Tag Archives: Portugal

‘CR7 Hingga Menginjak 41 Tahun Terus Tampil, Hanya Saja …’

Cristiano Ronaldo disebut masih dapat melanjutkan masadepannya sebagai pemain sepakbola sampai dengan 10 tahun kedepan. Tetapi, hal tersebut bisa saja terjadi jika saja Ronaldo tak alami cedera serius.

Pemain bintang sepakbola Real Madrid dan Portugal tersebut belum lama menyetujui kontraknya yang baru dengan klubnya yang akan berlangsung hingga tahun 2021 saat umurnya menginjar usia 36 tahun. Setelah peresmian tersebut, Ronaldo mengatakan kalau hal tersebut bukan kontraknya yang terakhir.

Walaupun umurnya telah lebih dari 30 tahun, Ronaldo masih menunjukkan performa prima. Terlepas lewat kesulitan yang ia lewat pada musim ini di mana ia baru ciptakan 7 angka di 12 laga untuk Madrid.

Sang pelatih fisik tim nasional Portugal yaitu Joao Aroso amat yakin dengan keadaan fisik dari Ronaldo. Tetapi, ia memberi peringatan untuk para pemainnya agar berhati-hati dalam menjaga kebugarannya jika masih ingin lama melanjutkan kariernya sebagai pemain sepakbola.

“Jika ia tak bermasalah lewat banyaknya cedera, ia dapat dengan mudah tampil hingga memasuki usia 41 tahun,” ucap Aroso.

“Saya tak bakal mengatakan kalau Ronaldo berbeda, namun ia memang mempunyai beberapa hal yang istimewa. Ia tak bakal menjadi seorang pemain yang lamban, walaupun mulai menurun seiring bergantinya tahun dan ia bakal mengawali penampilannya lebih dekat dengan area lawan.”

“Walaupun berdekatan dengan tahun-tahun akhirnya, ia bakal terus memperdaya pertahanan lawan menjadi hasil lewat potensi yang ia miliki untuk lakukan penuntasan dengan pengalaman yang ia miliki,” ujar Aroso.

Portugal Selalu Optimis Dapat Memenangi Trofi Juara

Portugal mulai tidak di unggulkan usai perjalanannya yang kurang oke pada tahap grup. Namun mereka pribadi dikatakan selalu membuat diri mereka optimis dengan kesempatan menjadi juara.

Portugal yang mempunyai level skuat dan pemain besarnya yaitu Cristiano Ronaldo, menjadi sebuah alasan menjadi tim yang di unggulkan pada Piala Eropa 2016. Tapi performa yang tidak impresif pada fase grup mengakibatkan mereka terlihat tidak di utamakan.

Berada bersama dengan Hongaria, Islandia, dan Austria dalam 1 grup, tim yang di besu oleh Fernando Santos itu hanya sukses masuk di urutan ketiga usai mendapat hasil imbang berturut-turut dalam 3 laganya. Sementara awalnya mereka disebut-sebut akan menempati urutan teratas pada grup.

Dari waktu itu mereka dianggap tak lagi menjadi calon kuat juara. Ditambah pada babak 16 besar dan juga babak perempatfinal, hasil yang merka dapat tidak kunjung lebih baik.

Mereka berusaha keras untuk menang dengan skor tipis 1-0 saat melawan Kroasia pada babak 16 besar, pada babak tambahan setelah bermain hampir selama pertandingan tertekan. Pada babak perempatfinal, Portugal berhasil menang setelah menang lewat adu penalti di pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 dalam waktu 120 menit, di mana mereka sempat tertinggal lebih awal.

Pada babak semifinal, Portugal berhasil menangkan laga dengan impresif yaitu skor 2-0 saat menghadapi Wales. Di babak puncak yang berlangsung pada hari Senin (11/6/2016) dinihari WIB tadi, di Stade de France, Ronaldo dan rekan-rekannya lagi-lagi perlu waktu lebih dari 90 menit untuk menangkan laga dengan skor tipis 1-0, pada laga yang di mana Prancis lebih sering memberikan ancaman.

