Tag Archives: claudio ranieri

Dipecatnya Ranieri Adalah Hari Mengecewakan Bagi Para Manajer

Berbagai ucapan simpati yang ditujukan kepada Claudio Ranieri terus berhampiran. Sekarang ini ucapan tersebut hadir dari sang manajer Sunderland yaitu David Moyes.

Ranieri dikeluarkan posisinya sebagai manajer oleh Leicester City menyusul hasil yang tak oke pada musim ini. The Foxes dalam keadaan terancam turun level, mereka berada di urutan ke 17 klasemen dengan dapatkan 21 poin. Leicester hanya berselisih 1 poin dengan Hull City yang berada di zona degredasi.

Keputusan yang telah di ambil tersebut di anggap tidak menghargai atas apa jasa yang telah Ranieri lakukan pada musim kemarin. Italiano tersebut berhasil membawa Leicester jadi kampiun untuk kali pertama di selama sejarah klub.

Atas dikeluarkannya Ranieri tersebut, Moyes hingga mengatakan sebagai hari yang paling mengecewakan bagi para manajer.

“Saya merasa amat kecewa dengan apa yang dialami oleh Claudio. Bagi para manajer sekarang ini, hal tersebut telah membuat suatu perspektif kalau Anda dapat menangkan Premier League dan ketika Anda melangsungkan 3 perempat musim selanjutnya dengan kurang oke, maka Anda dapat kehilangan posisi anda di klub,” ujar Moyes.

“Kalau Anda memberi pertanyaan pada saya, saya merasa amat sedih dengan apa yang sudah di alami oleh Claudio — dan saya anggap kalau hal ini adalah sebuah hari yang mengecewakan bagi para manajer di setiap penjuru dunia hal ini dapat terjadi,” kata dia.

Ranieri Sebut Mahrez Harapan Leicester

Claudio Ranieri meminta kembali pada Riyad Mahrez untuk terus berada di Leicester City. Sang manajer Leicester tersebut mengatakan kalau Mahrez adalah sebuah harapan pada timnya.

Leicester saat ini sedang berupaya sebisa mungkin untuk membuat Mahrez tetap bertahan. The Foxes tidak ingin kembali kehilangan pemain andalannya usai ditinggalkan oleh N’Golo Kante sebelumnya yang hijrah ke Chelsea.

Mahrez, yang ditunjuk menjadi Pemain Terbaik pada Premier League versi PFA pada musim sebelumnya, rumornya sedang menjadi target dari Arsenal. Winger yang berasal dari Aljazair tersebut pun dihubungkan dengan tim besar asal Spanyol yaitu Barcelona.

“Menurut saya, Mahrez begitu penting layaknya cahaya bagi kami. Kalau dirinya hijrah ke tim besar yang lain, di sana sangat banyak cahaya lainnya, sangat banyak bintang.” ucap Ranieri pada saat wawancara.

“Tetaplah dengan kami. Itu akan terasa lebih baik, semakin baik. Ia merupakan pemain juara kami. Kalau ia hijrah ke tempat yang lain, di sana banyak juara lainnya,” sambungnya.

Ranieri pun memberi peringatan kepada Mahrez kalau tak semua pelatih dapat menunjukkan keahliannya yang paling oke dan memberinya toleransi kalau dirinya tampil kurang baik dari biasanya.

“Ia tahu saya. Begitu juga dengan saya yang mengenalnya dengan begitu baik dan saya memahami saat dirinya tampil biasa dan saya dapat memberi izin kepadanya untuk tetap bermain di lapangan,” kata Ranieri.

“Sedangkan manajer lainnya, saat dia tampil di bawah standar, sangat banyak pemain lain dan dia bakal ditepikan,” sambung manajer yang berasal dari Italia tersebut.

“Sangatlah penting untuk memberi kepercayaan diri kepada Anda. Tetapi, kalau Anda menempatkannya pada bangku cadangan, dia akan merasa kecewa. Saya inginkan ia tetap berada disamping kami sebab hal tersebut sangat penting untuk kami dan penting untuk dirinya,” ujarnya.

Vardy Bertahan di Leicester City

Claudio Ranieri sang Manajer Leicester City, merasa senang karena Jamie Vardy pada akhirnya tetap bersama dengannya. Ranieri menilai kalau Vardy sama dengan legenda dari Italia yaitu Luigi Riva.

