Tag Archives: Liverpool

Presiden Gremio Bantah Luan Setuju Gabung Liverpool

luan

Orang nomor satu di Gremio Romildo Bolzan Jr. membantah rumor yang menyebut jika Liverpool telah mencapai kesepakatan dengan salah seorang strikernya, Luan.

Stok lini serang Liverpool musim ini memang membludak. Sebut saja ada Roberto Firmino, Daniel Sturridge, Divock Origi, Danny Ings, sampai Sadio Mane.

Akan tetapi manajer Jurgen Klopp rupanya masih ingin merekrut penyerang anyar. Hal itu disebabkan oleh cederanya Ings serta Sturridge, sedangkan Origi belum mampu memperlihatkan taringnya.

Klopp dikabarkan memang tertarik mendatangkan penyerang Gremio, Luan. Si pemain sendiri dijuluki sebagai penerus Ronaldinho. Bahkan, The Reds diklaim telah mencapai kata sepakat dengan pria berusia 24 tahun itu.

Terlebih lagi perwakilan Luan belakangan ini dirumorkan sudah menyeberang ke Inggris untuk menemui pihak Liverpool. Pertemuan kedua belah pihak yang rahasia berlangsung lancar sehingga transfer tersebut bisa terlaksana. Namun kini berita itu ditepis langsung oleh presiden klub Brasil itu.

“Kami tak mempunyai informasi apapun. Belum ada penawaran konkret,” tegas Romildo pada Zero Hora.

“Sampai detik ini kami belum mendapatkan proposal resmi dari klub lain,” sambungnya.

Sejauh ini Luan telah bermain di 98 pertandingan bersama Gremio. Dalam kurun waktu itu ia sukses menceploskan 24 gol dan 15 assist.

Dua Bintang Liverpool Absen Hadapi West Brom

adam lallana

Jurgen Klopp selaku arsitek Liverpool mengkonfirmasikan jika Jordan Henderson dan Adam Lallana dipastikan tidak bisa tampil dalam laga menghadapi West Brom akhir pekan ini.

Henderson telah cukup lama absen akibat mengalami cedera pada kakinya. Kapten The Reds itu melewatkan tujuh pertandingan sejauh ini.

Sedangkan Lallana sekarang ini menjalani perawatan atas cedera paha yang menimpanya. Cedera tersebut ia dapat ketika memperkuat tim nasional Inggris di jeda internasional kemarin, tepatnya pada pertandingan kontra Lithuania.

Klopp menyatakan, dua pemain Inggris ini belum bisa pulih pada akhir pekan ini. Dirinya juga mengaku belum bisa memastikan kapan Henderson segera comeback ke lapangan hijau.

“Sudah tentu dari awal bila kembalinya belum bisa dipastikan kapan,” ujar Klopp terkait kemajuan cedera Henderson seperti dilansir Liverpool Echo.

“Kami menunggu perkembangannya. Dia tak merasakan apapun namun kami harus membuat beberapa tahapan sehingga ia bisa menjadi bagian dari latihan tim,” tuturnya.

“Bisa saja pekan depan dalam latihan atau sepekan berikutnya lagi. Saya cukup yakin ia masih bisa tampil di beberapa laga (terakhir Liverpool di musim ini),” tandasnya.

Lalu perihal Lallana, pelatih asal Jerman ini merasa gelandang serba bisa itu bisa segera merumput dalam waktu dekat.

“Usai laga kontra Crystal Palace, Lallana bisa berlatih dengan skuat yang lain. Untuk Jordan bisa pekan depan atau sepekan berikutnya,” pungkasnya.

Partai Liverpool menghadapi Crystal Palace sendiri bakal dilangsungkan pada tanggal 23 April mendatang. Sesudah itu pada tanggal 2 Mei mereka bakal tampil menghadapi Watford.

Tersisih di Liverpool, Moreno Bisa Merapat ke Milan

alberto moreno

Duo raksasa Italia AC Milan dan Inter Milan kabarnya bersedia menampung fullback Liverpool Alberto Moreno pada musim panas mendatang. Moreno terdepak dari skuat inti The Reds lantaran gagal menunjukkan kualitasnya kepada pelatih The Reds Jurgen Klopp.

Bek berusia 24 tahun itu direkrut dari Sevilla pada 2014 dengan nilai mahar transfer senilai 12 juta euro atau hampir Rp 200 miliar dan kontraknya baru tuntas tahun 2019 mendatang. Tetapi di musim 2016/2017 ini Moreno cuma diturunkan tujuh kali di Premier League karena kalah pamor ketimbang James Milner.

