Tag Archives: juventus

Fans Juventus Sangat Benci Nainggolan

radja nainggolan

Radja Nainggolan membenarkan jika dirinya adalah sosok yang amat dibenci oleh para suporter Juventus. Bahkan, Nainggolan tahu betul jika Juventini (julukan fans Juve) memiliki sejumlah nyanyian khusus untuk mengolok-oloknya.

Beberapa kali Nainggolan melontarkan komentar cukup pedas tentang Juventus. Secara terang-terangan, pemain tengah AS Roma ini juga mementahkan tawaran yang pernah dilayangkan kepadanya. Nainggolan juga menyebut Bianconeri sering diuntungkan oleh keputusan wasit.

“Suporter Juventus selalu melantunkan nyanyian yang menghina saya, banyak sekali sejarah yang terjadi di antara kami. Tapi setelah itu saya bisa bikin gol melawan mereka,” kata Nainggolan kepada Radio Roma.

Akhir pekan kemarin Nainggolan memang berhasil menjebol jala Si Nyonya Tua. Gol yang dibuat gelandang asal Belgia ini membawa tim Serigala Ibukota berhasil membungkam Juve 3-1. Kemenangan itu juga menunda pesta perayaan scudetto untuk Juventus.

Sejatinya Nainggolan tidak berada dalam kondisi fisik terbaik dalam pertandingan itu. Akan tetapi pemain berdarah Indonesia merasa tak bisa begitu saja melewatkan laga kontra Juve.

“Tak mungkin bisa saya absen dalam pertandingan menghadapi Juventus walau saya merasa sedikit kelelahan. Pada akhir pekan, pertandingan Roma melawan Juve bakal selalu jadi laga penting, kami mau menorehkan catatan yang bagus bagi diri kami sendiri.”

“Di sejumlah laga terakhir Juventus kehilangan beberapa angka, itu karena mereka lebih konsentrasi di Liga Champions. Mereka merasa sudah sangat nyaman di Serie A,” tandas Nainggolan. Untuk kamu yang mencari berita bola tadi malam, selalu kunjungu website kami untuk updatenya.

Buffon Didukung Sabet Ballon d’Or

gianluigi buffon

Eks pemain timnas Italia, Antonio Cassano tak mau memfavoritkan Cristiano Ronaldo dalam perebutan titel Ballon d’Or. Cassano memilih bekas rekan setimnya di Gli Azzurri, Gianluigi Buffon.

Sosok Buffon dan Ronaldo akhir-akhir ini masuk dalam bursa calon kuat peraih gelar Ballon d’Or tahun ini. Keluarnya dua sosok itu tak luput dari keberhasilan mereka membawa timnya masing-masing ke babak final Liga Champions.

Tak cuma mendukung Buffon, Cassano pun lebih mendukung Si Nyonya Tua sebagai pemenang turnamen Liga Champions. Ia lebih memilih untuk tak mendukung Los Blancos yang pernah ia perkuat dalam periode 2006 hingga 2008.

“Saya bakal memberi dukungan kepada Buffon dan Juventus untuk pertandingan final di Cardiff. Buffon layak meraih Ballon d’Or namun dengan Lionel Messi, ini bakal menjadi sesuatu yang pelik,” ulas Cassano dikutip dari Marca.

“Saya harapkan mereka mampu memenangi trofi itu,” tambahnya.

Dalam pandangan mantan pemain AC Milan ini Buffon memiliki semua modal untuk mampu meraih gelar Ballon d’Or. Ia bermain sangat konsisten Bianconeri pada musim ini. Gawangnya yang ia jaga juga baru kemasukan tiga gol di Liga Champions dari fase grup sampai pertandingan final.

Cuma, menurut Cassano, pemain yang bisa meraih Balon d’Or hanya yang bisa mengantarkan timnya menang di Liga Champions.

“Apabila Gigi mampu memenangi Liga Champions, dia bakal menjadi calon yang nyata dan akan sangat indah baginya untuk bisa meraih prestasi itu,” tutup menyerang yang namanya melambung saat membela klub Bari ini.