Vardy menjadi sosok penting dalam mengantarkan Leicester meraih gelar Premier League pada musim lalu. Pemain penyerang yang berusia 29 tahun tersebut menciptakan 24 angka selama semusim, di dalam daftar pencetak angka ia dikalahkan dengan jumlah yang angka yang dimiliki pemain penyerang Tottenham Hotspur yaitu Harry Kane.

Performa meyakinkan darinya tersebut membuat Arsenal tergoda untuk merekrutnya pada musim panas ini. The Gunners kemudian memberinya tawaran sebesar 20 juta poundsterling untuk mendatangkan Vardy.

Tapi Vardy pada akhirnya lebih memilih untuk tetap berada di Leicester dan malah meminta kontrak barunya yang berdurasi hingga  4 tahun.

Hal itu kemudian membuat Ranieri sangat bahagia sekali. Ditambah manajer yang berasal dari Italia itu belum lama kehilangan salah satu pemain bintangnya pada musim kemarin yaitu N’Golo Kante, yang hijrah ke Chelsea.

Bagi Ranieri, apa yang sudah diperbuat oleh Vardy sama dengan yang Luigi Riva lakukan sebelumnya, sang pemain legenda sepakbola Italia pada tahun 1960 sampai 1970. Ketika itu Riva yang menunjukkan performa begitu gemilang dengan Cagliari pernah menjadi target dari Juventus.

Namun Riva tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh klub besar seperti Juve dan lebih ingin tetap berada di Cagliari sampai gantung sepati di tahun 1976. Riva merupakan bagian dari tim Cagliari saat mendapat titel Serie A di tahun 1970.

Tak hanya itu, Riva juga ikut membawa Italia menjadi juara di Piala Eropa tahun 1968 dan finis di posisi runner-up pada Piala Dunia tahun 1970.

“Ini begitu berarti bagi kami tentunya, soal Vardy yang tolak tawaran dari Arsenal. Ini emberikan isyarat untuk semua klub,” ucap Ranieri.

“Ia mungkin saja akan pindah ke Arsenal, meraih bayaran yang lebih banyak dan mengambil peluang terakhir tampil bersama klub besar,” lanjutnya.

“Ia lebih ingin tetap berada di Leicester dan menurutku hal tersebut sama halnya dengan Gigi Riva lakukan. Vardy layak diberi pujian,” ujar Ranieri.

Alan Ashcroft berhasil menggaet lebih dari 20 wanita

Mempunyai mimik wajah yang sama persis dengan salah seorang bintang atau sosoknya yang sangat dikenal oleh semua orang terkadang dapat menjadikannya sebagai keuntungan yang tidak disangka sebelumnya. Hal tersebut bisa ditanyakan langsung kepada Alan Ashcroft, pria yang tidak memiliki pekerjaan yang berasal dari Inggris tersebut, yang mempunyai wajah yang sama persis dengan salah seorang manager klub italia yang bernama Claudio Ranieri.

Memang, keberhasilan sang manajer Italia dalam menghasilkan kejutan dengan memboyong The Citizens –nama julukkan untuk Leicester City yakni sebagai juara Premier League sudah mendapat adanya keuntungan tersendiri untuk Ashcroft. Terhadap media yakni Sunday Sport, dirinya sempat mengungkapkan sudah berhasil merangkung tidak lebih dari dua puluh enam wanita hal tersebut dikarenakan parasnya yang sama persis dengan salah seorang eks yang merupakan selaku atasan The blues-nama julukkan untuk Chelsea tersebut.

“Saya seolah-olah bagaikan orang yang baru saja menang lotere. Kerap kali diri saya pergi, sejumlah wanita melihatnya dan seakan menyukai dan adanya ketertarikan terhadap saya. Mereka nampaknya selalu mau menempel terus bersama dengan diri saya,” ungkapnya menurut yang dikabarkan Sunday Sport.

“Saya tak sempat tidak berkata jujur atau sempat menyatakan terhadap mereka bahwasannya saya merupakan Ranieri, akan tetapi mereka sendirilah yang beranggapan semacam itu dan saya pun…tak memberitahukan hal yang sebetulnya terhadap mereka”

Leicester City sendiri telah berhasil dalam mengakhiri tahun mereka saat ini dengan mengungguli lawannya dengan 10 poin dari The Gunners –nama julukkan untuk Arsenal, yang berada pada  posisi runner-up.