Dikutip oleh The Sun, pada Rabu (12/4/2017) sekarang ini Milan sedang mengatur rencana negosiasi dengan sang pemain untuk pergi dari Anfield. Tidak ketinggalan rival satu kotanya Inter yang juga turut mengantre untuk mendapat jasa Moreno.

Il Diavolo Rosso sejauh ini punya pengalaman oke usai menampung pemain Spanyol dari Liga Inggris. Setelah Suso direkrut Liverpool, gantian Gerard Deulofeu (Everton) yang bersinar Milan meski hanya berstatus pinjaman.

Harga Moreno ditenggarai mencapai 15 juta poundsterling (Rp 248 miliar, tapi itu bisa saja turun lantaran Si Merah tengah mengejar wonderkid Fulham Ryan Sessegnon. Sessegnon, yang baru berusia 16 tahun disebut-sebut sebagai penerus Gareth Bale dan juga menjadi incaran Chelsea, Arsenal, sampai Manchester United.

Pemain yang telah bermain 22 kali bareng Fulham di Divisi Championship musim ini sudah membukukan empat gol serta dua assist. Dia pun juga menjadi tumpuan tim nasional Inggris U-19 sejak Oktober 2016 kemarin.

Everton rupanya juga ikut mengawasi perkembangan Sessegnon. Tetapi Liverpool berniat mengambil langkah lebih dulu demi mendapat jasa remaja itu.

Gasak Everton, Liverpool Lanjutkan Rekor

jurgen klopp

Muncul rekor dan tren yang berlanjut pada pertandingan derby Merseyside. Liverpool tidak cuma kembali dengan kemenangan setelah mengalahkan Everton 3-1.

Liverpool keluar sebagai pemenang dalam derby Merseyside di Anfield, Sabtu (1/4/2017) malam WIB. Sadio Mane, Philippe Coutinho, dan Divock Origi mengantarkan The Reds mengalahkan tim sekota, yang hanya mencetak satu gol hiburan dari Matthew Pennington.

Berkat kemenangan tersebut, Liverpool melanjutkan dominasinya atas Everton. Ini artinya Si Merah belum pernah kalah dalam 13 pertandingan beruntun kontra Everton, menyamai laju tanpa kekalahan terpanjang mereka di derby Merseyside sepanjang periode 1972-1978.

Tak cuma itu saja, kemenangan ini juga melanjutkan tren oke Liverpool di Anfield atas The Toffees. Mereka belum pernah kalah sejak 19 tahun silam, dengan meraih sembilan kemenangan plus delapan seri dari total 17 laga.

Ditambah lagi, hasil atas rival sekota juga memberi catatan tersendiri bagi Jurgen Klopp. Ia jadi pelatih Liverpool perdana yang memenangi tiga derby Merseyside pertamanya.

Pada dua pertemuan terakhir, dia membawa Liverpool unggul 4-0 di Anfield pada musim lalu, ditambah dengan kemenangan 1-0 di Goodison Park dalam pertemuan pertama musim ini.

Klopp Sebut Liverpool Mungkin Saja Ciptakan 3 Angka

Sang manajer Liverpool Juergen Klopp akui merasa senang dengan cara bermain tim yang dibesutnya ketika mendapat hasil imbang berhadapan dengan Chelsea 1-1. Namun Klopp menganggap Liverpool mungkin saja menangkan pertandingan.

Berhadapan dengan Chelsea pada hari Rabu (1/2/2017) dinihari WIB, di Anfield, Liverpool terkejut usai David Luiz ciptakan angka pembuka pada pertengahan babak pertama. Skor 1-0 sementara untuk keunggulan tim tamu tak berubah hingga turun minum.

Pada tengah paruh kedua, The Reds pada akhirnya dapat membuat kedudukan imbang lewat angka yang diciptakan oleh Giorginio Wijnaldum. Tetapi, Liverpool hampir kalah usai wasit memberi Chelsea tendangan penalti setelah pelanggaran pada Diego Costa. Beruntungnya, Simon Mignolet berhasil menahan sepakan pemain striker Chelsea tersebut.

Semasa laga berlangsung, Liverpool lebih unggul dengan mengntrol bola sampai dengan 62 persen dengan 3 dari 7 upayanya tepat ke sasaran. Termasuk kesempatan dari Roberto Firmino pada akhir babak kedua.

“Saya merasa ragu senang ialah kata yang pas untuk menceritakan apa yang saya rasa saat ini. Namun saya merasa bangga dengan para pemain sebab mereka lakukan banyak hal yang hebat berhadapan dengan sebuah tim yang sangat oke,” ucap Klopp.

