Tag Archives: West Ham United

Catatan Apik Gabriel Jesus pada Hasil Positif Besar City

Poin penuh didapatkan oleh Manchester City usai menangkan laga atas West Ham 4-0. Ada sebuah rekor istimewa yang dicatatkan oleh pemain terbaru City, Gabriel Jesus, pada pertandingan tersebut.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (2/2/2017), ke London Stadium, City bergegas ungguli West Ham dengan cetak 3 angka di babak pertama lewat angka yang diciptakan Kevin de Bruyne, David Silva, dan Gabriel Jesus. 1 angka lain diciptakan oleh Yaya Toure pada babak kedua lewat titik putih.

Tak hanya ciptakan angka ketiga the Citizens, Gabriel Jesus ikut bikin 1 assist untuk angka yang diciptakan De Bruyne. Tercatat pemain sepakbola Brasil tersebut jadi pemain pertama yang dapat bikin 1 angka dan 1 kali assist dalam start pertamanya bersama City di ajang Premier League.

Pertandingan melawan West Ham tandakan performa ketiga pemain yang berumur 19 tahun tersebut sedari bermain bersama City pada buklan Januari kemarin. Sebelumnya, Gabriel Jesus sudah bikin 1 kali assist yang menolong City menangkan laga atas Crystal Palace dengan skor 3-0 di pertandingan Piala FA, akhir pekan kemarin.

“Saya amat merasa senang. Saya sudah menunggu untuk cetak angka pertama saya,” ucap Gabriel Jesus.

“Saya pun suka bikin assist dan menolong tim dengan cara yang lainnya. Proses penyesuaian diri saya¬† berlangsung dengan baik, para rekan satu tim saya dan klub menolong saya jadi saya dapat terus berkonsentrasi pada sepakbola.”

Hasil positif ini bikin saat yang baik untuk The Citizens usai tak berhasil menang pada 2 laga liga sebelumnya. Dengan kumpulkan 46 poin, tim yang di besut oleh Josep Guardiola ini berada di urutan kelima dengan jarak 1 poin dari Tottenham Hotspur di urutan kedua dan lebih unggul 4 poin dari Manchester United yang berada di bawahnya.

Payet Membela Diri Saat Dihujani Kritikan

Pindahnya Dimitri Payet bikin para fans ataupun pemain West Ham United menghujaninya dengan kritikan. Oleh sebab itu, Payet juga membela dirinya.

Payet pada satu bulan baru-baru ini diasingkan oleh tim inti usai ia meminta pada sang manajer Slaven Bilic dan pemilik West Ham supaya dirinya dijual. Kebetulan juga karier dari si pemain yang berusia 29 tahun tersebut tengah menjadi bahan perbincangan belakangan ini.

Tetapi, Bilic tetap berusaha dengan keras tidak ingin jual si pemain dan ingin permanenkan status dari Payet. Hal ini kemudian bikin Payet menjadi sasaran kritik para fans dan juga pemain West Ham.

Payet dinilai tak tahu berterima kasih usai West Ham menambah panjang kontraknya pada awal bulan Januari 2016 yang bikin ia menjadi pemain dengan gaji paling mahal. Hal tersebut menjadi sebuah apresiasi atas penampilah apik Payet musim kemarin.

Tetapi, Payet akhirnya hijrah juga usai bekas klubnya, Marseille, memulangkan dirinya ke Prancis. Pihak West Ham juga pada akhirnya legah dapat melepaskan si pemain yang telah dianggap sebagai “pengkhianat” tersebut.

Berhubungan dengan kritik yang beredar, Payet sama sekali tidak perduli sebab ia tetap anggap tinggi West Ham dan berterima kasih waktu selama 1,5 tahun yang menyenangkan.

“Saya tak begitu merasa kerasan di West Ham; Saya perlu kembali ke tempat saya yang semula,” ucap Payet.

“Slaven Bilic miliki penilaiannya yang lain, namun saya tak perlu membela apa yang sudah saya lakukan. Saya telah berbincang dengan dirinya. Saya tak ingin mengomentari masalah itu sekarnag ini,” lanjutnya.

“Saya melangsungkan tahun yang hebat bersama West Ham. Saya tak akan lupakan memori indah dengan para pendukung,” ujarnya.

