pelatih Porto yaitu Nuno Espirito Santo, mengatakan rahasia dibalik kemenangan tim besutannya.

Porto sesungguhnya berada pada keadaan yang kurang baik saat memilai pertandingan di leg kedua play-off pada ajang Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (24/8/2016) dinihari WIB, di Olimpico. Klub asal Portugal tersebut cuma memiliki modal skor seri 1-1 saat melawan Roma pada leg perdana. Untuk masuk, mereka juga harus menciptakan angkal di Olimpico.

Tetapi, Porto nyatanya tak hanya berhasil menciptakan angka, namun sekaligus membuat Roma malu dengan skor telak 3-0 pada laga di markas mereka sendiri. 3 angka itu dicetak masing-masing oleh Felipe, Miguel Layun, dan Jesus Corona.

Kemenangan itu memasukkan Porto ke tahap grup di ajang Liga Champions dengan unggul total skor laga 4-1. Sedangkan Roma terdampar ke Liga Europa.

“Kami hadir di lapangan dengan berusaha dekat dan melewati tempat yang seharusnya. Kami berusaha dengan bagus untuk mendominasi laga menghadapi sebuah tim oke, serta mainkan sepakbola yang baik. Kami dapat menetralisir Roma, sebuah tim oke dari sebuah klub level tinggi,” ucap Nuno setelah laga.

“Kami fokus dan saya perlu ucapkan selamat untuk semua pemain saya sebab mereka lakukan sebuah usaha yang hebat menghadapi tim yang memiliki level,” sambungnya.

“Saya dapat menyaksikan mereka membantu antara satu dengan yang lainnya dan sungguh optimis. Penting rasanya untuk bertahan dengan kewaspadaan dan tampil dengan tenang,” ujar Nuno.

“Kami layak lolos. Kami sukses memandamkan api kekuatan yang Roma miliki dan pastikan kalau mereka tidak pernah merasa senang. Ini adalah Porto yang kami harapkan,” imbuhnya.

Spalletti ingin Roma Bermain Hebat Melawan Porto

Porto yang memiliki cerita besar pada kompetisi Eropa ialah ketika menjadi lawan yang berat bagi AS Roma. Namun Roma diminta untuk tidak takut dan perlu optimis kalau mereka dapat lolos.

Roma bakal menghadapi Porto di pertandingan play-off pada Liga Champions yang akan dilakoni dalam 2 leg. Leg yang pertama akan berlangsung pada hari Kamis (18/8/2016) dinihari WIB, di Estadio Do Dragao, sedangkan leg kedua berlangsung di Olimpico satu pekan usai leg pertama.

Porto tentu akan menjadi lawan yang sulit bagi Roma. Pada ajang Eropa, tim yang dibesut oleh Nuno Espirito Santo tersebut memiliki catatan besar. Mereka raih 2 titel di Liga Champions (pada musim 1986/1987 dan 2003/2004) dan 2 titel Liga Europa (di musim 2002/2003 dan 2010/2011).

Pada musim 2015/2016 kemarin mereka tergusur pada tahap grup di Liga Champions dan melanjutkan langkah mereka di Liga Europa, di mana saat itu mereka tertahan di partai 32 besar. Di musim 2014/2015 mereka sukses masuk di babak perempatfinal pada Liga Champions, peraihan yang serupa ditandai pada Liga Europa satu musim sebelumnya.

Luciano Spalletti sang pelatih Romatak menampik kalau Porto merupakan lawan yang sulit, dan ancaman bagi Roma pun cukup besar sebab pertandingan ini bakal menentukan jalan untuk masuk ke tahap grup. Biar begitu, ia berharap agar timnya bermain dengan kepercayaan diri dan optimis kalau mereka bisa lolos dari Porto.

“Di hari Rabu tepatnya tanggal 17 Agustus, musim baru resmi telah dimulai. Pertandingan penyisihan perdana melawan Porto ini penting bagi kami dan kami telah berusaha keras untuk melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. Siapapun tim yang akan muncul dari undian akan penting bagi Roma, tim kami, dan atmosfer kami,” ujar Spalletti.

“Ini merupakan sebuah pertandingan yang amat penting bagi kami dan kami perlu mempersiapkannya. Tentu bakal menjadi lebih baik lagi jika kami adalah tim unggulan atas, namun kami perlu memikirkan layaknya sebuah tim dengan tingkat atas dan bersiap untuk melawan klub manapun yang bakal muncul nanti, tanpa harapkan 1 tim diantara yang lainnya.”

“Usaha kami sudah selayaknya difokuskan pada pendekatan dengan pertimbangan semua musuh yang hebat, namun juga merasa optimis kalau kami dapat lolos menghadapi siapapun lawannya nanti. Saya optimis hal tersebut yang bakal berlangsung di sini dan ini bakal menjadi sebuah pertandingan yang sulit. Porto adalah lawan kami yang memiliki tradisi besar dan sekuat yang isinya para pemain oke,” lanjutnya.

Szczesny Suport Roma Rekrut Vermaelen

AS Roma dirumorkan tergoda untuk datangkan Thomas Vermaelen. Kalau Roma memang akan merekrut Vermaelen, Wojciech Szczesny mengatakan kalau dirinya akan merasa senang.

Baru-baru ini, allenatore Roma yaitu Luciano Spalletti, mengatakan kalau sekarang ini timnya memerlukan 2 orang pemain bek yang baru. Roma membutuhkan tambahan tenaga baru untuk ditempatkan pada garis belakang dikarenakan Mario Rui yang baru didatangkan dari Empoli mengalami cedera parah.

Roma pun masih belum akan turunkan Antonio Rudiger beberapa waktu dekat ini. Pemain bek internasional Jerman tersebut mengalami cedera pada bagian lutut ketika melakukan latihan dengan tim nasional dan perlu menepi untuk waktu yang terbilang lama.

Rumornya, Vermaelen adalah pemain yang diidamkan oleh Spalletti. Untuk datangkan pemain bek yang abersal dari Belgia tersebut, Roma bakal memberikan sebuah penawaran peminjaman dana mencapai 2 juta euro pada Barcelona ditambah pilihan permanen ada musim panas tahun berikutnya dengan jumlah 8 juta euro.

Memberi respon atas kabar itu, Szczesny yang pada musim kedua dengan berturut-turut dipinjamkan oleh Roma tersebut mengsuport timnya agar merekrut Vermaelen. Szczesny dan Vermaelen sempat menjadi teman satu tim saat berada di Arsenal dalam jangka waktu 4 musim.

“Tentu, Vermaelen merupakan seorang pemain yang oke. Saya masih belum banyak melakukan pembicaraan bersamanya semenjak dirinya keluar dari Arsenal, namun ia merupakan seorang pemain yang sangat luar biasa,” ucap Szczesny di situs resmi milik klub.

“Kalay mungkin dirinya tampil bersama Roma, saya bakal merasa senang sebab dirinya merupakan rekan yang amat bagus dan pemain luar biasa,” ujarnya.

Karier Vermaelen pribadi selama bermain di Barca menjadi sebuah pertanyaan yang besar. 2 musim bermain untuk Blaugrana, Vermaelen hanya bermain 11 kali di La Liga. Keadaannya pada musim berikutnya pun semakin terlihat tersingkir ditambah hadirnya Samuel Umtiti.

Untuk merekrut Vermaelen, Roma perlu berselisih dengan Liverpool yang rumornya pun sama mengatakan kalau tergoda pada pemain bek yang berusia 30 tahun tersebut.