“Kami sungguh bermain oke. Hasilnya memang tak dapat kami ganti. Kami mungkin saja kalah sebab ada penalti.”

“Pada babak kedua kami merepotkan mereka, kami mungkin saja ciptakan angka kedua atau angka ketiga. Saya merasa senang kami dapat berikan sinyal ini dan bikin atmosfer ini. Tadi merupakan sebuah penampilan yang oke,” imbuh dia.

Lewat hasil ini, Liverpool masih berada di urutan keempat dengan mengumpulkan 46 poin, berjarak 10 poin dengan Chelsea yang berada di urutan teratas klasemen. Walau begitu, Liverpool resmi akhiri bulan Januari dengan cuma meraih 1 hasil positif pada 9 laga di tiap ajang.

‘Liverpool Nampak Lelah’

Langkah buruk Liverpool di tahun 2017 masih bersambung. ‘Si Merah’ dianggap lelah dan tidak ada skuat yang menjanjikan untuk tampilkan permainan mereka.

Liverpool menerima hasil negatif dengan skor 0-1 saat berhadapan dengan Southampton di leg kedua babak semifinal Piala Liga Inggris pada hari Kamis (26/1/2017) dinihari WIB. Di leg pertama, mereka pun kalah dengan skor yang serupa.

Hasil ini menambah panjang catatan buruk anak-anak Merseyside selama tahun ini. Lewat 7 laga, Liverpool baru meraih hasil positif satu kali sedangkan kalah sudah 3 kali dan sisanya berakhir seri.

Bekas pemain bek Liverpool Jamie Carragher menganggap Liverpool seperti telah terlalu lelah. Gaya bermain yang diajarkan Juergen Klopp, yang penuh akan energi dan lakukan counter-pressing dengan gencar, telah menghadirkan efek walau secara performa Liverpool nampak tak apa-apa.

“Liverpool nampak seperti telah kehabisan tenaga, yang mana menjadi rasa khawatir yang besar. Apakah hal tersebut bergantung dengan intensitas yang mereka jalani, yang mereka perlihatkan saat berlatih?” ujar Carragher.

“Klopp tak miliki jeda musim dingin. Mereka masih miliki semua paruh kedua musim untuk dilawan dan mereka nampak seperti tak ada yang menurun, bahwa masih terdapat energi di situ,” kata pria yang sekarang jadi analis sepakbola ini.

Carragher menganggap kualitas skuat Liverpool sekarang ini tidak membantu mereka. Akhirnya kualitas pemain utama dan pelapis bikin Liverpool kerepotan mempertahankan sepakbola energi tinggi yang diharapkan Klopp.

Liverpool cuma perlu terbantu dengan mereka yang tak ambil bagian di ajang Eropa, sampai sebelumnya dapat bermain meyakinkan di Premier League.

“Saya baru menyaksikannya saat ini dan selama musim keadaannya telah seperti Liverpool mungkin bakal kejar gelar. Namun skuat tersebut, Anda tidak akan pernah menilai hal tersebut cukup oke untuk menangkan liga,” lanjut Carragher.

“Alasan Anda mungkin miliki harapan ialah karena tidak adanya ajang Eropa dan juga saya merasa Liverpool telah memiliki manajer oke. Di luar 6 besar, Liverpool mungkin menjadi skuat atau tim paling oke ke-6. Namun mereka ada keadaan sekarang ini dikarenakan manajernya dan tak ikut dalam ajang Eropa,” katanya.

Klopp Legah Liverpool Lolos Tanpa Masuk Extra Time

Liverpool memang hanya berhasil menangkan laga dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan Plymouth Argyle. Namun hal tersebut telah buat sang manajer Juergen Klopp merasa puas sebab The Reds tidak perlu lolos dengan memasuki extra time.

Usai tampil seri tanpa ada angka yang tercipta sekitar 10 hari yang lalu di Anfield, Liverpool dan Plymouth bertemu lagi di pertandingan replay Babak Ketiga Piala FA yang berlangsung pada hari Kamis (19/1/2017) dinihari WIB, di Home Stadium.

Liverpool unggul lewat penguasaan bola mencapai 68 persen. Mereka lesatkan 16 upaya, tetapi cuma 4 yang mengarah ke gawang. Sementara tuan rumah miliki 5 percobaan dengan 2 di antaranya yang tepak ke sasaran.

Tetapi, cuma 1 angka yang diciptakan Liverpool lewat Lucas Leiva di menit 18 dengan tandukan melanjutkan umpan pojok yang dilancarkan oleh Philippe Coutinho. Liverpool sesungguhnya berkesempatan tambahkan angka namun penalti Divock Origi pada babak kedua dibendung sang penjaga gawang Plymouth.

