Tag Archives: Jerman

Kerepotan di Dortmund, Loew Tetap Yakini Goetze di Timnas Jerman

Sang pelatih tim nasional Jerman yaitu Joachim Loew tak ada pikiran untuk keluarkan Mario Goetze. Walau pun sang pemain sekarang tengah alami kerepotan di Borussia Dortmund.

Goetze tengah melangsungkan kariernya yang tak baik sesudah kembali ke Signal Iduna Park setelah akhiri 3 musim di Bayern Munich. Pemain gelandang yang berumur 24 tahun tersebut belum meraih kepercayaan dari Thomas Tuchel untuk menempati tim utama.

Tak hanyan itu, Goetze dihalau dengan cedera. Hasilnya, ia baru bikin 16 performa di semua ajang dengan menyumbangkan 2 angka dan 2 kali assist. Termasuk 11 performa di Bundesliga dan 9 kali menjadi starter.

Goetze Terakhir kali jadi starter ketika Dortmund ditahan oleh Mainz dengan skor 1-1, pada bulan Desember kemarin. Ia malah tak diikut sertakan sama sekali dalam hasil positif dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan RB Leipzig, awal bulan ini yang tandakan aksinya yang terakhir kali di atas lapangan sebelum menepi.

Biarpun begitu, Loew tak kehilangan rasa yakin pada Goetze. Baginya, pencipta angka kemenangan Jerman di babak final Piala Dunia 2014 tersebut dapat diandalkan ketika berhadapan dengan beberapa tim tangguh.

“Ia ciptakan banyak angka menghadapi sejumlah negara top – Argentina, Brasil,” ujar Loew.

“Ia mempunyai bakat untuk ciptakan angka di tingkat puncak. Untuk hal tersebut saya terus yakin dengan dirinya.”

“Malah ketika ia tak dalam penampilan yang oke di tingkat klub, saya mengetahui seperti apa dirinya dapat bermain dengan kami,” ucap dia.

“Goetze merupakan orang yang amat ingin tahu dan sangat penasaran, kadang mungkin sedikit terlalu lebih,” kata Loew.

Goetze melangsungkan debutnya di tim nasional dalam pimpinan Loew pada tahun 2010, ketika umurnya masih menginjak 18 tahun. Hingga sekarang, Goetze telah koleksi 62 caps dan catatkan 17 angka dan tampil di 2 Piala Eropa (2012, 2016) dan 1 Piala Dunia (2014).

Mueller Cetak 2 Angka Kemenangan Jerman Atas Norwegia

Jerman sukses meraih kemenangan di markas Norwegia pada pertandingan perdana Kualifikasi Piala Dunia 2018. Thomas Mueller muncul sebagai bintang atas kemenangan Jerman dengan mencetak 2 angka.

Di pertandingan kualifikasi Grup C yang berlangsung pada hari Senin (5/9/2016) dinihari WIB, di Stadion Ullevaal, Oslo, Jerman lebih unggul. Tercatat tim yang di besut oleh Joachim Loew tersebut mendominasi penguasaan bola sampai dengan 74 persen banding 26 persen.

Tak hanya itu, Jerman pun bermain mengancam dengan melakukan 21 usaha dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang dan 3 berhasil masuk ke gawang. Sementara Norwegia cuma bisa melakukan 4 usaha dan tak ada satupun yang melesat ke gawang.

Die Mannschaft lebih awal unggul 2 angka pada babak pertama lewat angka yang dicetak oleh Mueller dan Joshua Kimmich. Satu angka lagi kembali dicetak oleh Mueller pada babak kedua untuk membuat semakin pasti kemenangan tim mereka.

Dominasi Jerman diawali ketika laga baru memasuki menit ke 15. Lewat kemelut di depan gawang lawan, Mesut Oezil yang mengoper bola kepada Mueller sebelumnya ditahan oleh pemain lawan. Tetapi Mueller yang pernah terjatuh dapat kembali bangun untuk menendang bola ke dalam gawang. Jerman berhasil memimpin laga dengan skor 1-0.

Mueller lagi-lagi menjadi sosok penting saat tercetaknya angka kedua Jerman pada menit-menit akhir babak pertama. Pemain penyerang Bayern Munich ini memberi umpan terobosan ke dalam area penalti, untuk dituntaskan oleh Kimmich dengan sepakan yang berhasil masuk ke dalam gawang Norwegia.