Legenda Milan Rupanya Fans Berat Juventus

george weah

Mantan striker yang juga legenda AC Milan, George Weah memberi pengakuan mengejutkan jika dia adalah fans berat Juventus sejak kecil. Bahkan, Weah mengaku bakal memilih memperkuat Juventus andai bisa memutar waktu.

Weah memperkuat Rossoneri lima tahun dari 1995 hingga 2000. Pemain asal Liberia ini ada dalam jajaran legenda Milan. Dirinya pernah mempersembahkan dua trofi scudetto untuk Il Diavolo. Weah juga menyabet titel pemain terbaik FIFA pada saat berseragam Milan.

Akan tetapi kepada media Prancis, L’Equipe, Weah justru mengaku jia dirinya sangat mengidolakan sejak kecil. Sosok yang sekarang berkarir di bidang politik itu mengaku kerap mengenakan kostum Juve saat bermain sepakbola.

“Juventus merupakan tim idola saya sejak kecil. Di Liberia, saya biasa bermain memakai seragam Juventus. Itu terjadi karena Michael Platini, yang membuat saya mencintai klub ini,” kata Weah.

“Saat saya berjumpa dengannya (Platini), saya tak kuasa menahan senyum,” tandasnya.

Akan tetapi Weah tak pernah memiliki kesempatan memperkuat Bianconeri sepanjang karirnya. Milan adalah satu-satunya klub di Italia yang pernah dia perkuat. Ada rasa penyesalan dalam dirinya yang tak pernah bermain untuk Juve.

“Juventus ada dalam darah saya. Saya sangat ingin bermain untuk mereka tapi saya tidak pernah bisa mewujudkannya. Apabila saya bisa memilih, saya bakal memilih Juventus dan bukan PSG setelah saya meninggalkan AS Monaco,” tutup Weah.

Juve Paling Berpeluang Dapatkan Tolisso

corentin tolisso

Juventus kabarnya sukses melewati AC Milan dan Inter Milan dalam perburuan jasa pemain tengah milik Olympique Lyon Corentin Tolisso.

Pemain berusia 22 tahun tersebut merupakan salah satu andalan lini tengah raksasa Prancis tersebut. Dia tak cuma menjadi pengatur irama tim namun juga punya peran penting dalam menghasilkan gol dan assist untuk tim asuhan Bruno Genesio itu.

Sepanjang musim ini, Tolisso telah tampil dalam 41 pertandingan bersama Lyon. Hebatnya ia sudah mendulang 14 gol dan enam assist.

Beberapa klub akhirnya disebut berminat untuk mendapatkan jasanya, d antaranya ialah Inter, Milan dan kabarnya Napoli juga memburunya.

Namun menurut rumor yang berhembus seperti dilansir oleh L’Equipe, Juve menjadi tim paling terdepan dalam perburuan Tolisso. Bahkan mereka diklaim bisa segera menyelesaikan transfer sebelum musim ini tuntas.

Kubu Lyon sendiri konon memasang harga tinggi untuk pemain yang mampu tampil sebagai gelandang tengah maupun bertahan tersebut. Kabarnya mereka menuntut mahar tidak kurang dari 45 juta Euro.

Tolisso pribadi juga sudah mengaku bersedia gabung dengan klub besutan Massimiliano Allegri tersebut. Ia mengaku bila Juve memberi penawaran padanya, akan sulit bagi dia untuk menolak.

“Mereka adalah klub besar, lihat saja apa yang bakal terjadi pada musim panas nanti. Sulit untuk berkata tidak pada klub macam Juventus, namun saya akan melihat apa yang terbaik bagi saya dan bakal memutuskan langkah terbaik,” ujarnya beberapa waktu lalu seperti dilansir Football Italia.

Barca Tidak Sekuat Dua Tahun Lalu

leonardo bonucci

Leonardo Bonucci menyebut bila Barcelona sekarang ini tidak setangguh ketika final Liga Champions 2015. Dia juga memperingatkan bila Juventus saat ini sudah semakin matang.