Walau hanya menang dengan jarak 1 angka atas tim divisi 4, Klopp tidak persoalkan hal tersebut sebab yang paling penting adalah Liverpool dapat lolos dan bakal tantang Wolverhampton pada babak keempat.

Biarpun begitu, Klopp akui kalau timnya pernah merasa was-was bakal kerepotan ciptakan angka mengingat cara bermain Plymouth pada pertemuan pertama kemarin.

“Makin lama Anda tak ciptakan angka jadi bakal makin penasaran dan Anda menyaksikan kalau saat mereka mulai tampil direct, kami tak biasa dengan hal tersebut dan mereka tak sering tampil bersama – garis belakang,” ucap Klopp.

“Ok, mereka memang miliki sejumlah kesempatan namun kami pun begitu, terutamanya pada 20 menit saat kami menguasai laga,” lanjutnya.

“Mungkin ini bukanlah pertandingan yang menarik namun untuk kami ini amat penting seperti pertandingan lainnya untuk sejumlah pemain muda, maka semuanya baik-baik saja, tak ada tambahan waktu, tujuan kami selesai. Semuanya terasa menyenangkan di tempat ini karena kami dapat tuntaskan pertandingan lebih cepat,” ujar Klopp.

Klopp Sebut Mereka Bakal Membalas di Anfield

Biarpun kalah pada leg pertama, sang manajer Liverpool Juergen Klopp yakin dengan kesempatan timnya masuk ke babak final. Namun ‘Si Merah’ diminta bermain lebih apik saat melangsungkan laga di Anfield.

Di leg pertama Semifinal Piala Liga Inggris yang berlangsung pada hari Kamis (12/1/2017) dinihari WIB, di St Mary’s, Liverpool bermain di bawah penampilan okenya dan perlu akui unggulnya Southampton dengan skor 0-1.

Angka yang diciptakan Nathan Redmond pada menit 20 tidak dapat dibalas oleh anak-anak Merseyside Merah pada sisa laga. Penampilan buruk yang Liverpool tampilkan menjadi alasan mengapa mereka sulit untuk imbangi Southampton.

Selama 90 menit pertandingan, Liverpool cuma ciptakan 9 percobaan dengan 2 di antarnya yang mengarah ke sasaran. Sedangkan Soton menyulitkan Liverpool dengan ciptakan 10 percobaan dengan setengah di antaranya mengarah ke gawang.

Dengan keadaan seperti ini, Liverpool pasti berada pada keadaan terjepit berhubungan dengan kesempatan untuk lolos ke babak final. The Reds perlu mendapat hasil positif minimal jarak 2 angka sementara Soton cuma perlu hasil imbang.

Walau penampilan timnya tengah menurun sehabis bergantinya tahun, 2 seri dan 1 kali kalah, Klopp optimis kalau Liverpool bakal membaik dan membayarnya pada leg kedua.

“Penampilan kami memang tak baik. Namun kesempatan kami masih ada untuk masuk ke babak final,” ucap Klopp.

“Untuk sekarang ini bakal ada 2 manajer yang merasa kecewa setelah laga, yang satu kecewa sebab timnya kalah dan bermain tak oke, sedangkan yang lain kecewa sebab cuma menang dengan skor 1-0 untuk modal tampil di Anfield,” lanjutnya.

“Kami bakal membayarnya. Pertandingan bakal berbeda pada nantinya, tim yang lain, dan semuanya bakal lain di Anfield.”

“Untuk kami masih bisa untuk bermain di Wembley dan hal tersebut merupakan incaran.”

“Hal tersebut satu-satunya yang buat saya merasa tenang. Hasil ketiga paling oke yang dapat Anda raih. Kalau tak menang atau seri  kalah dengan skor 0-1 masih baik. Saya memang tak suka dengan itu, namun babak final masih berkemungkinan,” kata Klopp.

4 Besar Semakin Mendekat, Selanjutnya MU Incar Liverpool

Deretan hasil positif bikin Manchester United semakin dekat dengan 4 besar. ‘Setan Merah’ berhasrat menjaga tren baik itu ketika berhadapan dengan Liverpool.

MU raih hasil positif dengan skor 2-0 ketika melangsungkan laga di kandang West Ham United pada hari Selasa (3/1/2017) dinihari WIB, di London Stadium. Angka yang diciptakan MU tercetak lewat Juan Mata dan Zlatan Ibrahimovic pada babak kedua.