Walau begitu, Santos mengatakan ia tetap optimis dengan level yang dimiliki oleh skuatnya.

“Saya telah sering mengungkapkan kalau merupakan tim. Saya tak pernah menutupi apa yang saya pikirkan, saya selalu mengungkapkan kepada pemain-pemainku apa yang sedang saya pikirkan,” ucap Santos.

“Sudah sering saya ungkapkan kepada mereka kalau kami memiliki potensi yang hebat, namun kami harus berusaha lebih lagi dari para lawan kami, melaju lebih baik lagi dari mereka, dan semakin fokus dari mereka.”

Portugal Menjadi Juara untuk Ronaldo

Cristiano Ronaldo terlihat sangat terpukul usai mendapat cedera pada babak final di Piala Eropa 2016. Namun, rekan 1 timnya di tim nasional Portugal sukses membuatnya dirinya tersenyum kembali lewat kemenangan saat melawan Prancis.

Sebagai kapten serta pemain andalan Portugal, Ronaldo hanya bermain 25 menit saja di pertandingan final yang berlangsung pada hari Senin (11/7/2016) dinihari WIB, di Stade de France, Saint-Denis. CR7 tak dapat melanjutkan laga karena menderita cedera pada bagian lutut setelah Dimitri Payet pemain gelandang serang Prancis menerjangnya.

Tak adanya Ronaldo, Portugal memang terlihat menghadapi kesuliatan pada garis depan. Namun, mereka melakukan pertahanan yang begitu oke untuk menahan serangan dari Prancis. Sampai waktu normal pun berakhir dan gawang Portugal dalam keadaan yang aman.

Ketika laga telah masuk ke babak tambahan, tepatnya pada menit ke 109, Portugal berhasil membuat Prancis tertunduk. Eder yang turun sebagai pemain pengganti berhasil mencetak angka ke gawang yang di jaga Hugo Lloris lewat sepakan jarak jauhnya. Prancis tidak dapat membuat kedudukan menjadi imbang pada sisa extra time dan berakhir dengan skor 0-1 di kandang mereka sendiri. Portugal juga bermain sebagai kampiun dan untuk kali pertama menjadi juara di Piala Eropa.

“Ini sulit sebab pemain utama kami keluar dari lapangan dan kami sangat mengandalkan dirinya karena dia dapat menciptakan angka kapan pun,” ucap Pepe, yang disebut-sebut sebagai man of the match di babak final.

“Saat ia tak dapat lanjut bermain, saya berupaya untuk menyatakan kepada para rekan satu tim kami kalau kami perlu meraih kemenangan untuk dirinya,” ujar Pepe.

“Pelatih melatih kami dan bersiap-siap untuk hari ini dengan begitu baik. Pemain-pemain pengganti pun masuk pada waktu yang seharusnya. Kami mengeluarkan darah, keringat, dan juga air mata kami lewat laga ini,” ujarnya.

25 Menit Final Berakhir Bagi Ronaldo

Hal yang kurang menyenangkan menghampiri Cristiano Ronaldo pada babak final di Piala Eropa 2016. Karena mengalami cedera pada bagian lutut, Ronaldo akhirnya keluar dari lapangan lebih awal dan tidak dapat bermain di pertandingan sampai selesai.

Laga puncak di Piala Eropa 2016, mempertemukan Portugal dengan Prancis yang berlangsung pada hari Senin (11/7/2016) dini hari WIB, di Stadion Saint-Denis, berjalan dalam waktu yang singkap. Di menit ke 6, Antoine Griezmann, pemain depan Prancis, telah meraih kesempatan. Tapi, sepakannya lewat dalam daerah penalti masih belum maksimal.

Kemudia di menit ke 7, hal yang tak diharapkan oleh Portugal malah terjadi. Ketika memegang kendali bola, Ronaldo dihadang oleh Dimitri Payet pemain gelandang Prancis. Yang akhirnya membuat Ronaldo terjatuh karena diterjang dan ia berteriak kesakitan. Dia seperti merasakan rasa sakit pada bagian lutut sebelah kirinya dan bergegas diberikan perawatan oleh para staf medis Portugal.