Juve bakal meladeni Barca di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Satu pekan berselang, Si Nyonya Tua gantian berkunjung ke Camp Nou di leg kedua.

Pertarungan ini adalah pertemuan pertama sejak final Liga Champions 2015 lalu. Waktu itu, Juve terpaksa mengakui sang lawan dengan skor 1-3.

Dua tahun berlalu, Juve telah melakukan beberapa perubahan dalam skuatnya. Sementara itu, Barca tidak banyak berubah, cuma lini bertahan yang melakukan perubahan signifikan.

Bonucci pun menyebut Blaugrana sekarang tak sekuat dua tahun lalu. Tim terkuat menurutnya sekarang ialah Bayern Munich.

“Barcelona memiliki manajer yang sama dalam tiga tahun dan itu membantu. Neymar sudah benar-benar berkembang, sedangkan Javier Mascherano dua tahun lebih berpengalaman dalam bermain di lini belakang. Ivan Rakitic pun juga telah matang,” ujar Bonucci kepada El Pais seperti dikutip dari Football Italia.

“Maka dari itu saya rasa Barca saat ini tak setangguh saat di 2015. Menurut pandangan saya, Bayern Munich sekarang adalah tim terkuat di Liga Champions dan saya yakin mereka takkan pernah membiarkan comeback seperti melawan Paris Saint-Germain.”

“Pemain kami ketika itu diisi Claudio Marchisio, Arturo Vidal, Andrea Pirlo, dan Paul Pogba. Mereka melakukan banyak hal dalam final itu, namun kami sekarang punya pemain yang berbeda, kami telah matang dalam menguasai bola dan lebih mengerti kapan harus bertahan atau menyerang,” katanya.

Cedera Lutut, Karier Pjaca di Juve Terancam

marko pjaca

marko pjacaWinger muda potensial Juventus Marko Pjaca mendapat nasib buruk pada jeda internasional pertengahan pekan ini. Pjaca ditimpa cedera ligament lutut ketika Kroasia bersua dengan Estonio.

Pjaca mendapatkan cedera bukan lantaran dilanggar pemain Estonia. Ia tersungkur akibat buruknya kondisi lapangan di kandang Estonia. Akibat masalah itu, Pjaca terpaksa naik meja operasi di klinik Villa Stuart. Operasi itu dilakukan pada hari Jumat 31 Maret 2017.

Lantaran harus melakoni operasi, pemuda berusia 21 tahun tersebut harus menepi minimal enam bulan. Ia bakal ditangani oleh Profesor Mariani.

Selama ini Profesor Mariani memang terkenal selalu bisa menangani cedera parah pada lutut pemain bintang. Biasanya pasien Mariani bisa sembuh cukup cepat seperti yang dialami penyerang Napoli Arkadiusz Milik dan bek AS Roma Alessandro Florenzi.

Walau berada di bawah naungan pakar cedera lutut, Pjaca diprediksi takkan bisa sehebat sebelum mengalami cedera. Tim medis timnas Kroasia Boris Nemec cemas dengan masa depan si pemain.

“Pjaca? Saya takut soal penyembuhannya lantaran 45 persen kasus pemain yang mengalami cedera seperti itu takkan bisa kembali seperti sebelumnya,” kata Nemec kepada 24 Sata.

Nemec menyarankan supaya Pjaca tak tergesa-gesa untuk bermain. Dirinya menyarankan Pjaca beristirahat lebih lama dari yang diminta Profesor Mariani selama empat hingga lima bulan.

“Cara yang dipakai Profesor Mariani biasanya butuh waktu pemulihan selama 4-5 bulan namun FIFA merekomendasikan mereka mengambil 7-8 bulan sebelum kembali ke lapangan. Saya takkan mengizinkan pemain kembali sebelum enam bulan lantaran ada risiko ligamen lutut bakal rusak lagi,” tegas Namec.

‘Juve Hadapi Barca Bukan Membalas Dendam’

Hasil undian pada ajang Liga Champions akan tampilkan laga antara Juventus melawan Barcelona. Pertandingan tersebut dikatakan bukan jadi kompetisi balas dendam disusul dengan ketidak berhasilan pada babak final 2014/2015.