Usai turun minum, angka ketiga Jerman tercetak pada menit ke 60. Sami Khedira memberikan umpan lambung ke area penalti. Mueller meraih bola dengan tandukan tanpa dapat ditahan oleh penjaga gawang lawan yaitu Rune Jarstein. Skor berubah menjadi 3-0 untuk Jerman dan skor tak berubah sampai laga berakhir.

Dengan hasil baik ini, Jerman layak menempati urutan paling atas klasemen sementara grup dengan meraup 3 poin, di atas Azerbaijan yang memiliki poin sama namun menang lewat selisih cetak angka. Sementara Norwegia berada di urutan ke 6 tanpa meraih poin.

Jerman Bertemu Brasil di Babak Final

Jerman sukses masuk ke babak final di ajang Olimpiade 2016 bagian olahraga sepakbola putra. Hal tersebut dipastikan oleh Jerman usai mereka menangkan laga atas Nigeria dengan skor 2-0 di babak semifinal.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (18/8/2016) di Arena Corinthians, São Paulo, Jerman telah mendominasi laga sejak menit ke 9. Berkat angka yang dicetak oleh Lukas Klostermann dengan tendangan ringan yang mengarah ke gawang.

Jerman selalu unggul saat berlangsungnya laga dan sukses membuat keunggulan bertahan tersebut hingga turun minum.

Saat babak kedua berlangsung, Jerman dan Nigeria selalu berusaha untuk menciptakan angka. Sampai pada akhirnya 1 angka lagi diciptakan Jerman saat menit-menit terakhir. Angka tesebut tercipta pada menit ke 89 lewat Nils Petersen.

Petersen berhasil manfaatkan sundulan dari pemain Nigeria yaitu Davie Selke, pada sisi kanan gawang. Tendangan tersebut membawa Jerman menggandakan keunggulan dengan skor 2-0.

Skor tersebut terus bertahan hingga laga berakhir.

Kemenangan tersebut membawa Jerman lolos melanjutkan laga di babak final. Mereka bakal berhadapan dengan Brasil pada laga puncak yang akan berlangsung di Stadion Maracana.

Brasil telah lebih awal berada di dalam babak final usai kalahkan Honduras dengan skor telak 6-0.

Ingat 4 Tahun Lalu Mueller Sekarang Pede Hadapi Italia

4 tahun sebelumnya, Thomas Mueller menangis usai Jerman dikalahkan oleh Italia. Dia mengatakan akhir pekan sekarang bakal menjadi lain.

Pada babak perempatfinal Piala Eropa 2016 Jerman dan Italia akan saling berhadapan. Laga yang akan berlangsung pada hari Minggu (3/7/2016) dinihari WIB, di Nouveau Stade de Bordeaux, Bordeaux dengan waktu kick-off pukul 02.00 WIB.

Pada Piala Eropa terakhir, kedua tim pun perlu berjibaku pada tahap eliminasi, yaitu di babak semifinal. ketika itu Italia menjadi pemenang pada laga tersebut dengan skor 2-1 saat menghadapi Jerman, untuk masuk ke babak final.

Mueller pada laga 4 tahun lalu tersebut bermain menjadi pemain pengganti ketika laga memasuki menit ke 71 di tim Jerman, sangat mengingat pada laga itu terutama tentang kekecewaan yang dia rasakan setelah laga berakhir.

“Aku merasa cukup kecewa dengan laga yang terjadi pada tahun 2012 silam. Aku diturunkan pada tengah-tengah laga dan hal tersebut selesai dengan tangisan. Namun tidak perlu merasa malu untuk menjatuhkan air mata, khususnya karena tidak akan ada tangisan di tahun 2016 ini,” ujar Mueller kepada Bild.

“Saya sangat yakin pada pertandingan hari Sabtu nanti, kami dapat menjalaninya. Hari tersebut akan menjadi pertandingan yang tidak mudah namun harus kami jalani. Kami telah menunjukkan kalau kami telah siap untuk semua babak padai fase eliminasi ini.

“Kami memliki Pertahanan yang cukup kokoh dan ada segi menjadi satu dalam tim. Babak perempatfinal tidak akan menjadi babak yang terakhir untuk kami,” ucap dia.