Setelah kejadian itu Ronaldo masih dapat bermain, namun di menit ke 17, dia lagi-lagi mengalami hal yang sama. Sekarang, dia mau tak mau harus keluar dari lapangan untuk diberi perawatan satu kali lagi.

Khawatir kalau Ronaldo tak dapat meneruskan laga semakin besar. Namun, ia kembali lagi memperlihatkan kalau dia masih bisa ikut bermain. Namun di menit ke 19, pemain yang berumur 31 tahun tersebut kembali turun ke lapangan.

Ronaldo masih bisa ikut ambil bagian lewat sebuah serangan balik yang dilancarkan oleh Portugal, yang lalu masih tidak berhasil menjadi sebuah kesempatan. Tapi, lewat serangan balik itu, Ronaldo terlihat kurang merasa nyaman saat mengendalikan bola dengan kakinya. Usai memberikan bola kepada temannya, dia pun terlihat berjalan dengan pincang.

Yang membuat Ronaldo memutuskan untuk istirahat pada langkanya di Piala Eropa 2016. Lalu ia memberikan kode kepada Fernando Santos sang pelatih Portugal, yang sedang berada di pinggir lapangan, untuk mengantikan posisinya dengan pemain lain.

Para staf medis masuk ke lapangan kembali dan Ronaldo akhirnya dibawa keluar lapangan dengan memakai tandu. Ronaldo pun terlihat sangat kecewa terlihat dari air mata yang ia perlihatkan.

Pada menit ke 25 tersebut, langkah Ronaldo di Piala Eropa 2016, dan di babak final sudah di akhiri. Tempatnya kemudian diganti oleh Ricardo Quaresma. Posisi kapten diberikan olehnya kepada Nani.

Portugal Selalu Menang di Babak Penalti

Portugal sukses melaju ke babak semifinal di Piala Eropa ini. A Seleccao da Quinas meraih hal tersebut dengan mencatat sesuatu yang beda, yaitu selalu menang di waktu perpanjangan.

Portugal masuk di babak semifinal setelah menangkan laga atas Polandia lewat adu penalti pada pertandingan yang berlangsung pada hari Jumat (1/7/2016) dinihari WIB, di Stade Vélodrome. Skor seri 1-1 pada saat lama berjalan normal dan juga waktu tambahan, Portugal berhasil menang dengan skor 5-3 lewat babak penalti.

Ini adalah babak semifinal ke 5 kalinya bagi Portugal pada 7 kali mereka ikuti Piala Eropa. Uniknya, sampai saat ini pada Piala Eropa 2016, tim yang di besut oleh Fernando Santos tersebut masih belum dapat mencatatkan kemenangan lewat bermain di waktu normal.

Selama tahap grup, Portugal hanya bermain imbang pada 3 laga. Yaitu melawan Islandia, Austria, dan Hongaria.

Saat kemenangan dengan skor tipis 1-0 melawan Kroasia pada partai 16 besar, Portugal membuat catatan pada babak tambahan, di pertandingan tersebut sang lawan lebih dominan. Catatan tersebut sama seperti pertandingan melawan Polandia.

Sedangkan Polandia, perlu menerima hasil negative yaitu tergusur usai sebelumnya tak pernah berada di urutan yang tertinggal. Pada tahap grup, Polandia berhasil meraih kemenangan 2 kali yaitu melawan Irlandia Utara dan Ukraina dengan skor 1-0 masing-masing laga, dan skor seri 0-0 melawan Jerman.

Pada partai 16 besar, Polandia lebih awal mendominasi saat melawan Swiss sebelum skor seri 1-1 sampai waktu tambahan berakhir. Tim yang di besut oleh Adam Nawalka berhasil lolos setelah menangkan laga lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Hadapi Portugal, Polandia pun lebih awal unggul. Tendangan yang dilancarkan Robert Lewandowski pada menit ke 2. Skor kembali imbang setelah Renato Sanches mencetak angka. Skor ini bertahan hingga waktu tambahan berakhir lalu memasuki adu penalti.

