Tag Archives: sevilla

‘Sevilla Tergusur Karena Ulah Sendiri’

Sevilla sia-siakan keunggulan yang diraih pada babak 16 besar Liga Champions dan malah digusur oleh Leicester City. Tidak ada yang dapat disalahkan atas ketidah berhasilan tersebut cuma Sevilla pribadi.

Sevilla bertamu ke kandang Leicester di pertemuan kedua dengan modal hasil positif dengan skor 2-1 di pertemuan pertama. Hasil positif tersebut bikin Sevilla cuma perlu hasil imbang pada pertemuan kedua untuk masuk ke perempatfinal.
Namun Sevilla malah tundung di pertemuan kedua. Melangsungkan laga pada hari Rabu (15/3/2017) dinihari WIB, di King Power Stadium, tim yang di besut oleh Jorge Sampaoli tersebut tidak dapat menahan Leicester dan menyerah dengan skor 0-2 sampai tergusur dengan agregat 2-3.

Pada pertandingan itu, Sevilla pernah raih kesempatan baik untuk samakan agregat dan mengantar pertandingan ke babak perpanjangan waktu usai raih hadiah penalti pada babak kedua. Namun Steven N’Zonzi malah tak berhasil mengeksekusi itu usai sepakannya ditahan oleh Kasper Schmeichel.

“Saya menganggap kami tergusur sebab kesalahan kami sendiri. Ketika skor 2-0 di Sevilla, kami anggap kami dapat unggul lebih besar lagi, namun selanjutnya kami kemasukan dan hal tersebut membuat kami terluka,” ujar kapten Sevilla Vicente Iborra.

“Kami menghadapi dan berusaha mereka menciptakan angka dari bola mati dan kami miliki kesempatan untuk imbangi agregat, namun kami perlu membayarnya (penalty yang gagal).”

Tergusur dari Liga Champions, Sevilla sekarang bakal konsentrasi seutuhnya ke La Liga. Sevilla yang sekarang berada di urutan ketiga La Liga telah dinanti Atletico Madrid pada akhir pekan.

“Kami perlu membenahi banyak hal dan konsentrasi pada satu-satunya incaran yang tersisa, yaitu sudahi liga dengan sebaik baiknya. Kami miliki pertandingan berat pada hari Minggu dan kami perlu memperlihatkan kalau kami merupakan tim yang layak raih respek,” sambung Iborra.

“Gantian kami untuk keluar dari keadaan buruk, berusaha bersama, dan dapatkan hasil positif yang pas dengan kami sebagai sebuah tim,” imbuh dia.

Imbangi Sevilla, Madrid Melangkah ke Perempatfinal

Real Madrid masuk ke babak perempatfinal Copa del Rey. Los Blancos berhasil masuk setelah mendapatkan hasil imbang dengan skor 3-3 saat melangsungkan laga di kandang Sevilla pada pertandingan leg kedua babak 16 besar.

Madrid pada hari Jumat (13/1/2017) dinihari WIB, berkunjung ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, tanpa membawa sejumlah pemain utamanya. Cristiano Ronaldo dan Luka Modric dabsen karna perlu beristirahat, sementara Gareth Bale dan Pepe masih alami cedera.

Hadir dengan modal hasil positif dengan skor 3-0 di pertemuan pertama, Madrid perlu berhadapan dengan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Sevilla. Tim tuan rumah yang bermain amat agresif lebih awal unggul lewat angka bunuh diri Danilo di menit 10.

Madrid baru dapat membuat imbang kedudukan di menit 48 lewat aksi individu dari Marco Asensio. Namun, angka yang diciptakan oleh Stevan Jovetic pada menit 53 kembali membuat Sevilla unggul dengan skor 2-1. Lalu Sevilla menambah lagi keunggulan mereka jadi 3-1 dengan angka yang diciptakan Vicente Iborra pada menit 77.

Ketika Sevilla semakin antusias untuk membuat imbang agregat, Madrid malah ciptakan angka kedua lewat sepakan penalti Sergio Ramos di menit 83. Dengan waktu tersisa yang telah sangat tipis, Sevilla berupaya untuk tidak menyerah begitu saja. Tetapi malah Madrid yang dapat membuat imbang kedudukan jadi 3-3 lewat angka yang diciptakan oleh Karim Benzema pada masa injury time.

Lewat hasil ini, Madrid pun berhasil masuk ke babak perempatfinal menang dengan agregat 6-3 atas Sevilla.