Loew: Italia dan Spanyol Sama Favoritnya

Joachim Loew sang pelatih tim Jerman, tidak terlalu memikirkan siapa yang bakal dihadapi oleh Jerman pada babak perempatfinal di Piala Eropa 2016. Menurutnya, Italia dan Spanyol adalah tim yang sama-sama favorit.

Jerman berhasil masuk ke babak perempatfinal usai kalahkan Slovakia dengan skor 3-0 pada laga yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy, Lille Metropole, pada hari Minggu (26/6/2016). 3 angka untuk Die Mannschaft masing-masih dicetak lewat Jerome Boateng, Mario Gomez, dan juga Julian Draxler.

Dalam pertandingan menghadapi Slovakia, Jerman mendominasi laga lewat meenguasai bola sampai dengan 59 persen. Mereka melakukan 19 usaha dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Slovakia melakukan 7 usaha dengan 2 diantaranya mengarah ke sasaran.

Walaupun begitu, Loew menganggap tim yang di besutnya masih perlu memperbaikinya kalau ingin membuat jadi nyata tekadnya menjadi juara.

“Kami perlu merlakukan perbaikan kalau kami ingin terus berada di kompetisi ini. Kami tak bisa membuat  sedikit pun celah untuk lawan kami pada laga selanjutnya dan kami perlu membuat maksimal kesempatan kami sebab kami tidak bakal meraih banyak kesempatan,” ucap Loew.

Jerman sekarang hanya perlu menanti tim yang akan mereka hadapi di babak perempatfinal. Mereka akan melawan salah 1 tim yaitu Italia atau Spanyol yang akan berlangsung di Bordeaux, pada tanggal 2 Juli yang akan datang.

“Tim Italia dan Spanyol adalah tim yang di favoritkan. Italia begitu kokoh pada garis pertahanan dan memiliki serangan yang begitu hebat, seperti yang kita ketahui pada 2 laga pertama,” kata Loew.

“Spanyol memiliki cara menyerang yang paling oke dapat kita lihat di tahun-tahun terakhir. 2 tim tersebut tidak sama, namun mereka sungguh menjadi favorit,” ujarnya.

Loew Mohon Maaf Atas Kelakuan Menjijikannya

Joachim Loew tidak menyangka kalau perbuatanya merogoh celana dan menggaruk bagian selangkangan berakhir dengan panjang. Sang pelatih timnas Jerman tersebut akhirnya minta maaf kepada publik.

Loew dijadikan bahan pembicaraan oleh para publik baru-baru ini. Tentang laga Jerman tentunya, namun salah satu pembicaraan lain yang menarik untuk di ulas dari sang pelatih itu.

Saat itu aksi Loew yang menjijikkan dengan merogoh celana lalu menggaruk selangkangan yang kemudian mencium tangannya ketika Loew sedang mendampingi tim Jerman berhadapan dengan Ukraina, pada hari Senin (13/6/2016) dinihari WIB. Tidak menghentikan pada ‘bagian depan’ kegiatan tersbut dilanjutkan dengan tangan Loew menggaruk bagian belakangnya, dan kemudian kembali dia menyambungnya dengan mencium jari-jari tangannya.

Rekam ulang video dan juga foto yang menunjukkan kelakuan Loew tersebut juga tersebar kepada publik. Malah, kelakuan menjijikan Loew tersebut telah menjadi sebuah pembahasan ketika ada sesi konferensi pers yang juga menghadirkan Lukas Podolski sebagai informan. Podolski juga membela sang pelatih itu.

Sekarang, Loew lekas yang diminta untuk dirinya mengkonfirmasi tentang hal tersebut. Bagaimanakah keterangan yang dia berikan?

“Saat kalian sedang merasakan adrenalin terpacu kedalam diri kalian sendiri, semua hal yang kita lakukan tanpa disadari terjadi begitu saja,” ujar Loew.

“Saya pribadi pun telah menyaksikan foto-foto yang telah beredar tersebut. Pada saat berikutnya saya akan berusaha untuk mencari gaya lainnya untuk menggambarkan expresi dari adrenaline yang terpacu pada diri saya. Saya memohon maaf pada kalian semua untuk kelakuan yang tak baik tersebut,” ucap dia.