Hal tersebut merupakan hasil positif ke-6 dengan berturut-turut yang MU catatkan pada ajang Premier League. DEngan menyeluruh, tim yang dibesut oleh Jose Mourinho tersebut tidak pernah kalah pada 13 laga terakhir di tiap ajang.

Deretan hasil positif itu mengantarkan MU semakin dekat dengan 4 besar. Dengan mengumpulkan 39 poin lewat 20 pertandingan, MU yang berada di uruten keenam sekarang berjarak 1 poin dengan Arsenal yang berada di posisi keempat biarpun The Gunners masih bakal tampilkan laganya dinihari nanti.

Kemenangan melawan West Ham pun semakin berarti nyata bagi MU sebab rival di 4 besar kehilangan poin. Liverpool imbang melawan Sunderland, sedangkan Chelsea dan Tottenham Hotspur bakal melangsungkan laga pada hari Kamis (5/1/2017) dinihari yang akan datang.

Telah semakin dekat dengan 4 besar, MU memiliki hasrat untuk pertahankan tren baiknya. Usai berhadapan dengan Reading di Piala FA (7/1) dan Hull City pada Piala Liga Inggris (10/1), MU targetkan Liverpool menjadi korban selanjutnya ketika bertemu di Old Trafford (15/1).

“Maka kami telah dekat 2 poin dengan Liverpool. Saya anggap tentang Chelsea dan Tottenham, sebab salah satu dari mereka bakal kalah atau kedua pihak bakal raih hasil seri,” ujar Mourinho seperti dikutip pada situs resmi klub.

“Namun juga Liverpool, maka kami telah memotok jarak poin dengan tim yang menempati urutan kedua dan kami akan berhadapan dengan mereka di Old Trafford. Kalau kami tampil dengan 75.000 (penonton) maka kami dapat raih hasil positif.”

“Saya miliki firasat kami dapat menangkan pertandingan berikutnya. Kami tak kejar rekor. Kami kejar penampilan yang oke dan juga poin,” kata Mourinho.

“Kami mengetahui kalau Chelsea atau Tottenham bakal kehilangan poin, maka kami perlu selalu menyusul. Sebelumnya, kami tampil amat baik, namun tak raih poin. Saat ini, 6 hasil positif dan 18 poin kemudian, itulah yang kami perlukan.”

Tempat Paling Oke Liverpool 2013-2014

Sekarang Liverpool berada pada tempat terbaik Premier League saat masa perayaan Natal sedari musim 2013-2014, kala menjandi penantang serius di musim itu.

Pada musim 2013-2014 kemarin Liverpool perlu relakan menempati posisi runner-up di bawah Manchester City walau pernah berada di posisi puncak, terutama pada kurun waktu pekan 32-36 Premier League.

Sebelum 5 pekan di akhir 2013-2014 itu, The Reds pun pernah berada di urutan teratas klasemen pada 4 pekan lain. pekan 17 misalnya atau tepatnya sebelum hari Natal (Liverpool 3–1 ?ardiff City, 21 Desember 2013).

Sedar masa tersebut Liverpool lewati 2 periode Natal dengan menempati urutan 10 (2014-2015) dan 9 (2015-2016). Kesuksesan di urutan kedua sebelum Natal sekarang ini juga menjadi yang paling oke pada kurun waktu itu.

Lewat hasil positif dengan skor 1-0 melawan Everton di derby Merseyside kemarin, Liverpool sekarang kumpulkan 37 poin lewat 17 laga, hanya kalah banyak dengan 43 poin jumlah teratas klasemen yaitu Chelsea. Tempat kedua sudah pasti ‘Si Merah’ miliki ketika Natal.

“Potensi Liverpool menangkan laga dengan skor 1-0 adalah sebuah tanda baik. Hal tersebut adalah sebuah kemenangan oke, yang dibutuhkan, dan ini berikan Juergen Klopp waktu untuk analisa apa yang dia butuhkan untuk ke urutan atas. Seiring waktu dia bakal temukan itu. Dia telah lakukan itu dengan bagus,” ucap pemain Liverpool 1991-1992 Dean Saunders.

“Saat saya direkrut Liverpool, laga perdana saya melawan Oldham di Anfield dan ada catatan tentang tempat berpijak di 10 tahun terakhir pada liga di program (selebaran laga). Yang paling endah ialah urutan kedua. Isinya pertama, pertama, pertama, pertama, kedua, pertama, pertama, pertama, pertama. Saya pada waktu itu berpikir, ‘kami bakal menjadi juara yang ini’.

Sebelum berganti tahun Liverpool masih sisakan 2 laga lagi yaitu melawan Stoke City (pada tanggal 27 Desember) dan selanjutnya Manchester City (31 Desember).