Payet catatkan 60 perfomr di semua ajang dengan catatkan 15 cetak angka. Musim ini ia hanya bermain 22 kali dan ciptakan 3 angka.

4 Besar Semakin Mendekat, Selanjutnya MU Incar Liverpool

Deretan hasil positif bikin Manchester United semakin dekat dengan 4 besar. ‘Setan Merah’ berhasrat menjaga tren baik itu ketika berhadapan dengan Liverpool.

MU raih hasil positif dengan skor 2-0 ketika melangsungkan laga di kandang West Ham United pada hari Selasa (3/1/2017) dinihari WIB, di London Stadium. Angka yang diciptakan MU tercetak lewat Juan Mata dan Zlatan Ibrahimovic pada babak kedua.

Hal tersebut merupakan hasil positif ke-6 dengan berturut-turut yang MU catatkan pada ajang Premier League. DEngan menyeluruh, tim yang dibesut oleh Jose Mourinho tersebut tidak pernah kalah pada 13 laga terakhir di tiap ajang.

Deretan hasil positif itu mengantarkan MU semakin dekat dengan 4 besar. Dengan mengumpulkan 39 poin lewat 20 pertandingan, MU yang berada di uruten keenam sekarang berjarak 1 poin dengan Arsenal yang berada di posisi keempat biarpun The Gunners masih bakal tampilkan laganya dinihari nanti.

Kemenangan melawan West Ham pun semakin berarti nyata bagi MU sebab rival di 4 besar kehilangan poin. Liverpool imbang melawan Sunderland, sedangkan Chelsea dan Tottenham Hotspur bakal melangsungkan laga pada hari Kamis (5/1/2017) dinihari yang akan datang.

Telah semakin dekat dengan 4 besar, MU memiliki hasrat untuk pertahankan tren baiknya. Usai berhadapan dengan Reading di Piala FA (7/1) dan Hull City pada Piala Liga Inggris (10/1), MU targetkan Liverpool menjadi korban selanjutnya ketika bertemu di Old Trafford (15/1).

“Maka kami telah dekat 2 poin dengan Liverpool. Saya anggap tentang Chelsea dan Tottenham, sebab salah satu dari mereka bakal kalah atau kedua pihak bakal raih hasil seri,” ujar Mourinho seperti dikutip pada situs resmi klub.

“Namun juga Liverpool, maka kami telah memotok jarak poin dengan tim yang menempati urutan kedua dan kami akan berhadapan dengan mereka di Old Trafford. Kalau kami tampil dengan 75.000 (penonton) maka kami dapat raih hasil positif.”

“Saya miliki firasat kami dapat menangkan pertandingan berikutnya. Kami tak kejar rekor. Kami kejar penampilan yang oke dan juga poin,” kata Mourinho.

“Kami mengetahui kalau Chelsea atau Tottenham bakal kehilangan poin, maka kami perlu selalu menyusul. Sebelumnya, kami tampil amat baik, namun tak raih poin. Saat ini, 6 hasil positif dan 18 poin kemudian, itulah yang kami perlukan.”

Herrera Bingung MU Tak Mudah Menang

Manchester United tak berhasil lagi meraih hasiul positif. Pemain gelandang ‘Setan Merah’ yaitu Ander Herrera merasa bingung sebab merasa timnya telah tampil oke.

MU tampil seri dengan skor 1-1 ketika berhadapan dengan West Ham United pada hari Minggu (27/11/2016) malam WIB. Ditinggal lebih awal, MU kemudian bangkit dan membuat kedudukan imbang. Tetapi mereka tidak dapat ciptakan angka kemenangan.

Skuat yang di besut oleh Jose Mourinho tersebut bermain unggul. 8 usaha yang tepat ke sasaran berbanding cuma 4 yang dimiliki oleh West Ham.

Hasil seri ini meneruskan langkah yang kurang baik dari MU. Di 10 pertandingan terakhir di Premier League, hanya 2 kemenangan yang didapat lewat 5 hasil seri dan 3 kali kalah.

Malah lewat 7 partai terakhir, cuma ada 1 hasil positif untuk mereka. Di Old Trafford, MU 4 kali sudah di pertandingan secara beruntun tidak menang, yang mana menjadi catatan perdana bulan Desember 1980 silam.