Quaresma Ambil Tugas Ronaldo

Banyak orang mungkin telah sedikit melupakan nama Ricardo Quaresma. Tapi dirinya tetap ada untuk Portugal di waktu yang tempat.

Quaresma muncul sebagai pahlawan yang membuat Portugal menangkan laga melawan Kroasia pada laga babak 16 besar di Piala Eropa malam tadi, atau tepatnya hari Minggu (26/6/2016) dinihari WIB.

Belum lama memasuki lapangan pada menit 87, berperan menggantikan posisi Joao Mario, pemain tersebut mencetak angka satu-satunya pada menit 117. Angka itu merupakan ke 8-nya selama 54 kali tampil untuk Portugal.

Pemain sayap yang berusia 32 tahun tersebut tahu betul kemana ia perlu berlari saat timnya melancarkan serangan. Ketika Nani melesatkan umpan pada Cristiano Ronaldo yang berada di sisi kanan, Quaresma memasuki tengah kotak. Saat Ronaldo melesatkan tendangan ke arah tiang dekat, Quaresma melaju ke mulut gawang. Dan akhirnya saat tendangan Ronaldo bisa ditahan kiper Danijel Subasic, Quaresma yang berada di tempat yang oke untuk menciptakan rebound. Dan dengan mudah ia menyundul bola dan akhirnya Portugal berhasil masuk ke babak perempatfinal.

“Kami berusaha dengan keras. Kami tahu bermacam-macam kesulitan, serangan seperti apa yang bakal kami berhadapan dengan mereka. Bagiku, penampilan kami begitu oke dan kami yakin selalu Lalu kami ucapkan selamat karena dedikasi yang kami berikan ini,” ucap sang penyelamat.

Biarpun nama Quaresma sempat berkibar ketika bermain untuk para klub atas seperti FC Porto, Barcelona, Chelsea, dan Inter Milan, sebenarnya tak kerap cemerlang pun di timnas. Dia dapat dikatakan tak sering turun pada kompetisi besar.

Tidak ditunjuk untuk masuk ke dalam tim di Piala Eropa tahun 2004 dan Olimpiade tahun 2004, Quaresma pernah bermain pada babak kualifikasi di Piala Dunia tahun 2006, namun namanya tidak dicoret pada daftar tim untuk putaran final.

Dia terdaftar dalam skuat di Piala Eropa tahun 2008, namun cuma untuk menjadi pemain cadangan. Lalu Quaresma tak ikut turun di Piala Dunia yahun 2010, Euro 2012, dan Piala Dunia tahun 2014.

Portugal Kalahkan Kroasia di Waktu Tambahan

Portugal sukses lolos ke babak perempatfinal di Piala Eropa ini. Angka yang satu-satunya tercetak pada laga itu dicetak oleh Ricardo Quaresma pada saat laga memasuki babak tambahan dan akhirnya membuat mereka meraih kemenangan dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan Kroasia.

Dalam laga yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, pada haro Minggu (26/6/2016) dinihari WIB, Kroasia tampil lebuh unggul dalam menguasai bola sampai 58 persen. Namun keunggulan tersebut tidak seimbang dengan jumlah serangan yang mengancam gawang lawan.

Bahkan antara tim tersebut tidak bisa melakukan usaha yang mengarah ke gawang dalam 90 menit. Tidak ada anga yang tercetak saat laga berlangsung pada waktu normal, pertandingan pun pada akhirnya berlangsung sampai ke babak tambahan. Keadaan pernah terlihat tidak berubah, hingga memasuki menit-menit laga akan berakhir.

Lewat sebuah serangan, kesempatan Kroasia oleh Ivan Perisic terbentur tiang gawang. Yang membuat Portugal langsung lancarkan serangan balik dan berhasil dituntaskan dengan baik. Tendangan Cristiano Ronaldo ditahan, bola yang memantul lalu dicocor  Quaresma dengan mudah ke arah gawang yang kosong.