Undian di partai 8 besar Liga Champions telah dilangsungkan pada hari Jumat (17/3/2017) malam WIB, di Nyon. Pertandingan tersebut adalah ulangan babak final 2 musim kemarin.

Waktu itu, Juve tunduk dari Barca dengan skor akhir 1-3. Pada pertandingan yang bertempat di Olympiastadion, Berlin pada tanggal 6 Juni 2015, Ivan Rakitic, Luis Suarez, dan Neymar yang berhasil ciptakan angka ke gawang Juve.

Pemain dari Juve yaitu Claudio Marchisio, menganggap kalau pertemuan dari kedua tim pada babak perempatfinal Liga Champions di musim ini bakal jadi pertandingan yang tak sama. Ia pun tidak berpikir soal tujuan mereka lakukan balas dendam.

“Hal tersebut bakal menjadi laga yang berjalan sungguh beda. Sebelumnya, adalah babak final satu pertandingan. Saat ini bakal ada pertandingan 2 pertemuan. Maka, kami tidak dapat menilai ini menjadi sebuah ajang untuk balas dendam,” ujar Marchisio.

“Kami perlu menilai tentang babak yang krusial, di mana di sana ada sebuah tim yang lebih mudah di atas kertas. Namun, semua tim yang telah hadir di titik telah memperlihatkan kualitas yang luar biasa dan talenta. Semua orang yang berada pada titik ini adalah tim yang kokoh.”

“Kami bertemu dengan Barcelona yang dapat lakukan comeback amat hebat (saat bertemu Paris Saint-Germain) untuk dapat melangkah ke babak perempatfinal dan kami tidak sabar untuk berhadapan dengan mereka,” kata dia.

Porto Masih Belum Menyerah

Porto harus menang dengan skor di markas Juventus untuk bisa lolos ke babak perempatfinal Liga Champions. Walau hal tersebut tidak mudah diwujudkan, Porto masih belum menyerah.

Porto tunduk dengan skor 0-2 ketika berhadapan dengan Juve di pertemuan pertama babak 16 besar, pada tanggal 22 Februari kemarin. Hasil negatif itu menambah berat jalan Dragoes ke babak selanjutnya.

Untuk dapat memutar balik keadaan, Porto perlu tundukkan Juve dengan selisih angka paling tidak 3 angka di pertemuan kedua yang bakal berlangsung pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium.

Yang menjadi permasalahan, Juventus dikenal amat hebat di markas sendiri. Bianconeri amat jarang tunduk di Turin, ditambah kalah dengan skor telak. Kali terakhir mereka tunduk di markas ialah ketika kalah berhadapan dengan Udinese dengan skor 0-1 di bulan Agustus 2015.

Walau begitu, pelatih Porto Nuno Espirito Santo optimis kalau timnya miliki kesempatan untuk bikin kejutan.

“Porto tidak sempat berspekulasi tentang permainan. Kami miliki rencana permainan untuk tiap pertandingan,” ucap Nuno.

“Kami miliki rancangan, kami miliki ide dalam permainan, namun kami tidak pernah melempar handuk. Hal tersebut tidak pernah dibicarakan. Kami miliki semangat yang hebat dan kami perlu memperlihatkan hal tersebut saat berada di lapangan,” kata dia.

“Kami mengetahui kalau kami bakal berhadapan dengan sebuah tim yang luar biasa, yang telah lama tak kalah di markas sendiri. Namun, hal tersebut memotivasi kami untuk dapat bilang kalau kami telah menang di tempat ini, maka kami harus berusaha,” imbuh Nuno.

“Kami mengetahui bakal menjadi hal yang tak mudah untuk kami sampai pada babak perempatfinal, namun hal tersebut tak berarti tidak mungkin terjadi,” imbuh dia.

Allegri Tidak Tergiur dengan Treble

Juventus terus berlaga pada 3 ajang berbeda sampai sekarang ini. Tetapi, hal tersebut tidak bikin sang pelatih Massimiliano Allegri tergiur untuk pikirkan timnya yang mungkin saja menangkan treble.