Herrera akui merasa bingung mengapa timnya sangat sulit raih hasil positif, sedangkan dilihat dari performa yang terbilang cenderung oke. Tetapi ia pun akui, lewat hal penuntasan akhir MU masih kurang baik.

“Pertandingan lain yang berlangsung serupa. Kami menguasai laga sepenuhnya sedari kick-off. Mereka ciptakan gol yang amat berturut dan selanjutnya kami dapat menguasai dan bikin sejumlah peluang,” ucapnya.

“Penjaga gawang mereka merupakan performa paling oke sekali lagi. Hal tersebut pun terjadi saat berhadapan dengan Stoke, Burnley, dan Arsenal. Kami tidak tahu apalagi yang perlu kami perbuat untuk raih kemenangan.”

“Kami miliki kontrol bola lebih besar disbanding para lawan. Saya tidak tahu mengapa pasti hal tersebut terjadi. Saya sempat miliki jalan seperti ini, namun tak dengan performa oke.”

“Cara kami tampil ialan menguasai semua laga sedari laga dimulai. Namun sepakbola itu merupakan tentang menciptakan angka dan mengakhiri kesempatan yang ada, dan kami tidak lakukan hal tersebut dengan baik. Hal tersebut benar,” ujar pemain gelandang yang berasal dari Spanyol ini.

West Ham Kembali Kalah Oleh Astra

West Ham United tidak berhasil lolos ke tahap grup di ajang Liga Europa untuk musim kedua secara beruntun. Sayangnya, West Ham lagi-lagi harus menerima kekalahan dengan melawan klub yang sama.

The Hammers melangsungkan playoff, tahap terakhir untuk masuk ke tahap grup, dengan berhadapan dengan klub Rumania Astra Giurgiu. Pada babak leg I yang berlangsung di Stadionul Marin Anastasovici pekan kemarin, West Ham berhasil meraih skor imbang melawan tuan rumah.

Namun, modal itu tidak kuasa diteruskan oleh timnya Slaven Bilic di leg II. Pada hari Jumat (26/8/2016) dinihari WIB, Di London Stadium, West Ham kalah dengan skor 0-1. Hal tersebut merupakan kekalahan kompetitif perdana bagi West Ham di stadionnya yang baru.

Dengan hasil itu ikut menyudahi sejak sekarang perjalanan dari West Ham di ajang Eropa, para pendukung tuan rumah yang merasa kecewa juga dikatakan BBC bergegas keluar dalam hitungan detik saja usai laga berakhir. Yang masih terlihat pada stadion yang dapat menampung hingga 60 ribu kursi tersebut selanjutnya cuma beberapa bagian kecil pendukung Astra yang merasa senang atas kesuksesan tim mereka lolos dengan semua pemainnya.

“Kekecewaan yang sangat luar biasa. Kami tak tunjukkan permainan dengan baik di babak pertama atau dengan antusias bersama menjadi sebuah tim.”

Jadi untuk kedua kalinya secara berturut-turut West Ham, yang musim kemarin sukses masuk di urutan ke 7 pada ajang Premier League dan hanya berselisih 4 angka dengan Manchester City sebagai tim urutan ke 4 atau area Liga Champions, gagal kembali dalam sudaha lolos tahap grup di Liga Europa.

Musim kemarin upaya West Ham melewati tahap grup di Liga Europa bahkab diakhiri dengan lebih cepat karena telah tergusur pada tahap kualifikasi ke 3, tahap jelang playoff. Yang menarik, ketika itu West Ham pun kalah saat melawan Astra.

Astra pribadi sekarang ini menyandang status sebagai sang juara bertahan di liga Rumania. Namun, tim yang memiliki salah satu panggilan Dracii Negri (Setan Hitam) tersebut sedang tertatih pada upayanya menjaga gelar, dengan berada di urutan ke 11 dari total 14 tim usai hanya sekali menang dari 5 laga.

“Dari Aston Villa di tahun 2009-2010 dan 2010-2011, baru sekarang ini lagi ada tim asal Inggris (West Ham) yang tergusur pada tahap penyisihan di ajang Liga Europa selama 2 musim beruntun,”