Susunan Pemain
Sevilla: Soria; Mercado (Vitolo 65′), Lenglet, Rami; Correa (Jovetic 45′), Iborra, Kranevitter, Sarabia, Escudero; Vietto (Nasri 55′), Ben Yedder

Real Madrid: Casilla; Danilo, Ramos, Nacho, Marcelo; Kroos, Casemiro, Asensio; Vazquez (Carvajal 64′), Morata (Benzema 76′), Mariano (Kovacic 58′)

Sevilla Tunduk Oleh Juve, Vitolo Sebut Wasit Bikin Laga Berubah

Sevilla akhiri laga dengan sisa 10 pemain ketika ditundukkan oleh Juventus dengan skor 1-3. Pemain Sevilla yaitu Vitolo berang dengan beberapa keputusan yang sudah diambil oleh wasit.

Bermain di depan publik sendiri pada hari Rabu (23/11/2016) dinihari WIB, di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Los Rojiblancos cuma perlu hasil imbang untuk lolos ke partai 16 besar usai membukukan 10 poin. Tetapi, Sevilla meraih hasil akhir jauh dari harapan mereka.

Tim tuan rumah awali laga dengan menjanjikan setelah Nicolas Pareja menciptakan angka dengan cepat pada menit 9. Tetapi ketika pertandingan berlangsung 36 menit, Franco Vazquez diberi kartu kuning kedua (kartu merah) oleh Mark Clattenburg sebab ia megganjal Sami Khedira. Hasilnya Sevilla perlu melanjutkan laga dengan sisa 10 orang.

Jelang turun minum, Clattenburg berikan sebuah hadiah tendangan penalti pada Juventus diikuti dengan pelanggaran pada Leonardo Bonucci yang pernah diberi protes dari pihak Sevilla. Claudio Marchisio mengonversi penalti untuk membuat skor menjadi imbang.

Usai menciptakan angka balasan, Juventus berada di atas angin. Bianconeri kemudian tambahkan 2 angka di akhir babak kedua lewat Bonucci dan Mario Mandzukic untuk membuat pasti kemenangan serta masuk ke partai 16 besar.

Gusarannya para publik Sevilla bikin Clattenburg terpaksa dapat kawalan polisi ketika keluar dari lapangan ketika paruh waktu dan pada akhir laga.

“Kami telah ciptakan angka lebih awal dan tampil amat oke berhadapan dengan tim Italia tersebut, namun sang wasit menenggelamkan kami dengan 2 keputusan yang konyol,” ucap Vitolo.

“Kartu kuning pada Franco Vazquez yang kedua sungguh menjijikkan dan berikan sebuah penalti pada Juve sewaktu sebelum paruh waktu untuk sebuah pelanggaran yang ringan sungguh membuat kami buyar.”

Lewat hasil negatif ini, Sevilla bakal melangsungkan pertandingan penentuan kelolosan pada matchday terakhir di kandang Olympique Lyon.

Allegri Sebut Tak Penting Finis Juara Grup

Juventus berkonsentrasi untuk masuk ke tahap knockout ketika berhadapan dengan Sevilla (22/11) malam nanti. Massimiliano Allegri yakin kalau menempati juara di grup adalah hal yang tidak penting.

Sekarang ini Bianconeri berada di urutan kedua Grup H dengan mengumpulkan 8 poin, berjarak 2 poin dengan Sevilla dan unggul 4 poin dengan Olympique Lyon yang berada di bawah mereka. Dengan sebuah hasil positif di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, jadi Juventus usdah pasti akan melenggang ke tahap knockout.

Tetapi, kalau imbang sementara Lyon menangkan laga atas Zagreb, jadi Sevilla bakal lolos dan La Vecchia Signora masih perlu melangsungkan pertandingan penentuan pada matchday terakhir.

Sedangkan pada umumnya para tim finis menjadi juara grup bakal semakin lebih diuntungkan dengan asumsi mereka bakal menempati posisi runner-up grup lain yang lebih mudah. Namun tanpa menjadi juara grup sekalipun Juve sempat sukses melaju ke final pada musim 2014-2015.

“Jika Anda finis pertama kemudiah raih undian menghadapi tim runner-up yang lebih mudah jadi Anda berhasil untuk masuk di urutan pertama. Jika Anda raih juara grup yang lebih ringan maka Anda untuk dapat menempati posisi kedua,” ucap sang pelatih Juve tersebut.

“Kami harus tampil untuk menang sebab hal tersebut merupakan target pertamanya, terutama untuk kaluar dari kualifikasi tanpa perlu lewat hingga laga terakhir. kemudian undian yang akan tentukan,” ujar Allegri.

“Waktu kami melaju ke babak final (di tahun 2015), kami menempati posisi runner-up grup dan kami sukses sebagai finalis. Menyaksikan grup yang ada, keadaannya 50-50 maka saat ini masuk di urutan pretama atau kedua tak miliki arti apapun.”