Secara keseluruhan, Portugal hanya memiliki 5 usaha dan 2 di antaranya melesat ke sasaran, kedua tim tersebut tercatat pada babak tambahan. Sementara Kroasia memiliki 15 usaha dan tak ada 1 pun yang mengaran ke sasaran.

Hasil pada laga ini membuat Portugal berhasil masuk ke babak perempatfinal. Mereka di laga berikutnya akan bertemu dengan tim nasional Polandia.

Kroasia Berlinang Air Mata

Penampilan meyakinkan dari Kroasia pada fase grup akhirnya disudahi dengan kesedihan pada pertandingan babak 16 besar. Wajar kalau para pemain menangis karena nasib yang mereka hadapi.

Setelah laga menghadapi Portugal yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, pada hari Minggu (26/6/2016) dinihari WIB, beberapa pemain Kroasia terlihat tak dapat menahan airmatanya, usai mereka pasti kalah dengan skor 0-1 pada saat perpanjangan waktu.

Darijo Srna sang Kapten menyundul dengan posisi jongkok, dan terlihat sesenggukan. Dengan umurnya yang telah menginjak usia 34 tahun, bisa saja hal tersbut merupakan momen terakhir Srna berada di  tim nasional Kroasia.

Pemain bek kanan yang dari tahun 2003 bermain untuk klub Shakhtar Donetsk tersebut melangsungkan Euro 2016 dengan hebat. Tak hanya menjadi seorang pemimpin berkharisma, ia pun tampil di setiap laga dengan cemerlang.

Kesedihan yang tak bisa ditahan pun muncul dari Luka Modric. playmaker oke ini nampak begitu sedih dengan kalahnya tim atas Portugal. Sama halnya dengan Domagoj Vida. Pemain bek yang bermain oke ini, dengan tempatnya berdiri yang agresif, tiba-tiba menjadi lesu karena kekalahan itu, menangis di tengah lapangan hijau.

Tak heran Kroasia lantas bersedih hati karena kekalahan mereka. Karena, mereka bermain dengan cemerlang pada tahap grup, tak pernah kalah dalam 3 laganya, ditambah mengalahkan tim unggulan yaitu Spanyol.

Peforma yang mereka tunjukkan saat hadapi Portugal pun sangan bagus. Tim besutan Ante Cacic lebih unggul lewat menguasai bola, dan melakukan 3 kali usaha yang lebih sering dibanding tim lawan. Mereka kurang beruntung, cuma 3 menit sebelum babak perpanjangan berakhir, sementara bisa saja mereka memiliki nasib yang bagus saat adu penalti.

“Aku tidak dapat mengatakan setiap respon tim kami pada ruang ganti. Namun, Aku tak pernah melihat kesedihan yang seperti itu,” ujar pemain gelandang, Ivan Rakitic.

“Walau merasa sedih dengan hasil yang tak adil, kami ucapkan terima kasih untuk semuanya. Aku rasa semua orang dapat melihat, kami sudah mengeluarkan semua yang kami mampu.”

Kroasia: Kami Bakal Unggul dan Menang Melawan Portugal

Dengan kepercayaan diri yang besar Kroasia melihat Portugal. Nikola Kalinic optimis kalau timnya dapat bermain lebih unggul dan menangkan laga atas Portugal.

Kroasia akan melawan Portugal di partai 16 besar pada Piala Eropa ini yang akan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, pada hari Minggu (26/6/2016) dinihari WIB. Laga antara 2 tim ini menjadi salah satu laga yang imbang dari sisi materi pemain dan sebab itulah pantas diprediksikan berlangsung dengan ketat.

Walau begitu, Kroasia tentunya mungkin akan melawan tim yang lebih mudah mengingat Portugal yang awal diramalkan dapat menjadi juara di Grup F. Sedangkan Kroasia sukses menjuarai di grup, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya. Bahkan hanya menempati urutan ketiga pada grupnya dan berhasil memasuki babak 16 besar pun karana jalur urutan ketiga tersebut.