Juventus saat ini berada di urutan teratas klasemen Serie A dengan unggul 7 poin atas AS Roma. Bianconeri pun berhasil masuk ke babak semifinal Coppa Italia di mana mereka telah dinanti oleh Napoli.

Pada arena Liga Champions, Juve memiliki kesempatan besar melaju ke babak perempatfinal usai menangkan laga dengan skor 2-0 di markas Porto pada leg pertama babak 16 besar.

Allegri bilang kalau ia cuma pikirkan seperti apa cara supaya Juve masih bertahan pada 3 ajang itu. Ia tidak ingin muluk-muluk dengan menargetkan 3 titel langsung.

“Tentu tidak, mari bicarakan tentang beberapa hal serius. Kami ada di babak semifinal Coppa Italia, namun kami masih perlu melangsungkan 2 laga,” ujar Allegri jelang pertandingan menghadapi Napoli pada leg pertama babak semifinal Coppa Italia.

“Sedangkan untuk mengisi kalender bakal terasa menyenangkan jika dapat terus berjalan hingga akhir di tiap ajang, terutama untuk melewati hari-hari, maka kami miliki lebih banyak laga.

“Sekarang ini kami miliki 12 laga liga, 2 di Coppa Italia, dan kami tengah berusaha untuk amankan tempat kami di Liga Champions, kemudian mari kita lihat saja. Kami bakal berupaya untuk tingkatkan jumlah laga, untuk isi kekosongan hari-hari, jika tidak kami bakal jalani sepanjang pekan tanpa melangsungkan laga dan hal tersebut terasa membosankan.

“Kami perlu melangsungkannya satu demi satu tanpa pikirkan apa yang bakal berlangsung pada bulan Maret dan April. Maka, saat ini kami miliki Napoli dan kemudian kami bakal berpikir tentang Udinese,” ujar Allegri.

Usai melawan Napoli pada hari Rabu (1/3/2017) dinihari WIB, Juventus bakal berhadpan dengan Udinese di laga lanjutan Serie A pada hari Minggu (5/3) yang akan datang.

Hasrat Higuain Bawa Juve Juarai Liga Champions

Gonzalo Higuain berhasrat untuk antarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions pada musim ini. Tetapi, ada Porto yang perlu dihadapi oleh Bianconeri.

Juve adalah salah satu klub besar di Eropa dengan 2 titel Liga/Piala Champions yang diraih pada tahun 1985 dan 1996. Mereka pun menjadi salah satu tim yang sering bermain di final yaitu sebanyak 6 kali.

Namun tak hanya 2 titel juara itu saja, Juve lebih sering menjadi tim yang tertunduk lemas setelah pertandingan final usai kalah di tahun 1996, 1998, 2003, dan terakhir 2015.

Tak heran kalau Juve begitu merasa penasaran dengan trofi ketiga mereka di ajang tersebut. Oleh sebab itu musim panas kemarin mereka amat aktif di bursa transfer dengan mengeluarkan banyak uang setelah merekrut Gonzalo Higuain dan Miralem Pjanic.

Juve ingin pada tahun ini mereka dapat tuntaskan rasa penasaran mereka tersebut. Di tambah pada ajang lokal, Juve cenderung aman dengan saat ini berada di urutan teratas klasemen Serie A dan berselisih 7 poin dengan AS Roma sebagai rival pa;ing dekat ditambah telah lolos ke babak semifinal Coppa Italia.

Walau demikian, Juve lebih awal perlu melewati Porto pada babak 16 besar dengan leg pertama yang akan berlangsung pada hari Kamis (23/2/2017) dinihari WIB besok di Do Dragao.

“Kami dapat menangkan Liga Champions, namun kami perlu terus dalam ketenangan,” ucap Higuain.

“Saya mengetahui kalau kami tim yang hebat dan saya tahu kalau kami dapat sampai pada babak final. Maka kami perlu mengawali langkah tersebut dalam pertandingan tandang di Porto,” lanjutnya.