“Hal utama yang di incet ialah masuk ke babak selanjutnya, itu yang sudah psati kami tahu. Itu adalah Incarah pertama di musim ini dari sekarang himgga tanggal 3 Desember,” kata dia.

Allegri Mengaku Sevilla Amat Merepotkan

Juventus tak berhasil meraih poin penuh ketika berhadapan dengan Sevilla dikandang sendiri. Massimiliano Allegri sang pelatih Bianconeri mengatakan pressing Sevilla amat menyulitkan.

Juve tampil dengan skor seri 0-0 ketika berhadapan dengan Sevilla pada hari Kamis (15/9/2016) dinihari WIB, di Juventus Stadium. Walau bermain lebih mengancam, Juve tak berhasil mengoptimalkan beberapa peluang yang diraih untuk menciptakan angka.

Tim yang dibesut oleh Allegri tercatat melakukan 15 upaya dengan 4 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sevilla di sisi lain, hanya melakukan 2 percobaan dengan 1 di antaranya yang mengarah ke sasaran.

Walau memiliki kesempatan yang lebih kecil, Sevilla paling tidak sukses membuat Juve merasa frustrasi. Skuat Jorge Sampaoli sukses membuat Juve merasa tidak nyaman mengendalikan bola dengan membuat pressing gencar.

Tercarar kalau Juve sudah 15 kali kehilangan bola, dibanding Sevilla yang hanya 8 kali. Ini berkaitan dengan beraninya Sevilla melesatkan sejumlah tekel, di mana mereka tercatat melakukan 23 tekel yang berhasil sedangkan Juve cuma 14 kali.

“Ini merupakan laga yang tidak mudah karena pressing yang dilakukan oleh Sevilla, walaupun kami tampilkan performa yang berbeda pada babak kedua,” ucap Allegri.

“Kami tak dapat raih kemenangan, laga berjalan lebih sulit di ajang Eropa dan kami merasa kecewa dengan hasilnya. Kami harus mengembangkan performa dan umpan kami, namun ada setiap hal yang menandai kami dapat mewujudkannya.”

“Kami tentu tak terpuruk dengan hasil ini. Kami sadar kalau kami memiliki semua peluang untuk lolos,” ujarnya.

Lewat hasil ini, Juve sekarang ini berada di urutan kedua di Grup H dengan poin  1 dibelakang ada Sevilla dengan poin yang sama di urutan ketiga. Olympique Lyon sekarang ini berada di urutan atas klasemen dengan 3 poin, karena berhasil menangan dengan skor 3-0 saat berhadapan dengan Dinamo Zagreb.

Barcelona Ajukan Banding Terkait Bendera Catalan

Para suporter Barcelona tidak diizinkan untuk membawa dan juga melantangkan bendera Catalan di babak final Copa del Rey. Pihak El Barca memprotes dan ajukan banding karna hal itu.

Pada tengah pekan saat ini pemerintah Kota Madrid mengatakan tentang hal yang tak diperbolehkan untuk suporter Barcelona membawa dan mengibarkan bendera Catalan di pertandingan final Copa del Rey, pada hari Minggu (22/5/2016) di Vicente Calderon. Barcelona akan bertemu dengan Sevilla di laga itu.

Hal tersebut tentunya langsung diprotes oleh pihak Barca. Mereka menyatakan bahwa peraturan itu tak ada bedanya dengan menyerang kebebasan untuk berekspresi dan mengeluarkan apresiasi. Bukti sebagai sebuah protesnya, Presiden Josep Maria Bartomeu mengatakan tak akan dating untuk melihat pertandingan final.

Bukan hanya protes, Barcelona dengan resmi telah mengajukan banding ke pengadilan supaya larangan tersebut segera diangkat.

“FC Barcelona tepatnya pada hari ini (kamis) telah ajukan banding dengan administratif di Pengadilan Madrid untuk mempertahankan hak kami yang berlandasan dan klaim untuk menghapus larangan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Pemerintah Community of Madrid,” begitulah pernyataan resmi Barcelona.

“Hal itu adalah tentang sebuah larangan para supporter kami membawa bendera Estelada di final Copa del Rey yang akan berlangsung pada hari Minggu, 22 Mei di Vicente Calderon, di pertandingan antara FC Barcelona dan Sevilla,” sambung pernyataan tersebut.

Tak hanya dari Pemerintah Madrid dan Spanyol yang merasa keberatan soal bendera Katalan. UEFA telah menjatuhkan sanksi denda 2 kali terhadap Barcelona akibat dari larangan tersebut di kompetisi yang mereka adakan. UEFA menilai kalau Estelada merupakan tanda politik yang akan menjadi provokatif dan ofensif dan juga taka da hubungannya dengan bidang olahraga.