Mau bagaimanapun, Kroasia tegaskan mereka siap melawan salah satu tim dengan para pemainnya itu.

“Kami mungkin dapatkan lawan yang terbilang mudah, namun kami perlu melawan sebuah tim yang memiliki kualitas tinggi dan didalamnya ada para pemain yang hebat. Namun semuanya tergantung dengan kami, penampilan kami, dan saya optimis bisa menjadi pemenang,” ucap Kalinic.

Kroasia layak sangat pede sebab sukses masuk ke babak 16 besar dengan menyandang status juara di Grup D yang bisa dikatakan tidak mudah untuk dilewati. Mereka malah bisa menangkan laga atas juara Piala Eropa sebelumnya yaitu Spanyol, usai sebelumnya tundukkan Turki lebih awal dan bermain imbang melawan Republik Ceko.

Melihat laga Portugal di tahap grup yang tak pernah menang, di mana hanya dapatkan hasil seri pada 3 pertandingan, Kalinic yakin Kroasia dapat menangkan laga dengan impresif. Dia mempercayai timnya bisa menang serta lebih mendominasi laga.

Ronaldo: Kembali Cetak Rekor? Sudah Biasa

Cristiano Ronaldo lagi lagi tercatat mencetak rekor terbaru pada Piala Eropa 2016. Hal tersebut bisa saja tak lagi membanggakan sebab Ronaldo telah terbiasa menciptakan rekor.

Di sejumlah musim terakhir dengan Real Madrid, Ronaldo telah sering mencatatkan rekor seperti contoh menjadi pencetak angka terbangak sepanjang periode klub itu, pencetak angka terbanyak selama berada di Liga Champions, pemain paling oke Madrid pada La Liga, angka yang paling banyak dicetak dalam satu musim, dan sebagainya.

Mencatatkan rekor demi rekor telah menjadi sesuatu yang rutin bagi Ronaldo di tiap musim yang dilaluinya. Dan hal tersebut tidak cuma ia lakukan dengan Madrid, namun juga bersama Portugal.

Jauh menjelang Piala Eropa ini, Ronaldo telah menulis namanya sebagai pencetak angka terbanyak selama periode Portugal dengan mencetak 58 angka. kemudian di ajang ini, Ronaldo sejak berada di sesi grup telah menuliskan lagi sejumlah rekor dengan namanya.

Diawali dengan pemain yang memiliki caps paling banyak bagi Portugal yang diciptakan pada pertandingan melawan Austria. Memiliki 128 caps, Ia meampaui rekor yang dimiliki Luis Figo dengan 127 caps.

Kemudian di pertandongan melawan Hongaria, rekor kembali dibuat olehnya yaitu menjadi pemain pertama yang mencetak angka setiap 4 sesi Piala Eropa di tahun 2004, 2008, 2012, dan 2016. 2 angka yang dicetak Ronaldo ke gawang Hongaria pada pertandingan yang berakhir dengan skor 3-3 itu.

Ronaldo sekarang pun menjadi pemain yang memiliki total iktu bermain paling banyak pada putaran final di Piala Eropa, 17 laga, melebihi Lilian Thuram dan juga Edwin van der Sar yang memiliki 16 laga.

“Rekor yang terbaru, namun seperti yang sudah sering saya katakan, hal tersebut terjadi dengan alamiah,” ucap Ronaldo.

“Saya merasa terhormat dapat disebut sebagai man of the match. Namun kepentingan utama ialah memenangkan laga,” lanjutnya.

“Kami tidak berhasil mewujudkan hal tersebut. Namun yang paling penting kami memang berhadap bisa lolos,” demikian kata dia.

Walau tak berhasil menang melawan Hongaria, Portugal masuk ke partai berikutnya sebagai salah satu tim yang menempati urutan ketiga terbaik Di Grup F.